SUARA MERDEKA
Senin, 19 Februari 2007 : 18.09

Diterjang Lesus
Ribuan Warga Yogya Kembali Jadi Pengungsi


     
      DITERJANG LESUS: Warga dibantu aparat Kepolisian dan TNI sedang sibuk 
mengangkat pohon yang menimpa rumah salah seorang warga yang ada di Jalan 
Gayam, Yogyakarta. (Foto :SM CyberNewssugiarto/Cn07). 
Yogyakarta, CyberNews.Belum selesai masa rekontruksi korban gempa bumi 27 Mei 
tahun lalu, kini Pemkot Yogyakarta sudah dihadapkan bencana angin puting 
beliung atau lesus yang memporakporandakan sebagian wilayah kota. 
Sebagian warga Yogyakarta yang semula mengungsi karena rumahnya runtuh 
diterjang gempa, kini mereka terpaksa berdiam lagi di tenda-tenda. Pasalnya, 
rumah-rumah yang baru saja usai dibenahi kembali diluluh-lantahkan angin lesus 
yang terjadi Minggu (18/2) sekitar pukul 17.15 WIB.

Meski amukan angin puting beliung tidak menimbulkan korban jiwa, namun tetap 
membuat Pemkota Yogyakarta bekerja ekstra keras. Karena akibat amukan angin 
lesus itu, 1.200 warga dari empat kecamatan di Yogyakarta yang menjadi korban 
puting beliung hingga Senin (19/2) masih berada di tempat pengungsian.

'Baru saja rumah kami ini selesai kami benahi, karena rusak diterjang gempa 
beberapa bulan lalu. E...e sekarang kembali rusak setelah Minggu petang (18/2) 
kemarin di terjang angin puting beliung,'' kata Bandi, Senin (19/2), warga 
Jalan Gayam yang rumahnya rusak cukup berat karena tertimpa pohon.

Hal senada juga disampaikan Suprih, warga Kebonan, yang rumahnya rusak 
diterjang angin lesus. Padahal rumahnya baru saja diperbaiki karena rusak 
akibat gempa. Kini ia dan keluarganya terpaksa kembali mengungsi di dalam 
tenda. ''Kami mengungsi sejak Minggu kemarin, karena rumah saya sekarang sedang 
kami perbaiki,'' jelas Suprih, Senin.

Meski Pemkot Yogyakarta masih dipusingkan dengan masalah rekontruksi yang belum 
selesai, namun untuk membantu meringankan korban puting beliung di Kota 
Yogyakarta, Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto menjanjikan akan memberi 
bantuan uang. Hal ini untuk membenahi rumah warga korban yang rusak akibat 
diterjang angin puting beliung.

Setiap rumah rusak parah, bakal memperoleh bantuan sebesar Rp 150 ribu. 
Sedangkan rusak ringan dan sedang, masing-masing dijanjikan mendapat bantuan 
sebesar Rp 50 ribu. Untuk sementara rumah yang rusak mendapatkan terpal sebagai 
pengganti atap yang hilang dibawa lisus.

Hery  menambahkan, hingga saat ini data rumah rusak akibat musibah angin puting 
beliung mencapai 1.200 buah. Hanya saja, kata Hery, jumlah itu kemungkinan 
masih bisa bertambah karena belum semua laporan masuk ke Satuan Pelaksana 
Penanggulangan Bencana Alam (Satlak PBA) Kota Yogyakarta.

"Kami juga belum bisa menghitung berapa persisnya rumah yang rusak berat, 
sedang atau ringan. Tapi dengan anggaran dana tak tersangka dari APBD Kota 
Yogyakarta dan sharing dari Provinsi DIY, semua korban bakal memperoleh 
bantuan," jelas Herry Zudianto yang terpilih kali kedua sebagai Walikota 
Yogyakarta.

Sementara Kepala Kantor Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Kota 
Yogyakarta, Wahyu Widayat menyatakan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan 
dropping 560 terpal dan langsung dikirim ke rumah-rumah penduduk. Jika terjadi 
kekurangan, kata dia, pihaknya juga sudah menyiapkan 600 terpal sebagai stok.

Menyingung kerusakan rumah penduduk lebih jauh Wahyu mengatakan, jumlah 
terbesar berada di Kecamatan Gondokusuman yaitu sebanyak 762 rumah. Di 
Kecamatan Danurejan sebanyak 202 buah, Kecamatan Umbulharjo 165 rumah dan 
Kecamatan Pakualaman sebanyak 44 rumah. Jumlah itu, kata dia, belum termasuk 
fasilitas pendidikan, kesehatan, stasiun dan tempat ibadah.

Sementara Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta, Eko 
Suryo menyatakan, akibat puting beliung yang menumbangkan ratusan pohon dan 
menimpa jaringan listrik hingga aliran listrik padam, pihaknya akan melakukan 
pengiriman air bersih. Untuk tahap awal, kata Eko, pihaknya mengerahkan lima 
buah tanki pemasok air bersih.

"Selain itu, kami telah mengirim genset untuk pembangkit listrik darurat 
sebanyak 10 unit. Jumlah itu akan kami tambah menjadi 19 unit genset lagi 
mengingat kerusakan jaringan listrik cukup parah," kata Eko.

Sedangkan warga dan para korban amukan angin puting beliung Senin kemarin 
dengan dibantu aparat kepolisian dan TNI, tampak sibuk melakukan kerja bhakti 
membersihkan puing-puing dan pepohonan yang roboh diterjang lesus. ( 
sugiarto/Cn0

<<attachment: 19blesus1.diy-sgt.jpg>>

Kirim email ke