Sorry Mas Roy, yang saya maksud bukan yang menimpa di perusahaan Halim, tetapi
dibeberapa tempat lain.
Memang agak sulit menjelaskan pada Anda yang non muslim. Karenanya sulitnya
juga menjelaskan argumentasi Anda bahwa dalam keadaan memaksa seorang muslim
boleh tidak sholat. Tapi boleh juga saya berikan penjelasan sedikit buat Anda.
Dalam Islam, jangankan hanya rapat dalam kondisi sakit separah pun shalat
harus dijalankan. Tentu saja disesuaikan dengan kadar kemampuan masing-masing.
Artinya kalau memang hanya bisa berbaring ya berbaring, hanya bisa duduk ya
duduk. Karenanya seorang mayat pun harus disholatkan.
Dalam Islam pula, meninggalkan sebuah kewajiban bukan sesuatu yang bisa
dipermaklumkan. Karena jelas, ada kewajiban ditinggalkan ada dosa yang
ditanggung. Nah, dengan adanya pemahaman yang sudah dimiliki oleh karyawan
tersebut, mau tidak mau Shalat harus dilakukan.
Saya juga sedikit mengkoreksi bahwa tidak disebutkan kejadian itu hanya
sekali dalam sebulan. Kita tidak tahu, jangan-jangan hal itu mungkin sudah
dilakukan berulang-ulang. Karena kecewa si karyawan itu baru berani mengadukan.
Namun yang lebih substansi sebenarnya pada regulasi atau kebijakan yang
dibuat Bos Halim dengan mengadakan rapat yang bagi kalangan manusia cukup sulit
diterima secara wajar. begituuu Thanks.
Roy Hamandika <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Buat Arif,
Pertama-tama, darimana anda tahu bahwa kasus tersebut sdh terjadi beberapa
kali? Saya sudah baca ulang postingan awal dan tidak menemukan informasi yg
mengatakan bahwa Halim sdh melakukannya berkali-kali. Yg teliti dong kalau baca
spy tidak terkesan anda itu seorang provokator yg ingin memperkeruh suasana.
Kedua, mengingat mereka sdh meeting dari jam 8-14, mungkin saja mereka
membicarakan hal-2 yg benar-2 penting buat kelangsungan hidup perusahaan yg
juga merupakan sumber periuk nasi bagi semua karyawan termasuk anggota
keluarganya. Bisa dimaklumi dong kalau hanya sekali dalam sebulan mereka
melakukan hal itu. Mungkin saja mereka sedang dikejar deadline laporan. Saya
bukan muslim, tapi kata temanku yg muslim, dalam keadaan memaksa dan orang
tidak menunaikan sholat, maka Allah maha Pengampun.
Ketiga, kalau kasus ini akhirnya dipolitisir dan Halim merasa tidak nyaman
lagi dengan tekanan-2 yg dia hadapi maka bisa saja dia menutup usahanya atau
merelokasinya ke t4 lain. Semua karyawan akan kehilangan pekerjaan dan sumber
penghasilan. Kalau ini yg terjadi, saya percaya karyawan yg melaporkan kasus
ini ke tokoh agama pasti akan menyesali perbuatan mereka. Pada akhirnya mereka
akan menyadari bahwa tindakan mereka gegabah atau kurang berpikir panjang.
Keempat, kalau sudah merelokasi usahanya, saya yakin Halim pasti akan lebih
selektif dalam memilih karyawan. Kemungkinan besar, dia lebih memilih karyawan
non muslim untuk menghindari masalah serupa. Dengan demikian, tindakan gegabah
segelintir karyawan muslim di Tasik Malaya tsb akan berdampak kepada calon-2
karyawan muslim lainya kelak yg berniat bekerja di perusahaannya Halim.
Kemungkinan Halim akan dituding bersikap diskriminasi. Tapi jangan lupa, Halim
tetap punya hak prerogatif untuk merekrut karyawan yg bagaimana yg dia anggap
cocok untuk bekerja di perusahaannya.
Kelima, kalau kasus ini diinternasionalisasi ( jangan lupa, Halim itu dealer
mobil yg jaringannya mendunia ) maka investor asing akan berpikir seribu kali
untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Buktinya, banyak perusahaan multi
nasional yg sdh merelokasi usahanya ke Vietman atau China karena problem
ketenaga kerjaan. Akibatnya, problem ketenaga kerjaan alias pengangguran yg
semakin besar akan terjadi.
Semua hal diatas hanya disebabkan oleh segelintir orang yg berpikir picik.
Benar-2 memprihatinkan.
Salam/Roy
arif fuadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hehe mbak Ati, mestinya kembali ke substansi masalah bahwa ini
menyangkut hak asasi manusia, yaitu menjalankan ibadah sesuai agama yang
dianut. Memang, betul, sebuah organisasi atau lembaga bisnis apapun punya
aturan atau regulasi yang mengatur hak dan kewajiban seorang karyawan. Tapi
lihat, dalam kasus itu disebutkan rapat dari jam 8 sampai jam 14 belum selesai.
Normalnya, dalam sebuah perusahaan istirahat ya dari jam 12-13. Atau mungkin
perusahaan ini yang nggak normal, sehingga memberlakukan kerja rodi (kali).
Soal pelaporan kepada tokoh masyarakat atau tokoh agama, itu juga menyangkut
hak seseorang. Bisa jadai karena selama ini tidak percaya dengan perangkat
hukum, ya nggak ada salahnya lapor ke tokoh agama. Dan jangan salah Mbak Ati,
kejadian ini bukan satu atau dua kali, tapi sudah beberapa kali....
Wasss...
ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
yay yay yay.....kenapa enggak diselesaikan lewat jalur hukum ?, case nya disini
apa sih? dilarang beribadah ? maksudnya gak boleh sembahyang gitu? kalau
sembahyang dlm waktu istirahat karyawan kan bisa dong, kalau memang jadwal
kerja..ya mana bisa, kita kerja diperusahaan ya hrs ikutin regulasi perusahaan
dong, pengaduan2 soal hukum kok ke tokoh masyarakat ? alias tokoh agama?
....Director Halim mungkin kesel karyawan sembahyang pada jam2 kerja, bukan
berarti melarang beribadah sesuai dengan agama si karyawan, gak masuk akal
masak ada Director ngelarang hal2 begini, saya juga kalau punya perusahaan jam2
kerja dipake ibadah kesel lah....business is business, ibadah ya ibadah, jangan
dicampur baur, enak aja emang nya revenue perusahaan bisa dikeruk dari ibadah?
sorry bukan nya saya malah memperkeruh suasana "SARA" ini, kesel aja dgn cara2
org kita mengatasi masalah2 begini apalagi tokoh2 masyrakat yg menteror sampai
toko2 pada tutup, I am sick of this shit !
Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED] net
-----------------------------------------------
TASIKMALAYA - Kota Tasikmalaya mencekam. Sejumlah toko memilih tutup menjelang
pukul 14.00. Gara-garanya, tebersit kabar bahwa tokoh agama se-Tasikmalaya
bakal berunjuk rasa.
Sasarannya adalah diler mobil Dahana Berlian. Penyebabnya, direktur diler
tersebut, Khairul Halim, diberitakan melarang karyawatinya beribadah sesuai
agamanya.
Berita bernuansa SARA tersebut berawal dari kedatangan beberapa karyawati diler
tadi ke rumah Khaeruman Azam, tokoh agama Tasikmalaya. Dewi, salah seorang
karyawati itu, mengadu karena dilarang beribadah oleh Halim di tengah rapat
perusahaan.
Menanggapi pengaduan tersebut, Azam bersikap hati-hati. Dia menyumpah tujuh
karyawati yang mengadu padanya. Tujuannya, agar mereka menceritakan kejadian
apa adanya tanpa ditambahi atau dikurangi.
"Setelah disumpah, mereka menceritakan kejadian pada 3 Maret itu," tambah Azam.
Saat itu, para karyawati tengah mengikuti rapat bersama Halim mulai pukul 08.00.
Ketika sampai pukul 14.00 rapat tidak juga selesai, mereka minta izin untuk
beribadah sesuai agamanya. Bukannya mendapat izin, mereka malah dimarahi.
Yang membuat mereka tidak terima, Halim melontarkan ungkapan-ungkapan yang
mendiskreditkan agama para karyawati tersebut. "Hampir setengah jam bos itu
marah," kata Azam menirukan pengakuan para karyawati itu.
Untuk menegaskan pengaduan tersebut, Azam minta para karyawati itu membuat
laporan tertulis. Bersama tokoh-tokoh lain, Azam membahas pengaduan tersebut.
Pada saat yang sama, Halim datang untuk memberikan klarifikasi. Berita yang
berkembang, Halim berniat menyuap para tokoh agama tadi agar tidak lagi
mempermasalahkan kasus itu.
Berita tersebut dibantah Tubagus Miftah Fauzi, tokoh lain yang ikut dalam
pertemuan itu. Fauzi menjelaskan bahwa Halim datang dengan mengajak seseorang
yang disebutnya sebagai saksi kejadian di dalam rapat itu.
Namun, belakangan diketahui bahwa orang yang diajak Halim tadi ternyata tidak
hadir dalam rapat yang akhirnya bermasalah tersebut. "Itu menunjukkan bahwa dia
(Halim) memang tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan masalah tadi,"
tambah Fauzi. Berdasar fakta-fakta itu, para tokoh akhirnya sepakat untuk
bersikap tegas terhadap kasus tersebut.(rzr/dir)
<< :: Kembali
----------------------------------------------
Best View : 1024 x 768 with IE 5.5 or above
©Copyright 2006, Jawa Pos dotcom colo'RADNET.
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
---------------------------------
Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and
always stay connected to friends.