Setitik Cahaya di Lorong Gelap

Meiliana satu dari anak Indonesia yang memiliki bakat sangat istimewa.
Tidak heran jika anak ketiga dari empat bersaudara asal Surabaya ini
menyabet penghargaan sebagai anak dengan kemampuan menghitung angka
tercepat di Indonesia versi Museum Rekor Indonesia. Tidak Cuma itu,
beberapa penghargaan internasional juga direbutnya. Padahal para
pesaingnya adalah dari berbagai Negara, termasuk dari Amerika, Inggris,
Cina, dan negara eropa lainnya.

Gara-gara kemampuannya itu, guru-guru di sekolahnya sering meminta
bantuannya untuk menghitung jika sang guru sudah merasa pusing atau lupa
bawa kalkulator. "Saya ingin memecahkan rekor dunia," ujar
Meiliana.

Lain lagi cerita Labiq, yang datang ke Kick Andy dari Batu, Malang.
Gadis cilik berusia 5,5 tahun ini memang masih duduk di bangku TK.
Tetapi, yang luar biasa, dia baru saja menyelesaikan pameran lukisan
tunggal. Hampir semua dari 40 lukisannya langsung laku terjual dengan
harga mulai Rp 500 ribu sampai Rp 950 ribu.

"Dia melukis sejak umur dua tahun," ujar Diah, sang ibu. Maka
penonton dibuat tergelak manakala sambil berbisik, Labiq mengatakan
kepada ibunya ingin melukis Om Andy. Hasilnya? Penonton dibuat semakin
tergelak. Selain berkacamata, rambut orang yang dilukis juga kribo!

Belum selesai terkesima, penonton di studio kembali dibuat terhenyak
saat secara spontan Labiq membacakan sebuah puisi. Puisi dengan syair
yang panjang itu dibawakan dengan penjiwaan yang sungguh tidak disangka
dapat dilakukan seorang anak seumur itu.

Penampilan dua anak dengan bakat luar biasa di atas tadi semakin lengkap
ketika Nilam Zubir, seorang gadis cilik berusia 11 tahun, memperlihatkan
prestasinya mewawancarai 160 lebih tokoh Indonesia. Hampir semua menteri
dan wakil presiden sudah diwawancarainya. Juga tokoh-tokoh pers
Indonesia. "Om jadi iri karena sudah 22 tahun jadi wartawan tokoh
yang diwawancarai tidak sebanyak Nilam," ujar Andy Noya.

Penampilan anak-anak berbakat ini kian lengkap dengan kehadiran Prily,
Syifa, dan Irien yang baru saja memenangkan lomba membuat film
dokumenter anak-anak se-Asia Pasifik.Begitu juga Rafi, bocah laki-laki
berusia 11 tahun, yang piawai memainkan drum. Dalam usianya yang masih
belia, Rafi sudah bermain drum di berbagai pentas besar bersama
musisi-musisi internasional. Antara lain Bob James. Musik yang
digelutinya juga tidak jamak bagi anak-anak, yakni jazz.

Bahkan Harvey Mason, musisi jazz kaliber intrnasional, tertarik menjadi
produser bagi album Rafi terbaru: Can't Stop the Beat.

Di tengah kabar tentang anak-anak putus sekolah, anak-anak yang terjebak
narkoba, kriminalitas, dan anak-anak yang mengalami kekerasan, tampilnya
anak-anak berbakat ini agaknya memberi setitik harapan di lorong gelap.



Tayang setiap Kamis pukul 22.30 WIB dan Minggu pukul 15.05 WIB





Copyright © 2006 Website Team Kick Andy. All rights reserved



Kirim email ke