Hikmah Ramadan Perilaku Umar Ibnul Khattab r.a. Oleh Drs. H. Shiddiq Amien, M.B.A.
UMAR ibnul Khattab r.a. adalah sahabat kepercayaan Nabi saw. yang sekaligus juga salah seorang mertua Nabi Muhammad saw.. Putrinya yang bermama Hafsah r.a adalah salah seorang istri Nabi Muhammad saw.. Umar mendapat julukan "Al-Faruq" yang artinya "Pembeda atau pemisah" yakni orang yang bisa dan punya komitmen untuk memisahkan antara yang hak dan batil. Umar juga merupakan sosok yang mukhlis, sekaligus tegas dalam mempertahankan al-haq. Nabi Muhammad saw.. juga pernah memberikan beberapa penilaian dan pujian kepadanya dengan menyatakan, "Sesungguhnya Allah telah menyimpan kebenaran pada lidah Umar." Dalam kesempatan lainnya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Jika Umar masuk ke sebuah gang, maka setan lari masuk ke gang yang lainnya." Ini menunjukkan bahwa Umar adalah seorang Muslim yang mukhlis, orang yang selalu ikhlas dalam beramal. Orang mukhlis memang ditakuti oleh setan, seperti dijelaskan Allah swt dalam firman-Nya, dalam Alquran Surah Al-Hijir ayat 39-40. Dalam hadis riwayat imam Al-Bukhari diriwayatkan bahwa tiga buah usulan Umar ibnul Khattab r.a. kepada Nabi saw. diperkuat oleh wahyu Allah SWT atau menjadi asbabun nuzul beberapa ayat kepada Nabi saw. Usulan pertama, Umar mengusulkan agar Maqam Ibrahim dijadikan musala (tempat salat), tidak lama kemudian turun firman Allah swt, "Dan jadikanlah Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. " (QS.Al-Baqarah ayat 125). Usulan kedua, berkaitan dengan tamu yang ke rumah Nabi saw. bukan hanya orang-orang baik-baik, tapi juga orang-orang jahat, maka Umar usul agar istri-istri Nabi memakai hijab, turunlah QS. Al-Ahzab ayat 53. Usulan ketiga, berhubungan dengan peristiwa istri-istri Nabi saw. yang mengajukan tuntutan ihwal kondisi kehidupan keluarga Nabi, para istri Nabi saw mungkin melihat kebiasaan para istri pemimpin yang hidupnya senang, bahkan mewah. Maka yang "marah" atas keinginan para istri Nabi saw. ini adalah Umar. Karena, di sana ada putrinya Hafsah. Umar berkata, "Bagaimana jika Allah menyuruh Nabi mencerai kalian, dan menggantinya dengan wanita-wanita yang lebih baik." Maka turunlah kepada Nabi saw.,"Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang shaum, yang janda, dan yang perawan." (QS. At- Tahrim ayat 5) * * SEMENTARA itu, Abu Musa Al-'Asy'ary yang nama aslinya Abdullah bin Qeis r.a. adalah salah seorang sahabat kepercayaan dan kesayangan Nabi Muhammad saw., juga menjadi kepercayaan dan kesayangan para khalifah dan sahabat-sahabatnya. Semasa Nabi saw. masih hidup, Abu Musa diangkat bersama Muadz bin Jabal sebagai penguasa di Yaman. Sepeninggal Nabi saw. Abu Musa kembali mukim di Madinah, dan bergabung dalam pasukan kaum Muslimin menghadapi pasukan Persia dan Romawi. Pada Masa Khalifah Umar, Abu Musa diangkat menjadi gubernur di Bashrah. Khalifah Utsman juga mengangkatnya sebagai gubernur di Kuffah. Suatu ketika Khalifah Umar ibnul Khattab mengundang Abu Musa untuk datang di rumahnya. Abu Musa pun memenuhi undangan tersebut. Sesampai di pintu rumah khalifah Umar, Abu Musa mengucapkan salam seperti yang diperintahkan Allah dalam firman-Nya di Alquran Surah An-Nur ayat 27. Namun pinu rumah khalifah Umar tak terbuka. * * DARI kisah di atas, ada beberapa 'ibrah atau pelajaran yang bisa kita petik, antara lain: Pertama, jika kita ingin menjadi manusia yang ditakuti setan, sehingga setan tidak berani menggoda dan menjerumuskan kita ke dalam lembah dosa dan kehinaan, maka jadilah orang yang mukhlis. Kedua, jika kita mau bertamu ke rumah orang, kita diperintahkan mengucap salam, dan jika sudah tiga kali mengucap salam tidak ada yang menyahut atau menjawabnya, hendaklah kita pulang. Ketiga, kita harus berhati-hati dalam menggunakan hadits, karena di samping ada hadis-hadis yang sahih, banyak pula yang dla'if bahkan hadis mau'dlu atau hadits palsu. Jangan asal bahasa Arab, apalagi diawali dengan kalimat "qala Nabi saw." (Nabi saw. bersabda) tanpa jelas rawi dan sanadnya, kemudian dianggap hadis. Ini bisa menimbulkan masalah yang serius dalam urusan agama. Wallahu'alam.*** Penulis, adalah Ketua Umum PP Persis. sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/092006/24/0104.htm [Non-text portions of this message have been removed] Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
