Hikmah Ramadan 
Keteladanan Bilal-Abu Dzar
Oleh Prof. Dr. H.M. DIDI TURMUDZI
PADA suatu hari Rasullullah saw. terlihat murka tatkala terjadi pertengkaran 
antara Abu Dzar dan Bilal. Saat itu, Abu Dzar menghina Bilal dengan kata-kata, 
"Hai anak haram dari perempuan hitam". 

Rasulullah saw. segera menepuk bahu Abu Dzar, seraya berkata, "Terlalu, 
terlalu. Tidak ada kelebihan orang putih atas orang hitam, kecuali atas amal 
saleh". 

Saat itu, Abu Dzar segera menjatuhkan dirinya ke tanah, diratakannya pipinya 
dengan tanah dan meminta Bilal menginjak kepalanya sebagai tebusan atas 
kesombongannya sebab kesombongan dalam Islam adalah dosa besar.

Dalam sejarah, tercatat para penguasa otoriter yang penuh kesombongan dengan 
kekuasaan, akhirnya jatuh tersungkur tanpa kehormatan seperti Firaun, Hitler, 
Musolini, Marcos, dan lain-lain. Ini baru hukuman di dunia. 

Sedangkan hukuman di akhirat, tentu lebih pedih sebagaimana disabdakan 
Rasullulah saw., "Akan dihimpun orang yang sewenang-wenang dan takabur pada 
hari kiamat sebagai butir-butir debu. Mereka akan diinjak-injak manusia, karena 
sangat hinanya di sisi Allah SWT."

Kelebihan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang harus dipahami sebagai 
amanah semata, sehingga ia dapat menjalankannya justru dengan penuh 
ke-tawadhu-an bukan kesombongan. Karena berbagai kelebihan itu pada dasarnya 
adalah semata karunia Allah SWT.

Perasaan sombong atau merasa benar sendiri justru sering menjadi sumber 
perpecahan di antara umat, karena rendahnya sikap toleransi dan saling 
menghargai perbedaan. Hal ini sudah terbukti dalam sejarah, bahwa umat Islam 
sangat sulit disatukan dalam satu pandangan atau mazhab semata. Karena itu, 
menjadi sesuatu yang mustahil kalau bukan disebabkan mukjizat Allah SWT.

Dalam kaitan ini, patut kita renungi firman-Nya, "Sesungguhnya kaum Muslimin 
ini bersaudara", atau "Dan berpegang teguhlah kepada tali Allah dan jangan 
berpecah belah". 

Sudah terbukti bahwa perpecahan di kalangan umat Islam adalah salah satu sumber 
kelemahan, sehingga musuh-musuh Islam dengan leluasa menghinakan umat Islam.

Lihatlah, bagaimana negara kecil Israel dengan sewenang-wenang menggempur umat 
Islam di Lebanon yang notabene negara-negara di sekitarnya adalah negara-negara 
berpenduduk mayoritas Muslim. Akan tetapi, para pemimpinnya justru terpana 
tanpa bisa berbuat apa-apa dan hanya menjadi penonton terhadap pembantaian 
saudaranya.

Oleh karena itu, kita di Indonesia mestinya banyak belajar dari sejarah dan 
pengalaman negara lain bagaimana kesatuan umat ini harus dibangun, sehingga 
menjadi satu kekuatan dari tauhidul ibadah menjadi tauhidul ummah, dari 
kesatuan ibadah ini akan melahirkan kesatuan umat. 

Lihatlah bagaimana ibadah-ibadah ritual dalam Islam menunjukkan hal itu. 
Janganlah karena perbedaan-perbedaan kecil dan parsial seperti perbedaan 
pendapat, organisasi, partai, dan pemimpin, lalu kesatuan umat terpecah dan 
berkeping. Akibatnya, umat menjadi lemah dan terpuruk sehingga hilanglah 
kilauan emas kejayaannya.

Terlebih kita di Jawa Barat yang masyarakatnya mayoritas Muslim, harus menjadi 
contoh bagaimana kesatuan umat Islam ini dibangun. Hal ini selaras pula dengan 
salah satu filosofi Sunda yang senapas untuk membangun kesatuan umat ini, "sing 
untut raut sauyunan, sa babad sapihanean, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi 
salogak".

Kesatuan umat ini perlu untuk membangun bangsa dan masyarakat dari berbagai 
masalah dan kendala. Berbagai bencana di tanah air dan terakhir di Pangandaran, 
mestinya menjadi pelajaran dan pertobatan kolektif untuk menjadikan hari esok 
lebih baik.***  

Penulis, Rektor Universitas Pasundan (Unpas) Bandung. 

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/092006/25/0105.htm


--------------------------------------------------------------------------------


Wassalam Wr Wb


AG


[Non-text portions of this message have been removed]






Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke