Aaaahhh... Ferdi Hasan yang jaoooohhh.... lebih ganteng aja dari elo kagak
tersinggung...
indonebia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum wr wb.
Ana dan sohib-sohib ana yang tersebar dimana-mana benar-benar
tersinggung, kenapa masih ada orang punya pikiran picik macam Abu
He-Man? Siapa dia sebenarnya, kok nampaknya benci setengah mati sama
ana dan sohib-sohib ana?
Mustinya antum semua di Indonesia berterima kasih kepada bangsa
Arab, karena di zaman dulu kala nenek moyang ana telah berhasil
menebarkan agama yang mulia sehingga terbukti kini bangsa Indonesia
mengalami kemajuan yang sungguh luar biasa. Tanpa masuknya Islam ke
Indonesia, negeri ini akan dipenuhi para pemuja berhala sahaja.
Mereka, sejak bangun tidur hingga larut malam kerjanya cuma
menyembah dewa-dewa, tetapi tak mau bekerja.
Wassalamu'alaikum wr wb
INDONEBIA
sudah terbukti, keturunan arab memang golongan yang dimuliakan Allah
SWT!
--- In [email protected], Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> WNI Keturunan Arab dan Islam Radikal di Indonesia
>
> oleh He-Man
>
>
> Tragedi pemboman di Bali kembali memunculkan nama Abu Bakar
Ba'asyr pemimpin Majelis Mujahiddin Indonesia yang oleh banyak
negara dituding terlibat aksi-aksi terorisme di beberapa negara di
Asia Tenggara.
>
> Dalam seminar "Arab dan Islam di Indonesia Dewasa Ini" yang
diselengarakan PP Muhammadiyah padahari Rabu 9 Oktober 2002 ==>>
> http://w3.rz-berlin.mpg.de/~wm/PAP/BaliBomb-2.html
>
> Pimpinan NU dan Muhammadiyah menyatakan kekuatirannya akan aksi-
aksi radikalisme Islam yang dipimpin oleh para WNI keturunan Arab di
Indonesia , dari Laskar Jihad yang dipimpin Ja'far Umar Thalib,
Front Pembela Islam (FPI) dipimpin Habib Rizieq Shihab, Majelis
Mujahidin Indonesia dipimpin Abu Bakar Ba'asir, dan Jamaah Ikhwan al-
Muslimin Indonesia dipimpin Habib Husein al Habshi. Pada masa lalu
kita juga mengenal nama Abdullah Sungkar (alm) WNI keturunan Arab
yang melakukan sejumlah aksi pemboman di Indonesia. Demikian juga
gerakan tarbiyah yang dipimpin oleh WNI keturunan Arab yang bermukim
di Bogor.
>
> Begitu pula tokoh-tokoh kunci lapis kedua gerakan-gerakan Islam
radikal di Indonesia pun mayoritasnya dipimpin oleh keturunan Arab
atau orang Indonesia alumnus universitas Saudi Arabia, Presiden PK
Hidayat Nur Wahid misalnya , demikian juga tokoh-tokoh lainnya
seperti Ahmad Fais , Asmuni , Hambali , Aunur Rofiq Ghufran,Yazid
Jawaz, Abu Haidar, Natsir Harist dll yang sebagiannya masuk dalam
daftar hitam karena dicurigai terlibat dalam aksi-aksi terorisme.
>
> Kalau melihat sejarah pergerakan Islam di Indonesia, komunitas
warga Arab sejak lama memang menganut sikap eksklusivme yang
berlebihan , mereka menganggap ras mereka lebih unggul dari orang
melayu .Pernikahan antara perempuan Arab dengan laki-laki pribumi
sangat diharamkan .Dan dikalangan masyarakat Arab Indonesia sendiri
terbagi dalam dua kelas yaitu kelas Sayyid (atau juga biasa
dipanggil Habib ataupun Syarif) yang merupakan kelas "unggul"
karena merupakan keturunan nabi, dan kelas "masaikh" atau kelas
lebih rendah, pertarungan antar kelas ini menimbulkan friksi keras
antar warga Arab, warga Arab dari kelas Sayyid mendirikan Jamiat'ul
Kheir, sementara kelas Masaikh mendirikan Al Irsyad , dalam AD/ART
Al Irsyad bahkan ditegaskan bahwa kaum Sayyid diharamkan untuk
bergabung. Di kalangan para sayyid , pernikahan seorang sayyidah
(perempuan sayyid) dengan non sayyid apalagi orang ajam/ non Arab
bisa berakhir dengan kematian.
>
> Pada masa kekuasaan Ottoman masih jaya , kawasan hejaz dan
hadramaut bisa dikatakan sebagai wilayah tak bertuan, walaupun
secara administratif berada dalam kekuasaan orang Turki Ottoman tapi
kalangan Arab disana rata-rata memiliki angkatan perang sendiri yang
seringkali saling berperang antar mereka sendiri , dan imbasnya
juga terjadi di Indonesia. Perang antar klan ini sedikit demi
sedikit mulai menghilang paska kejatuhan dinasti Turki Ottoman.
>
> Tapi pandangan yang menganggap ras Arab lebih unggul masih
menghinggapi warga Arab di Indonesia. Masih sangat jarang terjadi
pernikahan antara perempuan Arab dengan laki-laki ajam/non Arab.
>
> Paham Islam Radikal di Indonesia
>
> Paham Islam radikal di Indonesia sebagian besarnya berorientasi
pada paham Wahaby/Salafy radikal di Timur Tengah. Gerakan-gerakan
yang berdiri di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tokoh-tokoh
ulama garis keras timur tengah , mereka yang menentukan hitam
putihnya gerakan. Pemilihan para tokoh pimpinan kelompok-kelompok
fundamentalis biasanya ditunjuk langsung dari pusat (timur tengah)
bukan pilihan dari bawah , kaum fundamentalis dikenal sangat
fanatik sehingga mereka akan 100 % menurut pada keinginan top
leader mereka tanpa membantah .
>
> Inilah yang menyebabkan kenapa WNI keturunan Arab ataupun alumnus
universitas di Saudi Arabia yang selalu menjadi pemimpin gerakan-
gerakan fundamentalis di Indonesia. Paham yang mengunggulkan ras
Arab sangat kentara dalam gerakan-gerakan fundamentalis di
Indonesia.
>
> Paham Wahaby dikenal sangat radikal dan cenderung pada aksi-aksi
kekerasan , sejarah wahaby adalah sejarah penuh darah dan
peperangan , kaum wahaby dimana pun di dunia akan selalu berusaha
menggunakan aksi-aksi kekerasan termasuk kepada sesama muslim demi
mendapat kekuasaan. Dalam sejarah Indonesia, di Sumatera Barat aksi
kekerasan kaum Wahaby yang menyebut dirinya kaum Paderi menimbulkan
perang saudara yang kemudian akhirnya dimamfaatkan oleh pemerintah
kolonial Belanda.
>
> Di Saudi Arabia sendiri kekuasaan kaum Wahaby disertai aksi teror
terhadap kaum muslim penganut aliran sunni-al asy'ariyah yang
bermazhab syafi'i dan maliki juga kaum syi'ah, demikian juga ketika
kaum Taleban yang beraliran Wahaby berkuasa di Afghanistan ,
banyak warga Syi'ah yang menjadi korban pembantaian massal, begitu
pula madrasah-madrasah kaum sunni-maturidy yang mayoritasnya
bermazhab hanafi banyak yang dihancurkan
>
> Jadi aksi kekerasan dan teror memang sudah menjadi watak kaum
wahaby , sehingga tidaklah terlalu mengherankan kalau kaum wahaby
yang dipimpin oleh para WNI keturunan Arab di Indonesia pun sangat
identik dan menyukai aksi-aksi teror dan kekerasan baik terhadap
kaum non muslim maupun pada muslim sendiri yang berbeda aliran.
>
> Dua tersangka pemboman Bali yang bali ditangkap pun merupakan
warga keturunan Arab yang bermukim di Solo.Solo dan Jogja merupakan
pusat gerakan Wahaby/Salafy Indonesia yang berkiblat ke Saudi,
selain juga Bogor yang merupakan basis kelompok Tarbiyah yang
berkiblat pada Ikhwanul Muslimin Yordania (yang lebih radikal
daripada IM Mesir) .Jadi tidaklah terlalu mengherankan kalau
sejumlah negara Asing mengindikasikan Bogor , Solo dan Jogja sebagai
basis teroris, bahkan sejumlah negara Barat sempat melarang
warganya berkunjung kesana.
>
> Dari sini kita bisa melihat bahwa gerakan fundamentalis Islam
Indonesia bukanlah gerakan lokal , tapi merupakan satu jaringan
dengan gerakan fundamentalis islam dunia , dan peran WNI keturunan
Arab sangat berperan besar dalam hal ini sebagai penghubung antara
gerakan fundamentalis Islam di Indonesia dengan kelompok induk
mereka di Timur Tengah.
>