http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/032007/27/0311.htm


SBY Disambut Demo Mahasiswa
Presiden Melantik 6.000 Penyuluh Pertanian Se-Indonesia  


BOGOR, (PR).-
Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Istana Bogor, Senin 
(26/3) diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa dari tiga 
elemen berbeda yaitu dari mahasiswa dan lulusan Sekolah Tinggi Penyuluh 
Pertanian (STPP) se-Indonesia, BEM KM IPB dan mahasiswa dari Kesatuan Aksi 
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bogor.

Presiden datang ke Istana Bogor untuk melantik 6.000 penyuluh pertanian daerah 
seluruh Indonesia. SBY didampingi Menteri Pertanian Anton Apriyantono.

SBY yang tiba di Istana Bogor sekitar pukul 9.00 WIB dengan pengawalan ketat 
disambut aksi para mahasiswa yang sudah menunggu sejak pagi di pintui gerbang.

Dari informasi yang diperoleh "PR", sejumlah mahasiswa dari BEM KM IPB yang 
melakukan aksi unjuk rasa di pintu gerbang III Istana Bogor sempat menjebol 
pintu gerbang istana dan membuat repot petugas kemanan. Dalam aksinya, mereka 
juga sempat menghadang sejumlah kendaraan tamu yang hendak masuk istana via 
pintu III ini. Setelah terjadi aksi dorong-dorongan, akhirnya lima orang 
perwakilan mahasiswa diizinkan untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa dari KAMMI menilai pemerintahan SBY-JK gagal 
dalam menjaga profesionalisme dan mengemban amanat rakyat. Sedangkan BEM KM IPB 
menuntut dan mengultimatum SBY-JK untuk melakukan langkah-langkah strategis. 
Seperti melakukan reshuffle atau mengganti menteri yang ada dalam tim 
kesejahteraan rakyat, karena dinilai telah gagal menyejahterakan rakyat.

Sementara, ratusan mahasiswa dan STPP se-Indonesia menagih janji Menteri 
Pertanian yang akan merekrut alumni STPP sebagai tenaga harian lepas, tetapi 
hingga kini tidak terealisasi. 

Mereka menuntut dan mengultimatum SBY-JK untuk melakukan langkah-langkah 
strategis. "Prioritaskan pembangunan di sektor pertanian sebagai sumber daya 
alam utama Indonesia. Tangkap seluruh mafia perberasan dan perbaiki tata niaga 
perberasan," ujar Presiden Mahasiswa IPB Erick Wahyudyono.

Selain itu, para mahasiswa juga mendesak SBY-JK untuk memprioritaskan 
pembangunan di sektor pendidikan dengan merealisasikan 20 persen anggaran 
pendidikan di APBN yang akan disahkan DPR di DPR. "Lakukan perbaikan ekonomi di 
sektor riil yang sekarang masih stagnan bahkan merosot tajam," kata Erick.

Sementara itu ketua KAMMI Daerah Bogor Hermawan menegaskan kemorosotan tersebut 
terjadi pada kuartal 1 2006 yakni dari 6,7 persen (awal pemerintahan SBY-JK) 
menjadi 4,59 persen. 

"Bagaimana dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen pada akhir 
tahun 2006 apakah tercapai? Kebijakan pemerintah cenderung berorientasi 
monetaris atau sekadar menjaga suku bunga dan nilai tukar rupiah," katanya.

Sedangkan ratusan mahasiswa dan alumni STPP se-Indonesia, melakukan unjuk rasa 
di Tugu Kujang Kota Bogor menuntut dan menagih janji Menteri Pertanian Anton 
Apriyantono, yang akan merekrut lulusan STPP untuk diangkat jadi Calon Pegawai 
Negeri Sipil (CPNS) untuk memperkuat Unit Kerja Pertanian dan pemerintah daerah 
(tingkat provinsi/kabupaten/kota).

"Tapi sampai saat ini, daerah tidak menanggapi surat tersebut bahkan saat ini 
ada 361 lulusan STPP se-Indonesia yang belum ditempatkan dimanapun padahal 
biaya selama mereka kuliah ditanggung oleh Departemen Pertanian," ujar Nofrie. 

Kendati sempat diwarnai saling dorong antara aparat dan mahasiswa, aksi demo 
tersebut tidak sampai mengganggu jalannya pelantikan. SBY meninggalkan Istana 
Bogor sekitar pukul 16.00 WIB. (A-104

Kirim email ke