Akhlaq & Aqidah Istri Idaman 

 

 

 

 


Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel yang berjudul "Istri Idaman
Karir Wanita Mulia
<http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=2
01&Itemid=7> ". Pada pembahasan kali ini akan dipaparkan sedikit
mengenai akhlaq bagi seorang Istri dari kalangan kaum muslimin yang
mencari kemulian sejati. Semoga kaum muslimah yang membaca artikel ini
tersentuh nuraninya dan memperoleh jalan hidayah mana kala selama ini
telah terjatuh dalam jurang kenistaan dan jebakan-jebakan musuh Islam.

Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah
yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar
dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu
bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui
ilmu-ilmu syar'i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun
dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam
menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan
beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu.

Sebagaimana riwayat dibawah ini: 
Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita
berkata kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam: "Kaum
laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami,
Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian
Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan
beliau kepada mereka adalah: "Tidaklah seorang wanita di antara kalian
yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang
baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya: "Bagaimana kalau hanya
dua?" Beliau menjawab: "Juga dua." (HR. Al-Bukhari No 1010) 

Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya
misalnya: 

        *       Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik. 
        *       Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada
Rabbnya. 
        *       Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya. 

 

Akhlak Isteri Idaman.

*       Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu:
Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur. 
*       Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka
ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).
*       Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri
suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari
satu.
*       Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah
hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam:
"Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah
pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri
mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya." (HR. Muslim
4/157) 

Isteri idaman di rumah suaminya 

*       Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi
seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik,
misalnya mendo-rong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua
orang tuanya, sebagaimana firman Allah Ta'ala, yang artinya: "Kami
perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan
melahirkannya dengan susah payah." (Al Ahqaf 15) 
*       Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan
saudara-saudaranya. 
*       Membantunya dalam ketaatan.
*       Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi. 
*       Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga. 
*       Bagus didalam mendidik anak. 
*       Penampilan:
        Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu
memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya
berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan
hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya.
        Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus
memperhati-kan hal-hal berikut: Harus minta izin suami, Harus menutup
aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian,
Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar'i atau keperluan yang
sangat mendesak. 

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke