SUARA PEMBARUAN DAILY -----------------------------------------------------------
Berjualan Paprika di Internet Internet adalah keajaiban ilmiah. Berkat teknologi ini, berjualan pun lebih nyaman dan tak perlu repot. Internet pun meringkas alur pemasaran. Inilah manfaat yang dipetik oleh Ketut Wiriantara, anggota Kelompok Tani Muda Mandiri, Desa Pancasari, Bedugul, Bali. Ceritanya, pria muda yang juga menjadi pelatih di Community Training and Learning Center (CTLC) Microsoft itu suatu hari mengakses internet untuk keperluan menggali informasi pertanian. Bersama sesama rekan petani di kelompok tani dimaksud, mereka mencoba menanam tanaman paprika. Sebelumnya, mereka telah sukses bertani stroberi, dan ingin mencoba komoditas lainnya. Setelah mendapatkan wacana bertani paprika melalui internet, kelompok tani ini mengirim e-mail ke Yayasan Pertanian Organik Bali (YPOB) guna mendapatkan pendampingan dan juga pinjaman dana. Kelompok tani ini akhirnya mendapat kucuran Pinjaman Modal Pengembangan Usaha Kecil (PMPUK) dari YPOB sebesar Rp 150 juta. "Pinjaman itu untuk biaya operasional enam rumah plastik," kata Joko Trisayoga dari YPOB di Bedugul, Bali, akhir pekan lalu kepada Pembaruan. Baru sekitar tiga bulan lebih bertanam paprika, suatu hari, kelompok tani ini mencoba memasarkan paprika. Berbekal akses internet dari CTLC, Ketut Wiriantara mencoba memasarkan paprika ke beberapa pemasok. Tujuh hari kemudian, sebuah perusahaan menghubungi mereka. "Pemasok langsung datang ke perkebunan paprika kami yang ada di enam rumah plastik itu. Begitu melihat, mereka langsung setuju untuk membeli paprika-paprika kami," papar Wiriantara. PT DIF, pemasok yang menampung paprika hasil tanaman Kelompok Tani Muda Mandiri itu memberikan harga beli yang cukup bagus, Rp 6.000 per kg. Harga ini untuk semua jenis petikan paprika yakni hijau, kuning, dan merah. Wiriantara mengaku terbantu oleh adanya CTLC. "Sayangnya, akses internet di tempat kami kadang kurang lancar dan sering kena virus. Kami mengharap pihak Microsoft segera memberi pelatihan cara membuat website," paparnya. Menanggapi hal itu, Public Affairs Manager PT Microsoft Indonesia, Cynthia Iskandar, Kamis (2/2) di Jakarta mengatakan, pihaknya memberikan pelatihan dasar-dasar komputer untuk mengenalkan teknologi informasi kepada masyarakat melalui CTLC. "Nantinya akan timbul kebutuhan yang lebih yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kebutuhan tersebut, seperti pelatihan yang lebih maju akan selalu kami akomodasikan. Masalah yang timbul seperti virus, juga merupakan bagian dari transfer knowledge kami ke para pelatih di CTLC. Mereka akan kami dampingi melalui kemitraan dengan Balisoft yakni mitra Microsoft di Bali," urainya. Super Tentang komoditas paprika, menurut Joko Trisayoga , paprika hasil tanaman Kelompok Tani Muda Mandiri bahkan ada yang dihargai Rp 5.000 per buah. Memang masuk akal mengingat paprika-paprika itu masuk kualitas super. Beratnya rata-rata 300 gram per buah dengan ketebalan lebih dari 0,5 cm. Menurut I Nyoman Sama, anggota Kelompok Tani Muda Mandiri, paprika hasil budidaya mereka memang masuk grade super. Ini karena bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar. Pemasok membutuhkan pasokan paprika kualitas super itu sebanyak 7 hingga 8 kuintal per minggu. "Saat ini kami baru bisa memasok paprika sebanyak 3 hingga 4 kuintal per minggu. Kami sedang mempertimbangkan untuk mencari tambahan modal supaya bisa memenuhi permintaan pasar," terangnya. Membudidayakan paprika seperti itu, menurut Nyoman Sama, perlu perhatian dan ketelatenan. "Memetik dan mengurangi cabang dan buah yang tidak perlu, harus dilakukan. Hal ini supaya tanaman paprika tumbuh meninggi dan semua nutrisinya terkonsentrasi pada buah," katanya. Dengan perawatan dan perhatian seperti itu, katanya, mereka yakin mampu mempertahankan kualitas produk. Dengan demikian, permintaan pasar pun bisa terlayani. (N-5) -------------------------------------------------------------------- Last modified: 3/2/06
