Assalamu'alaikum wr wb, Pak Gandhi, Allah tidak menyukai orang yang menyuruh orang lain melakukan sesuatu sementara dia sendiri tidak melakukannya.
Sebaiknya kita mengatakan "Do as I do". Lakukan seperti apa yang saya LAKUKAN. Jangan, "Do as I say" Lakukan seperti apa yang saya KATAKAN. Oleh karena itu ada baiknya jika pak Gandhi berlebih, segera membuat Usaha Cuci Mobil tersebut. Jika untung kan keuntungannya bisa dipakai untuk memperbanyak outlet UCM tsb. Biasanya jika memang menguntungkan, orang akan berduyun2 mengikutinya. Persis ketika bisnis ikan Lou Han dulu menjamur. Bagaimana pun juga perlu dihitung biaya investasi untuk alat cuci mobil serta sewa tempatnya. Wassalam --- In [email protected], "gandhimoehammad" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sejak Soeharto lengser dari kursi kekuasaannya saya kira Pemerintah > Indonesia terutama Pemerintah Provinsi Jakarta akan lebih welas asih > mengelola rakyat atau warganya. Ternyata Soeharto bukan monster yang > terburuk.... > > Sekarang di berbagai provinsi termasuk Jakarta, para gubernur dengan > bengis dan penuh angkara murka mengusir para warga miskin dari > tempat tinggalnya dan dari tempatnya mencari nafkah. Mereka adalah > orang miskin yang tinggal di tempat-tempat yang menurut gubernur > adalah ilegal, tapi tidak bagi mereka yang tidak memiliki akses > untuk soal-soal ilegal atau legal. Mereka adalah orang miskin yang > karena tidak adanya lapangan pekerjaan terpaksa berjualan di pinggir > jalan sehingga mengganggu lalu-lintas atau mengganggu ketertiban > bahkan kenyamanan warga kota yang lain. Mereka adalah orang miskin > yang dibiarkan datang ke kota-kota besar, karena di tanah > kelahirannya, bupatinya sibuk dengan dirinya sendiri. > > Tanpa mempertimbangkan nasib mereka selanjutnya atau bahkan > memikirkan jalan keluar yang lebih arif, mereka para warga miskin > kota itu digusur dengan kekerasan seperti memerangi para penjahat > atau musuh dari negeri setan. Entah apa yang dikerjakan warga > tergusur itu sekarang setelah beberapa waktu atau tahun berlalu? > Apakah mereka berpindah tempat untuk digusur kembali atau menjadi > penjahat atau pergi ke kota lain (juga untuk digusur lagi)? > > Menghantam para gubernur durjana itu tentu bukan pekerjaan kecil > atau layak dilakukan untuk orang seperti saya. Butuh waktu dan > energi yang tidak sedikit untuk melakukannya. Membantu memperbaiki > akar masalah, bahkan bukan porsi saya.... Oleh karena itu saya kira > membantu warga tergusur itu adalah yang paling baik untuk dilakukan, > dan saya yakin sudah banyak yang melakukannya. > > Cara paling mudah untuk membantu mereka adalah memberi mereka > pekerjaan. Sayangnya pemerintah pusat maupun pemerintah di berbagai > daerah gagal menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup. Para ekonom > pun selalu berharap lapangan kerja tercipta dari datangnya investasi > dari luar negeri, padahal iklim investasi di Indonesia bukan surga > bagi para investor dari luar jika membandingkannya dengan negara > tetangga lain seperti Vietnam, Thailand dan lain-lain. Lalu, apakah > kita akan membiarkan kota-kota besar di Indonesia ini akan terus > dipenuhi para monster yang berkeliaran sambil menghunus pedang ke > arah warga miskin yang akan terus bertambah banyak? Juga apakah kita > bisa berharap akan adanya ketenteraman atau keamanan jika para warga > miskin itu tidak diketahui cara mereka mencari nafkah atau bahkan di > mana mereka tinggal? > > Saya adalah seorang yang, menurut saya amat beruntung dibanding para > warga miskin, diberi sedikit kemudahan berupa kendaraan roda empat. > Paling tidak seminggu sekali saya mencuci kendaraan saya itu di > tempat cuci mobil. Kegiatan saya itu melahirkan ide usaha yang dapat > menciptakan lapangan kerja bagi warga miskin yang tergusur atau yang > belum tergusur untuk memberikan alternatif cara mencari nafkah bagi > mereka. > > Ide usaha itu adalah Usaha Cuci Mobil (UCM). Karena tujuannya adalah > untuk menciptakan lapangan kerja, maka UCM ini berbeda karena > konsepnya memang berbeda. Jika UCM yang sudah ada sekarang tidak > bisa memberikan jaminan upah minimum regional (UMR) bagi pencucinya, > UCM ini bisa. Jika UCM lain adalah tempat pelanggan dihisap darahnya > (uangnya), maka UCM ini adalah tempat di mana pelanggan puas dengan > hasil cuciannya dan kecepatan mencucinya (10 menit saja). Dengan > konsep yang berbeda ini akan dapat dibangun UCM yang amat banyak di > kota seperti Jakarta. Satu UCM bisa menampung paling tidak 25 orang > tenaga kerja dengan kapasitas mencuci setiap harinya paling tidak > 150 kendaraan. > > Amat baik, jika UCM ini dikelola oleh sebuah organisasi non- profit, > karena jika tidak, keuntungan akan hanya diambil oleh pemilik UCM, > bukan untuk para pekerja, sehingga tujuan untuk membuka lapangan > kerja dan memberikan kesejahteraan bagi warga miskin tidak bisa > tercapai. > > Saya sudah pernah melemparkan ide ini ke beberapa organisasi Islam > yang saya kira orientasi mereka untuk membantu para kaum dhuafa, > ternyata e-mail saya tidak dibalas sama sekali. Hal ini membuat saya > bertanya-tanya, mengapa mereka mengklaim bahwa mereka bertujuan > membantu kaum dhuafa, jika e-mail yang berisi usulan tentang > bagaimana cara membantu kaum dhuafa tidak diperhatikan sama sekali. > Organisasi Islam itu semuanya terkenal dan hampir semuanya memiliki > website, tapi entah sibuk atau apa sehingga e-mail saya lebih dari > sebulan tidak dibalas.... > > Saya pun sudah pernah juga mengirimkan e-mail ke bank-bank syariah. > Karena bank berorientasi pada keuntungan, maka saya pun mencoba > menggambarkan potensi keuntungannya bagi pemilik UCM ini, tapi e- > mail saya tidak digubris. Mungkin, saya mengira, semua bank itu > mensyaratkan adanya agunan untuk setiap pinjaman kredit. Padahal > saya tidak meminta pinjaman kredit, tetapi mengajukan usul tentang > bagaimana membantu kaum dhuafa sebagaimana tujuan mereka mendirikan > bank syariah.... Aneh nian bank syariah ini.... > > Oleh karena itu, jika anda tahu cara bagaimana mewujudkan ide > menciptakan lapangan kerja melalui UCM ini, silahkan menghubungi > saya di [EMAIL PROTECTED] . Saya amat berterima kasih jika > yang menghubungi saya adalah organisasi atau kelompok orang yang > tidak berorientasi pada keuntungan pribadi. > > Gandhi Moehammad > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
