Keliru, kalau dikatakan Bambang Wisudo dicampakkan
setelah membela mati-matian Kompas. Yang benar, dia
bekerja di Kompas, dan untuk itu dia mendapat imbalan
berupa nafkah dan berbagai jaminan lainnya. Sekarang
ini, misalnya, sudah tidak aktif (dipecat) tapi tetap
mau menerima gaji setiap bulan. Mau merusak sawah
tetapi tetap ingin hidup darinya.Salam kebangsaan.


--- bonar napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Buat Bung satrio. 
>   Agaknya Bung tidak perlu risau. Karena memang
> milis ini "dikuasai" orang-orang merah. Tidak hijau.
> Saya dari awal hanya pasif di milis ini. tapi lama
> kelamaan melihat Bung Satrio malah menjadi target
> sasaran. Padahal isu awalnya adalah tentang
> pemecatan Bambang Wisudoh. Tapi orang-orang merah
> ini memang seolah terorganisir. mereka mengalihkan
> perhatian dengan menyerang Bung Satrio. Padahal yang
> disuarakan Bung satrio adalah logis dan masuk akal
> semuanya tentang KOMPAS. hanya orang-orang merah
> yang didalamnya merasa kepanasan dan seolah merasa
> besar seluruhnya. Padahal mereka tidak sadar suatu
> saat bakalan mengalami nasib yang serupa seperti
> Bambang Wisudoh. Dicampakkan dan dibuang begitu saja
> setelah membela mati-matian lembaganya. 
>    
>   Jadi Bung satrio lebih beruntung. karena lebih
> dulu memilih jalan untuk keluar dari komunitas
> orang-orang merah itu. Biarlah mereka berpikiran
> seperti itu. toh mereka hanya mampu di tahapan itu
> saja. Tak mampu berbuat lebih. 
>   Maju terus Bung.   
> 
> Priyo Husodo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Kalo ngomongin Bung Satrio sih, saya
> sangat menikmati tulisannya ketika
> Perang Irak tahun 1990, menurut saya ketika itu
> liputan Bung Satrio termasuk
> yang kudu dibaca. Liiputannya membuat saya simpati
> sama saddam husein.
> cuman sejak itu memang tidak ada liputan yang
> "mengigit" dari Bung Satrio.
> Di Kompas sekarang bung Wisudo termasuk yang bagus
> tulisannya sama seperti
> liputan Maruli tobing atau rikard bagun (kok jarang
> nulis lagi sih). tipikal
> Satrio dan Maruli hampir sama... jurnalis itu harus
> berpihak kepada yang
> lemah betapapun yang lemah itu salah (ini cuman
> perasaan loh).
> Tapi ketika di TV justru bung satrio kehilangan
> imaginasinya (?) apa mungkin
> karena karakter kedua media ini berbeda?
> kalo di koran kita bisa menerawang melintasi daya
> imaginasi kita, tapi
> bahasa tv sudah begitu gamblang audio dan videonya.
> cuman saya agak heran memang mengapa bung satrio
> lebih "hijau" gitu? ada apa
> yah? atau memang bung Satrio ini sekarang menganggap
> hijau ini lebih lemah
> sehingga perlu berpihak?
> saya rasa apa yang Ging bilang cukup bijak buat aji
> (emang loh Ging dari
> dulu tetep "cool"...) eh kabar eko item gimana yah?
> ada yang tahu?
> denger-denger di di BBC?
> 
> salam dari rimba borneo,
> 
> ph
> 
> On 12/18/06, pam budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Buat Bung Satrio
> > Tenang saja. Ibarat begitu banyaknya anjing
> menggonggong, kafilah berlalu.
> > Kayaknya milis ini mmg sdh tak cocok untuk
> postingan yang peduli pada
> > seputar masalah pers.
> > Biarlah orang2 yg ngomong ngalor ngidul penuh caci
> maki dan sumpah serapah
> > itu bergaya di sini, karena mungkin tak punya
> media aktualisasi diri di
> > tempat lain.
> > Kayaknya orang2 spt Bung Satrio, Bung Ade Armando,
> Bung Radityo, dan
> > beberapa insan peduli pers lainnya perlu "hijrah"
> ke milis lain saja, atau
> > bikin milis baru lagi.
> >
> > Wassalam,
> > pambudi
> 
> 
>          
> 
>               
> ---------------------------------
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai
> perlindungan terbaik terhadap spam. 
>  http://id.mail.yahoo.com/
> 


 



 
____________________________________________________________________________________
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
http://mobile.yahoo.com/mail 

Kirim email ke