Kafe-kafe di Banda Aceh Tak Dukung Syariat Islam Banda Aceh, 15 Mei 2007 10:22 GATRA Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) menilai kafe-kafe yang berada di trotoar jalan protokol di Banda Aceh tidak mendukung Syariat Islam, karena membiarkan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim duduk berduaan dan tidak menunaikan shalat pada saat azan.
"Untuk itu, kami minta Pemko Banda Aceh agar melakukan penertiban terhadap kafe-kafe yang dinilai tidak mendukung dan melanggar Syariat Islam," kata anggota MPU Kota Banda Aceh, Tengku Muktaruddin Bayan di Banda Aceh, Selasa (15/5). Ia menyatakan, perkembangan kafe di Banda Aceh akhir-akhir ini cukup banyak dan sebagian besar konsumennya adalah para remaja. "Mereka terkadang pergi berpasang-pasangan dan itu terbuka peluang untuk melakukan mesum, apalagi kafe yang tertutup dan remang-remang pada malam hari," ujarnya. Menurutnya, selama ini banyak kafe yang telah melanggar syariat seperti membiarkan pelanggaran duduk berdua yang dapat menyebabkan perbuatan mesum dan tidak shalat ketika adzan tiba. Hal ini menurut padangan para ulama sebagai suatu pelecehan terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. "Ada kafe yang memutar musik dengan keras ketika azan magrib, sehingga harus ada penekanan hukum, kalau kami yang lakukan, takut karena ada oknum aparat yang menjaga," katanya. Menurut penilaiannya, selama ini pelanggaran syariat di Kota Banda Aceh juga selalu didominasi oleh anak para pejabat dan ulama. Mereka meminta ada pendidikan khusus yang dapat dilakukan guna mencegah hal tersebut. [EL, Ant] --------------------------------- It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
