> AJI INDONESIA UNICEF
>
>
> No. 001/AJI-UNICEF/IX/2006
> SIARAN PERS
>
> AJI dan UNICEF Gelar Lomba Penulisan tentang Anak untuk Wartawan
>
>
> Jakarta, 8 September 2006
>
> Kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini semakin marak dilaporkan 
> oleh media massa. Jumlah kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat 
> mungkin jauh lebih banyak daripada yang diberitakan di media, 
> mengingat kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan keluarga dan 
> sekolah sering tidak dilaporkan.
>
> Temuan UNICEF dan Lembaga Perlindungan Anak pada tahun 2002 dan 2003 
> di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan seriusnya 
> masalah kekerasan terhadap anak. Meskipun kehati-hatian diperlukan 
> untuk tidak begitu saja menganggap temuan ini sebagai cerminan keadaan 
> di Indonesia, namun temuan ini memperingatkan akan tingginya angka 
> kekerasan terhadap anak. Dari 125 anak yang disurvei di NTB, dua 
> pertiga anak laki-laki dan sekitar sepertiga anak perempuan yang 
> disurvei mengaku pernah dipukul. Lebih dari seperempat anak perempuan 
> yang disurvei mengaku pernah diperkosa. Dalam survei yang lebih luas 
> cakupannya pada tahun 2003 di NTT, yang melibatkan 1.700 anak, 
> kebanyakan anak melaporkan pernah ditampar, ditonjok, atau dilempari 
> sesuatu.
>
> Pada awal tahun 2006 ini UNICEF dan Universitas Atma Jaya memaparkan 
> temuan awal kajiannya tentang kekerasan terhadap anak di Jawa Tengah, 
> Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara yang mengungkapkan bahwa kekerasan 
> di sekolah terjadi dalam bentuk fisik, seksual dan emosional.
>
> Kecenderungan ini, tentu saja sangat mengkhawatirkan. Selain kekerasan 
> terhadap anak merupakan pelanggaran terhadap hak anak, Undang Undang 
> Perlindungan Anak menyatakan bahwa kekerasan terhadap anak merupakan 
> tindak kejahatan. Oleh karena itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 
> bekerjasama dengan badan PBB yang menangani isu anak, yaitu the United 
> Nations Children's Fund (UNICEF), untuk pertama kalinya 
> menyelenggarakan Lomba Penulisan tentang Anak untuk wartawan.
>
> “Lomba penulisan ini diharapkan akan memacu wartawan dan media massa 
> agar lebih memberi perhatian pada isu-isu anak,” kata Ketua Umum 
> Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Heru Hendratmoko. Dengan banyaknya 
> pemberitaan yang berkualitas di media, diharapkan isu ini menumbuhkan 
> kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi hak-hak anak, yang 
> diatur dalam Undang Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
>
> Lomba bertema “Masalah Anak dalam Pemberitaan Media” ini terbuka bagi 
> semua wartawan media cetak (harian, mingguan, dwi mingguan dan 
> bulanan) dan media online. Persyaratan umum untuk peserta lomba 
> adalah: tulisan pernah dimuat di media cetak (harian, mingguan, dwi 
> mingguan dan bulanan) dan online pada 1 September 2005 hingga 12 
> Oktober 2006. Saat mengirimkan naskah, peserta diminta menyertakan 
> kartu pers yang masih berlaku.
>
> Dewan juri lomba ini berasal dari sejumlah lembaga yang bergerak dalam 
> penanganan isu anak dan media: Ninuk Pambudy (Wartawan Harian Kompas), 
> Atmakusumah Astraatmadja (Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo, Jakarta), 
> Mohammad Farid (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), Antarini Arna 
> (Direktur Eksekutif Yayasan Pemantau Hak Anak), Sumarni Dawam Rahardjo 
> (Deputy IV Kementrian Pemberdayaan Perempuan), Heru Hendratmoko (Ketua 
> Umum AJI), dan Kendartanti Subroto (UNICEF).
>
> Panitia menyediakan sertifikat penghargaan dan hadiah uang untuk tiga 
> pemenang; Rp. 12 juta untuk juara pertama, Rp 10 juta untuk juara 
> kedua, dan juara ketiga akan menerima Rp. 8 juta. Penghargaan kepada 
> pemenang akan diberikan pada 30 November 2006. Materi lomba paling 
> lambat harus sudah diterima Panitia pada tanggal 12 Oktober 2006 (cap 
> pos). Tulisan dapat dikirimkan lewat email ke 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:sekretariat%40ajiindonesia.org> 
> dan [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:sekretariatnya_aji%40yahoo.com> atau alamat sekretariat 
> Panitia Lomba Penulisan tentang Anak, Jl. Kembang Raya No. 6, Kwitang, 
> Senen, Jakarta Pusat 10420. Telp. (021) 315 1214.
>
> Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Panitia Lomba Penulisan 
> tentang Anak di Jl. Kembang Raya No. 6, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat 
> 10420. Telp. (021)3151214 atau email [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:sekretariat%40ajiindonesia.org> dan 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:sekretariatnya_aji%40yahoo.com>, 
> atau kunjungi www.ajiindonesia.org
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ***************************************************
> Lembar Fakta
>
> Selama satu dasawarsa terakhir ini Indonesia telah mencapai kemajuan 
> dalam berbagai Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development 
> Goals/ MDGS), khususnya dalam hal pengurangan kemiskinan dan 
> peningkatan pendidikan serta melek huruf. Namun kemajuan masih tampak 
> lamban dalam berbagai bidang:
>
>
> Angka Kematian Bayi dan Balita
> Dengan angka kematian bayi sebesar 35% per 1.000 kelahiran hidup dan 
> angka kematian balita sebesar 46 per 1.000 kelahiran hidup, sebenarnya 
> Indonesia berada di jalur yang baik dalam upaya mencapai sasaran 
> Tujuan Pembangunan Millenium. Meskipun demikian, angka kematian antar 
> propinsi bisa sangat berbeda satu sama lain, antara pedesaan dan 
> perkotaan.
>
>
> Imunisasi
> Walaupun jumlah bayi yang diimunisasi sudah menunjukkan peningkatan 
> sejak tahun 1990an, namun masih banyak bayi yang terkena penyakit 
> campak, wabah polio.
>
> 3.Gizi
>
> Lebih dari separuh kematian bayi dan anak kemungkinan berkaitan dengan 
> kekurangan gizi. Kurangnya tinggi dan berat badan anak masih terjadi, 
> sedangkan ASI eksklusif masih tetap rendah.
>
>
> Kematian Ibu
> Angka kematian ibu masih tinggi, yaitu 307 per 100.000. Penyebab 
> kematian ibu antaralain adalah pendarahan, eclampsia (keracunan 
> kehamilan) dan tekanan darah tinggi, komplikasi akibat keguguran, 
> persalinan yang terganggu serta infeksi.
>
> 5.Pendidikan Dasar
>
> Indonesia mencapai kemajuan yang tidak merata dalam segi pendidikan, 
> mengingat dua juta anak usia sekolah yang tidak bisa 
> sekolah.Pelaksanaan kebijakan wajib belajar sembilan tahun telah 
> mengantarkan Indonesia pada angka partisipasi di tingkat SD sebesar 
> 94%. Tapi angka partisipasi tingkat SMP hanya mencapai 65%.
>
>
> Perlindungan Anak
> Sekitar 60% anak balita di Indonesia tidak memiliki akta kelahiran dan 
> kelahirannya tidak tercatat dimanapun. Tanpa identitas, anak tidak 
> akan terjamin pendidikan dan kesehatannya serta layanan dasar lainnya. 
> Saat ini terdapat 3 juta anak memiliki pekerjaan berbahaya, dipaksa 
> menjadi pekerja seks dan mendapatkan kekerasan.
>
> 7.Kebijakan Pemerintah
>
> Pemerintah Indonesia berjanji memperkuat kebijakan nasional yang 
> melindungi anak-anak. Ini tertuang dalam UU perlindungan Anak tahun 
> 2002, UU Pendidikan Dasar 2003, Komitmen Sentani tahun 2004 untuk 
> melawan HIV/ AIDS, Rencana Aksi Nasional tahun 2002 mengenai 
> Penghapusan Bentuk Terburuk Pekerja Anak, serta Penghapusan 
> Perdagangan Anak dan Perempuan. Program Nasional Bagi Anak Indonesia 
> 2015 serta UU no. 23 tahun 2004 mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
>
>
> ---------------------------------
> How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call 
> rates.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  






Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke