Peresmian Rumah Baca LESTARI Dukung Partisipasi Anak melalui Rumah Baca Oleh: P. Sari INSTITUT PEREMPUAN-Bandung: Minggu, 18 Maret 2007 adalah hari yang penting bagi masyarakat desa Babakan Mulya, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Pada hari itu, Rumah Baca LESTARI dibuka dan diresmikan oleh kuwu (kepala desa), dan dihadiri oleh anak-anak, orang tua, LPM, BPD, dan kru radio komunitas BAINA. Peresmian Rumah Baca sebenarnya telah lama direncanakan oleh anak-anak selaku pengurus rumah baca, namun terkendala dengan belum dilantiknya kuwu. Oleh karenanya, meskipun rumah baca telah kurang lebih 1 bulan berjalan, namun baru diresmikan pada tanggal tersebut, setelah pelantikan kuwu. Rumah Baca LESTARI yang bertempat di ruang tamu salah seorang warga sekaligus pendamping anak-anak, Maryati, sebelumnya memiliki kendala tempat. Akhirnya Maryati,-yang juga adalah aktivis Paguyuban Wanita Peduli Buruh Migran-, menyediakan ruang tamunya sebagai tempat rumah baca. Rumah Baca ini merupakan hasil diskusi dengan anak-anak desa Babakan Mulya. Dalam diskusi yang difasilitasi INSTITUT PEREMPUAN, terpetakan adanya kebutuhan anak-anak akan adanya perpustakaan. Melalui diskusi tersebut, anak-anak berkomitmen untuk menjalankan Rumah Baca. Nama dan juga pengelolaan Rumah Baca ini diselenggarakan oleh anak-anak, sehingga dapat dikatakan merupakan hasil aspirasi anak. Dalam laporan yang disampaikan oleh ketua Rumah Baca, Rian Supriyana (kelas 3 SMP, 15 tahun), diberitahukan bahwa pengurus rumah baca terdiri dari 20 orang. Acara peresmian Rumah Baca yang dipersiapkan seluruhnya oleh anak-anak, dimulai pada jam 09.30 atau mundur 30 menit dari rencana sebelumnya dihadiri oleh 30 orang. Dalam sambutannya, Ibu Neneng, kuwu Babakan Mulya menyambut baik adanya Rumah Baca di Babakan Mulya, sehingga bisa menumbuhkan minat baca anak-anak. Bu Neneng mengharapkan agar rumah baca ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat desa Babakan Mulya, dan masyarakat pun ikut berpartisipasi di dalamnya. Dulu saya jika akan membaca harus sembunyi-sembunyi di WC. Namun sekarang dengan adanya rumah baca, tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Minat membaca harus dikembangkan, karena melalui membaca kita bisa maju, demikian nasihat Ibu Neneng kepada anak-anak. Radio Komunitas BAINA, selain meliput acara peresmian rumah baca juga berjanji akan menyebarluaskan informasi tentang adanya Rumah Baca dan mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung Rumah Baca. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Rumah Baca di sambut baik dan didukung oleh masyarakat Babakan Mulya. Adanya rumah baca dapat dilihat sebagai bentuk pemenuhan hak anak, yaitu hak atas informasi dan juga berpartisipasi. Pasal 13 Konvensi Hak Anak dengan tegas menyatakan bahwa anak mempunyai hak atas kebebasan untuk mengusahakan, menerima, dan memberi segala macam informasi dan gagasan. Selain itu, PBB juga telah mendorong negara-negara memberikan perhatian kepada isu pemberdayaan anak perempuan sebagai jawaban dari persoalan diskriminasi dan kekerasan terhadap anak perempuan, demikian disampaikan oleh Ria Permana, aktivis INSTITUT PEREMPUAN, yang juga menghadiri peresmian rumah baca. Melalui Rumah Baca ini diharapkan anak-anak dapat leluasa mengepresikan pendapat dan minatnya. Meskipun masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan rumah baca, terutama berkaitan dengan buku-bukunya namun semangat anak-anak perlu diacungi jempol. Disamping negara yang berkewajiban melindungi hak-hak anak, sebagai orang dewasa, adalah tanggung jawab kita untuk memastikan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang anak, lanjut Ria. Rumah Baca LESTARI turut mengundang kepada pihak-pihak yang berminat untuk menyalurkan bantuan buku maupun bahan bacaan lainnya untuk langsung menghubungi Rumah Baca LESTARI di RT 06/ RW 2, Desa Babakan Mulya, Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan, Jawa Barat (contact person: Maryati 081324736430) atau melalui INSTITUT PEREMPUAN. (*) INSTITUT PEREMPUAN. Jl. Dago Pojok No. 85, Coblong Bandung 40135 Telp./Faks.: 022-2516378 E-mail: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------- We won't tell. Get more on shows you hate to love (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
