26/03/2007 17:06 WIB PKS Kecewa Sikap Plin-plan Pemerintah Soal Nuklir Iran
Nala Edwin - detikcom Jakarta - PKS meyayangkan sikap pemerintah yang plin-plan terhadap masalah nuklir Iran. Awalnya mendukung penggunaan nuklir Iran untuk tujuan damai, tapi sekarang menyetujui sanksi untuk negara tersebut. "Ini terkesan inkonsisten, kalau mau melarang Iran menggunakan nuklir, itu bertentangan dengan pernyataan kita sebelumnya," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada detikcom usai deklarasi pasangan cagub-cawagub Adang-Dani di Kantor DPP PKS, Jalan Mampang Prapatan Raya no 98, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2007). Seharusnya, menurut Tifatul, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia menjadi pengimbang dan jangan ikut-kutan negara besar lainnya. "Jadi bisa memberikan pandangan yang positif dan jernih terhadap masalah nuklir tersebut," urai pria kelahiran 1961 itu. Tifatul mencontohkan, negara seperti Amerika Serikat yang memiliki ribuan hulu ledak nuklir tidak dilarang oleh PBB. "Jadi jangan ada standar ganda, seharusnya kalau mau dilarang, ya dilarang saja semuanya," cetus dia.(nik/nrl) Source : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/ detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/26/time/170615/idnews/758801/idkanal/10 PBNU: Ulama-Ulama Dunia Kecewa terhadap Pemerintah Indonesia Senin, 26 Mar 07 17:56 WIB Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan kecewa dengan sikap pemerintah yang mendukung resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB 1747 yang diputuskan di New York, Amerika Serikat, Sabtu (24/3). Dijelaskannya, setelah pemerintah mengambil sikap pro Amerika Serikat (AS) itu, pihaknya kewalahan menerima protes keras dari tokoh dan ulama terkemuka dunia akibat sikap Indonesia yang mendukung resolusi 1747 DK PBB tersebut. "Saya kewalahan menerima kontak dari ulama-ulama terkemuka dunia yang mengungkapkan kekecewaan, kekesalan serta protes keras atas terlibatnya Indonesia yang menyetujui sanksi PBB terhadap Iran, karena Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, pelopor Non Blok dan ekponen penting OKI, " ujar Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, di Jakarta, Senin (26/3). Menurutnya, akibat sikap gegabah itu, Indonesia akan dijauhi umat Islam dan bangsa lain. Bahkan, bukan tidak mungkin umat Islam Indonesia akan mengambil jarak dengan pemerintah. "Pemerintah harus bertanggungjawab atas sikapnya itu terhadap rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim, " katanya mengingatkan. Selain itu, tambah Hasyim, yang juga Ketua Konferensi Cendekiawan Muslim Dunia, reputasi Indonesia di kalangan negara berkembang dan negara Islam telah pupus. Indonesia mungkin mendapat pujian dari Amerika Serikat, namun bangsa Indonesia tidak akan menuai keuntungan apa-apa. Seharusnya, kata Hasyim, elit politik Indonesia belajar dari sejarah pemimpin dunia yang ketika berkuasa menjadi pendukung AS namun tidak mendapat pembelaan negara adidaya itu ketika mengalami kejatuhan. "Marcos, Idi Amin, Duvalier, Nguven Van Theu adalah contohnya. Tak ada di antara mereka yang ditolong AS setelah jatuh. Mungkin saja Indonesia nanti juga demikian, " tandasnya. (dina) Source : http://www.eramuslim.com/news/nas/46079648.htm Senin, 26/03/2007 17:14 WIB Demokrat Dukung Sikap RI dalam DK PBB <http://www.okezone.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=1009 0&itemid=67> E-mail Pipiet Tri Noorastuti - Okezone JAKARTA - Fraksi Demokrat mendukung sikap pemerintah RI yang ikut mendukung DK PBB dalam menjatukan sanksi terhadap Iran. "FPD mendukung sikap pemerintah terhadap DK PBB untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran," jelas ketua Fraksi Demokrat, Syarif Hasan kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta. Senin (26/3/2007). Syarif mengatakan sikap pemerintah RI dilakukan bukan masalah takut terhadap tekanan Amerika, tetapi lebih melihat kepada kebijaksanan LN Indonesia yang bebas aktif dan lebih mementingkan kepentingan bangsa dari kelompok-kelompok tertentu. Dalam kesempatan itu, Syarif juga membantah jika dikatakan Presiden SBY ingkar terhadap janji politik yang mendukung Iran. "Kalau SBY dikatakan mencla-mencle itu hanya kesan orang saja, yang penting korelasinya dan tidak benar jika SBY dikatakan sebagai antek-abtek amerika," pungkasnya. (uky) Source : http://www.okezone.com/index.php?option=com_content <http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=10090&Item id=67> &task=view&id=10090&Itemid=67 Senin, 26/03/2007 15:50 WIB DPR akan Gulirkan Interpelasi Soal Sanksi Iran <http://www.okezone.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=1007 4&itemid=67> E-mail Pipiet Tri Noorastuti - Okezone JAKARTA - Sejumlah kalangan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengecam sikap pemerintah Indonesia mendukung resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB memberikan sanksi kepada Iran. Kini, interpelasi akan digulirkan untuk mempertanyakan sikap pemerintah itu. "Ya ini Presiden bisa di-impeachment, karena telah melanggar UUD. Oleh karena itu arah untuk melaksanakan interpelasi, kemudian berujung kepada impeachment saya rasa sangat beralasan," kata anggota DPR Effendi Choirie dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2007). Menurut dia, pemerintah Indonesia seharusnya memiliki komitmen dan semangat sebagai negara nonblok dan negara Islam. Dia berpendapat, jika hal ini diteruskan oleh presiden dan Menlu saat ini, hal-hal itu terus terjadi dan terulang. "Kita tidak akan berlama-lama dan segera mempercepat proses interpelasi," ujarnya. Sikap inkonsistensi Indonesia tersebut bertentangan dengan sikap parlemen dan masyarakat. Padahal keanggotaan tidak tetap Indonesia di DK PBB, karena dukungan OKI dan organisasi nonblok yang secara resmi mendukung Iran dalam mengembangkan nuklir untuk tujuan damai. "Kalau memang pengin jadi antek Amerika, keluar saja dari keanggotaan OKI dan nonblok. Sebab Indonesia tidak memperjuangkan aspirasi keduanya," ungkap Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif. Untuk itu, DPR akan memperjuangkan hak interpelasi yang prosesnya akan dilakukan sebelum reses berakhir dan akan segera dihela setelah reses. Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. "Kita akan mendukung DPR untuk melakukan hak interpelasi," tandasnya. (mbs) Source : http://www.okezone.com/index.php?option=com_content <http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=10074&Item id=67> &task=view&id=10074&Itemid=67
image001.gif
Description: GIF image
