Memang aneh ya. Dulu, ketika ia masih berjaya tidak satupun aparat hukum mampu menyentuhnya. Sekarang ketika dia tak berdaya, justru semua kasus bermunculan. Jangan-jangan ini skenario supaya semua kasus dia dihabiskan saja sekalian..
chs ----- Original Message ---- From: Endar Nata <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, March 29, 2007 4:00:26 PM Subject: [mediacare] Syaukani Ditahan, Korupsi di KUKAR Bermunculan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim dan Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai mengusut dugaan tindak pidana korupsi pengadaan genset fiktif dan mark up (penggelembungan harga) pupuk di Kutai Kartanegara (Kukar). Selain itu, tim intelijen Kejati juga melakukan penyelidikan terhadap proyek pemipaan PDAM Tirta Mahakam dan proyek dermaga di Loa Lepu. "Memang ada tim gabungan Kejagung dan Kejati untuk menangani sejumlah kasus dugaan korupsi di Kukar. Tapi kami belum dapat menjelaskan, karena tim ini ketuanya dari Kejagung," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Kaltim Syakhrony kepada Kaltim Post kemarin. Berdasarkan informasi yang diperoleh, penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kukar tersebut merupakan tindak lanjut laporan masyarakat ke Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtastipikor) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta. Laporan masyarakat yang masuk ke Tastipikor dan KPK itu sebanyak tujuh kasus. Yakni kasus bandara Loa Kulu yang menyeret Bupati Kukar Syaukani HR sebagai tersangka, kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran dan pembangunan parkir di halaman kantor bupati yang sudah ditangani Polda Kaltim. Selebihnya, kasus pengadaan genset di Pulau Kumala, pemipaan PDAM Tirta Mahakam, pembangunan dermaga di Loa Lepu, dan pengadaan pupuk. Informasi yang diperoleh di lingkungan Kejati menyebutkan, dari 7 kasus tersebut, 4 yang bakal ditangani. Bahkan tim gabungan telah menemukan indikasi tindak pidana korupsi terhadap dua kasus tersebut. Yakni kasus pengadaan pupuk dan pengadaan genset di Pulau Kumala. Kedua proyek yang dipastikan terindikasi korupsi itu nilainya masing-masing berkisar Rp 80-100 miliar. Pengadaan genset yang dilakukan Bagian Perlengkapan Pemkab Kukar tahun 2003-2004 itu dilakukan dengan penunjukan langsung. Tim intelijen menemukan adanya dugaan mark up dan terindikasi fiktif. Karena berdasarkan rencana anggaran, seharusnya 4 unit genset. Namun faktanya hanya satu unit. Kontraktor pengadaan empat genset tersebut diketahui berkebangsaan Korea Selatan. Sedangkan kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk diduga terjadi mark up. Pembagian subsidi pupuk melalui Dinas Pertanian Kukar tahun 2002-2004 tersebut diduga tak sampai sepenuhnya kepada yang berhak. Bahkan tim gabungan Kejati-Kejagung informasinya telah melakukan pengumpulan data awal dengan cara mengambil contoh penerimaan di beberapa kelompok tani. Bantuan pupuk yang disalurkan melalui kecamatan-kecamatan itu tidak sesuai data pengiriman. Contohnya, di Kecamatan Marangkayu, seharusnya satu kelompok tani mendapatkan bantuan 100 ton pupuk, ternyata hanya memperoleh 20 ton. Kejadian yang sama disinyalir juga terjadi di 17 kecamatan yang lain. Sementara itu, untuk kasus pemipaan dan pengadaan alat perlengkapan PDAM Tirta Mahakam dan pembangunan dermaga Loa Lepu, masih dilakukan pengumpulan data yang mendalam. Karena untuk PDAM, pengadaan barangnya sangat banyak jenisnya dan tersebar di berbagai kecamatan, sehingga memerlukan waktu lebih lama. Pembangunan dermaga Loa Lepu juga harus diperdalam penyelidikannya karena proses pembangunan masih berlangsung atau bertahap, dan belum terjadi pembayaran sepenuhnya. (yus/kaltimpost) ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Bored stiff? Loosen up... Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games. http://games. yahoo.com/ games/front ____________________________________________________________________________________ Don't pick lemons. See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos. http://autos.yahoo.com/new_cars.html
