Terima Kasih juga Kang Abbas, mari kita berhati-hati terhadap individu yang
sering menganggap dirinya adalah wakil tuhan, dan selalu menjustifikasi
pendapat yang lain salah.
salam,
sholla taufiq
Al-Mahmud Abbas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setuju Abah Taufiq, ana tidak mengklaim tapi itu kutipan ringkas dari postingan
awal yang menjadi point of focus. Ana menanggapi pernyataan rekan JP, oleh
sebab itu saya nyatakan kurang bijaksana.
Lihat postingan saya tanggal 22. Terima kasih.
Wassalam.
On 2/23/07, sholla taufiq <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Buat Mas Mahmud Abbas,
Jika antum langsung mengklaim tidak ada dasar hukunya dalam Islam itu salah
besar, apalagi sampai mengharamkan.
Bukankah Islam itu agama yang sempurna, niscaya hukumnya juga sempurna. jika
kita belum menemukan dalil hukumnya, itu bukan berarti tidak ada dalam hukum
Islam.
Agama Islam itu sangat manusiawi, menjunjung tinggi kecerdasan berfikir,
menjaga kemashlahatan bersama, dan selalu up to date (likullia zaman wa makan).
memang Valentine tidak ada dalam sunnah Rasulullah, namun hal itu secara
kebetulan dari ajaran agama lain, sebab hanya kebetulan kejadian dan perayaan
itu dilingkungan agama lain (selain Islam.).
nah, Jika ada yang berlebihan dalam perayaan itu, bukankah Islam sendiri
mempunyai Konsep "Syad al-Dzari'ah" atau konsep Ushul Fikih yang lain.
terkait ada yang berlebihan tadi, itu yang salah bukan salah tradisinya namun
salahkan orang yang melakukannya. kalau perlu tegur, ingatkan dan ajari mereka
yang berlebihan. bukankah manusia itu tempat 'al-Khoto' (salah) wa 'nisyan'
(lupa), sebagaimana definisi al-Insan (manusia) dan al-Nisyan (pelupa) berasal
dari akar kata yang sama?
wallahu a'lam...
Al-Mahmud Abbas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tolong dicermati mas JP : bahwa itu bukan sekedar
himbauan tetapi 'menyatakan HARAM' karena :
1. tidak ada dasar hukumnya dalam Islam (=penerapan yang serampangan)
2. berasal dari keyakinan lain yang berbeda dengan nilai-nilai Islam (=kurang
paham mengenai latar belakangnya)
3. sering dimaknai dengan kebebasan mengekspresikan kasih sayang kepada
pasangan yang berlainan jenis (=yang begini juga memang tidak sejalan dengan
agama apapun dan tidak sejalan juga dengan latar belakang spirit/semangat
valentine).
Yang berupa himbauan adalah merayakannya jangan di tempat terbuka.
So.. saya menyatakan pernyataan itu tidak/kurang bijaksana dan kurang didasari
oleh pengertian latar belakang yang benar. Dan saya kira penerapan hukum Islam
yang demikian adalah kurang bijaksana.
Wassalam.
On 2/22/07, jp2success < [EMAIL PROTECTED]>