Hallo si Kanchil.. ada sedikit koreksi atas comment Anda.. Sutradara itu bukan berasal dari Belgia tapi dari Niederlaender alias Belanda, namanya Theo Van Gogh, beliau sutradara film Belanda kontroversial, produser televisi, wartawan dan aktor. Keturunan saudara pelukis Belanda terkenal Vincent van Gogh, ia dibunuh oleh Mohammed Bouyeri.
Kejadiannya awal pagi hari Selasa, 2 November 2004, Van Gogh didapati tewas di depan kantor Amsterdam East di sudut jalan Linnaeusstraat dan Mauritskade. Dia tewas ditikam dan ditembak tujuh kali dan langsung meninggal. Polisi Belanda menangkap 8 orang yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan Van Gogh. Enam dari mereka berasal dari Maroko, satu dari Aljazair dan satu lagi berkebangsaan Spanyol-Maroko. Bersama Hirsi Ali, dia membuat sebuah film kontroversial, Submission. Film ini mengisahkan tentang "penganiayaan" yang konon sering dialami oleh wanita Islam di tangan suaminya. Ia memaparkan empat orang wanita yang telah 'dianiaya', dengan pakaian tembus cahaya yang dihiasi dengan ayat-ayat Al Quran. Setelah film ini diedarkan, Van Gogh dan Hirsi Ali menerima ancaman mati. Van Gogh tidak menganggap serius ancaman tersebut dan menolak perlindungan apapun. Sebelum kematiannya, Van Gogh sedang dalam proses menerbitkan film "0605" yang mengisahkan pembunuhan anggota parlemen Belanda, Pim Fortuyn. Jadi pendapat anda tidak 100 persen benar. Di Eropa sendiri Oke-oke azah tuh..... menurut aku seh, penduduk pendatang harus mentaati peraturan negara setempat, jika tidak setuju lebih baik pulang ke negaranya masing-masing. Gitu azah kok repooooot seh. Salam, Sari --- Sie Kanchil <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kita tau sejarah eropa memang berdarah, dulu ada > kolonialisme, perang-perang dunia. tapi sekarang > rupanya lain. ada kan yang namanya sebab akibat? > beberapa taun yang lalu dikabarkan ada sutradara > filem di belgi, kalau engga salah, ditaman tengah > kota dipotong lehernya oleh pendatang maroko soal > filemnya tentang sunat perempuan. jadi eropa pada > miris kan? Kalau ada sutradara kita yang kondang > disembelih pendatang dari luar negeri ya kita kan > akan ngeri juga, lalu mikir-mikir tentang para > pendatang, ya engga pak wido? sk > > > Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Eropa Dicekam "Penyakit" Phobia dan Rasisme > > Sabtu, 26 Mei 07 15:11 WIB > > Rasisme, rasa takut terhadap orang asing dan sikap > tidak toleran ternyata sedang menghinggapi > masyarakat Eropa, dan kadarnya terus meningkat. > Komisi hak asasi manusia Uni Eropa dalam laporan > terbarunya, bahkan menyebut kondisinya sekarang > sudah sangat komplek dan mengkhawatirkan. > > Laporan Council of Europe's Commision against > Racism and intolerance (ECRI) yang dirilis Jumat > (25/5) itu menyatakan berbagai bentuk rasisme dan > sikap tidak toleran masyarakat Eropa terlihat hampir > di semua negara anggota pan Eropa yang berjumlah 46 > negara. Salah satu manifestasi dari sikap tidak > toleran adalah pernyataan-pernyataan banyak politisi > di Eropa yang mengandung prasangka buruk dan > menunjukkan ketidaksukaan pada orang-orang yang > berasal dari luar Eropa. > > "Kita menutup akses orang luar yang bukan dari > komunitas kita, ini merupakan perkembangan yang > sangat menyedihkan. Eropa dibangun dengan > nilai-nilai seperti toleransi dan pendekatan secara > kemanusiaan. Tapi kelihatannya, tiba-tiba saja, yang > paling penting sekarang adalah keamanan, dan hal > lain dikorbankan, ' papar Presiden ECRI Eva > Smith-Asmussen dalam keterangannya pada para > wartawan. > > Menurut laporan ECRI, hampir setiap hari terjadi > kasus diskriminasi di banyak negara-negara Eropa. > "Banyak orang yang menderita akibat diskriminasi di > bidang-bidang penting seperti pendidikan, perumahan, > kesehatan dan lapangan kerja, " kata Eva. > > ECRI mengungkapkan, diskriminasi kini menjadi > masalah serius di Eropa. Kelompok yang kerap > mengalami diskriminasi adalah kalangan Yahudi, warga > kulit hitam dan tentu saja warga Muslim. > > "ECRI prihatin dengan makin meningkatnya tindakan > buruk terhadap warga Muslim atau mereka yang > diyakini sebagai Muslim, " tulis ECRI dalam > laporannya. > > Presiden ECRI menyatakan, di beberapa negara > Eropa, aparat kepolisian membuat semcam pos > pemeriksaan dan warga Muslim menjadi target utama > dibandingkan warga masyarakat lainnya. ECRI juga > menyebutkan bahwa perang melawan terorisme telah > memicu munculnya produk undang-undang yang isinya > diskriminatif di banyak negara Eropa. > > ECRI menuding para politisi di Eropa telah > berperan besar memicu rasisme dan sikap intoleran > Eropa terhadap warga asing. "Banyak politisi yang > beranggapan bahwa inilah yang ingin didengar publik, > " kata Eva Smith-Asmussen. > > "Nada perdebatan politik bukan hanya makin membuat > situasi makin tegang, tapi juga bertendensi > menimbulkan stigmatisasi terhadap kelompok-kelompok > masyarakat secara keseluruhan, " sambung Eva. Dan > hal itulah yang menurut Eva menumbuhkan bibit-bibit > atas sikap dan tindakan dikriminasi ras terhadap > sebagian populasi di Eropa. (ln/iol) > > Source : > http://www.eramuslim.com/berita/int/7526151048-eropa-dicekam-penyakit-phobia-dan-rasisme.htm >
