Jadi konkritnya 1. Hizbut Tahrir Indonesia 2. Ikhwanul Muslimin (Partai Keadilan Sejahtera/PKS) 3. Al Qaeda (Majelis Mujahiddin Indonesia)
apa begitu...? kalau saya berprinsip selama perbedaan ideologi yang menggunakan agama sebagai tamengnya tidak menggunakan KEKERASAN sebagai solusinya sah - sahnya yang penting sebagai umat beragama tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI --- In [email protected], "nurul huda maarif" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > NU Vs Gerakan Trans-Nasional > > > Oleh: Abd Moqsith Ghazali* > Baru-baru ini PBNU (Pengurus Besar Nahdatul Ulama) mengeluarkan seruan > penting, sebagaimana dilansir NU Online pada tanggal 24 & 25 April 2007. > PBNU meminta masyarakat Indonesia berhati-hati terhadap gerakan > transnasional yang berkembang di Indonesia. Gerakan ini dinilai PBNU > potensial menghancurkan ideologi negara Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Ketua > Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, menyebut Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, dan > al-Qaeda sebagai bagian dari international political movement (gerakan > politik dunia) yang tak memiliki akar budaya, visi kebangsaan, dan visi > keumatan di Indonesia. Menurut Hasyim, organisasi-organisasi tersebut telah > menjadikan Islam sebagai ideologi politik dan bukan sebagai jalan hidup. > Lebih jauh, Hasyim menengarai bermunculannya tendensi formalisasi agama > sebagai indikator dari gerakan mereka itu. Padahal, tegas Hasyim, yang > dilakukan mestinya bukan formalisasi melainkan substansialisasi agama. > > http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2678&Itemid=1 >
