sumber: www.republika.co.id
Audit Ramadhan
"Ya Allah berilah hamba-Mu kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,
serta jauhkanlah hamba-Mu ini dari api neraka." (QS Al-Baqarah [2]: 201)
Ramadhan adalah bulan audit diri. Audit dilakukan untuk mengetahui apa
saja yang sudah dan belum dikerjakan. Juga, apa saja yang harus
diperbaiki.
Setidaknya ada enam hal yang bisa kita audit dalam Ramadhan ini. Semuanya
terangkum dalam doa sapu jagat. "Rabbana aatinna fidunya hasanah wafil
aakhirati khasanah wakina adhabannaar". Artinya: "Ya Allah berilah
hamba-Mu
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah hamba-Mu ini
dari
api neraka."
Kebaikan di dunia memiliki enam indikator, yaitu: memiliki istri atau
suami
yang saleh, keturunan saleh, badan sehat, rezeki halal, tetangga baik, dan
ilmu yang bermanfaat. Mari kita lihat.
Pertama, memiliki istri atau suami yang baik.
Dalam posisi ini ada empat kuadran yang bisa kita lihat.
(1)Kuadran pertama adalah suami dan istri sangat salehah.
Contohnya keluarga Imran dan keluarga Rasulullah SAW.
(2)Kuadran kedua adalah suami sangat saleh dan istri tidak saleh.
Contohnya keluarga Nabi Nuh dan Nabi Luth.
(3)Kuadran ketiga adalah suami sangat tidak saleh dan istri sangat
salehah.
Contohnya Firaun dengan Siti Asyiah istrinya.
(4)Kuadran keempat adalah suami tidak saleh dan istri juga tidak salehah.
Contohnya keluarga Abu Lahab.
Kedua, memiliki keturunan yang saleh. Ada empat hal yang bisa kita
dipetakan.
(1)Orang tua sangat baik dan anak sangat baik. Inilah keluarga
rumahku surgaku
(2)Orang tua sangat baik dan anak-anak sangat tidak baik, akibatnya
orang tua tidak bangga dengan anak-anak.
(3)Orang tua kurang baik dan anak-anak sangat baik, akibatnya orang
tua tidak dikagumi oleh anak-anaknnya.
(4)Orang tua sangat tidak baik dan anak-anak juga sangat tidak baik.
Inilah keluarga rumahku nerakaku.
Ketiga, memiliki badan sehat. Fisik Rasulullah SAW sangat sehat.
Selama hidup beliau hanya mengalam sekali sakit berat yaitu saat
hendak meninggal. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang
rajin tahajud jauh lebih sehat dibanding orang yang jarang tahajud.
Dan orang yang tahajudnya ikhlas jauh lebih sehat dibanding yang
tidak ikhlas. Kalau penelitan ini dikaitkan dengan aktivitas
Rasulullah SAW, maka pantas bila Rasul jarang sakit. Sebab beliau
tidak pernah meninggalkan tahajud dan sangat ikhlas melakukannya.
Jadi kalau kita sering sakit-sakitan, salah satu penyebabnya adalah
jarang tahajud. Nah, dalam bulan Ramadhan, tahajud diganti dengan
tarawih. Agar tidak sakit-sakitan lakukanlah tarawih dengan khusyu dan
ikhlas.
Keempat, memiliki rezeki yang halal. Kita harus bertanya, rejeki
halal kita dapatkan ada dalam posisi mana? Apakah mendapat rezeki
halal karena prestasi? Apakah mendapat rezeki halal karena belas kasihan?
Atau rezeki tersebut datang karena rasa sebal. Artinya kita mendapat
rejeki halal tapi orang jadi sebal pada kita.
Kelima, memiliki tetangga baik. Saat berkeinginan memiliki tetangga
baik, pada saat bersamaan, bertanyalah pada diri: apakah kita termasuk
tetangga yang baik bagi orang lain? Menurut Rasul tidak termasuk orang
beriman kalau kita kenyang sedangkan tetangga kelaparan. Tidak pula
disebut beriman kalau tetangga merasa tidak aman dengan mulut dan
perbuatan kita.
Keenam, memiliki ilmu bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu
yang bisa mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, Ramadhan harus
kita jadikan ajang untuk meningkatkan keilmuan agar kita tidak
ditertawakan
zaman, dan akhirnya ditinggalkan zaman.
Pertanyaan mendasar
Semoga dalam Ramadhan 1427 H, kita bisa mengaudit keenam indikator ini
secara jujur dan benar. Harapannya, kita tahu bagaimana menjalani peta
kehidupan kita setelah Ramadhan nanti, sehingga kita mampu beraktivitas
secara benar dan berprestasi dalam hidup.
Pertanyannya sekarang:
(1) Apakah kita sudah menjadi suami atau istri yang baik? Bagi yang
belum berkeluarga, apakah sudah bersungguh-sungguh menyiapkan diri
untuk menjadi calon suami dan istri yang baik?
(2) Apakah kita sudah mempunyai anak-anak yang baik? Apakah pun kita
juga sudah bersungguh-sungguh untuk menjadi anak-anak yang baik bagi
orang tua kita.
(3) Apakah kita sudah mempunyai badan yang sehat, kemudian aktivitas
apa saja yang harus dilakukan agar badan kita sehat dan tidak menjadi
beban banyak orang.
(4) Apakah kita sudah punya rezeki yang halal, syukur kalau banyak agar
bisa membayarkan hutang orang-orang yang terlilit hutang, memberi bea
siswa kepada banyak orang dan membantu keuangan bagi yang memerlukan?
(5) Apakah kita sudah punya tetangga dan teman yang baik? Begitu juga
apakah kita telah menjadi tetangga dan teman yang baik bagi orang lain?
(6) Apakah kita sudah mempunyai ilmu yang bermanfaat, sehingga punya
kemampuan untuk mengikuti perkembangan zaman, agar tidak tergilas roda
zaman?
Semoga kita mendapat dunia yang baik, akhirat baik dan jauh dari api
neraka.
Beranikah Sahabat menghadapi tantangan untuk mengaudit diri di bulan suci
ini?
Bagaimana pendapat Anda?
n Masrukul Amri MBA * ( )
,"
DISCLAIMER :
The information contained in this communication (including any attachments) is
privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under
applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by
the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee
indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to
such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy,
circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.
We apologize if you have received this communication in error; kindly inform
the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any
record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give
or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that
do not relate to our official business.
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/