Salam,

pernahkah Anda disakiti atau didzholimi seseorang?
Terus terang,  saya melihat tulisan Anda seperti
tulisan yang traumatik. Terlalu menggebu-gebu karena
dorongan/ hasrat yang terpendam "KEBENCIAN".

Dulu ketika saya benci kepada Ayah. Saya tuangkan
kekesalan saya seperti tulisan Anda dibawah ini.
Tetapi saya sadar. Seharusnya kita melihat masalah
dari Angka yang tidak terkira "0" sampai angka yang
tak terhingga. Ayah bisa saja salah..bisa juga
benar...Kita semua pun demikian.

Kalau saya ingin membuat suatu hipotesis...biasanya
saya tidak hanya melihat apa yang saya lihat.
mendengar apa yang saya dengar. Tetapi kita perlu juga
untuk mencari lebih banyak referensi. Dalam kasus ini
(tulisan Anda) Saya harus membaca dan memahami kitab
kepercayaan pemeluk agama Islam. Adakah yang salah
dalam kitab tersebut?  Saya rasa tidak!! Yang terjadi
saat ini mungkin hanyalah kesalahpahaman dalam
penafsiran. Saya sebagai seorang muslim memang juga
telah berdosa, yaitu MALAS untuk memahami dan
mangamalkan AL QURAN. Itu yang terjadi saat ini di
dunia Islam. Pemeluknya yang begitu banyak hanya
beberapa persen saja yang memahami dan mengamalkan
AlQuran. sepertinya Kaum Muslim dijauhi dari Al Quran.

Ini yang berbeda pada masa sahabat. Mereka mempunyai
zaman2 keemasan dan berlimpah rahmat dari Allah SWT. 
Pernahkah Anda membaca kisah Umar bin Abdul Aziz?
tidak ada satu pun rakyat  yang mau menerima
sumbangan, atau zakat, Kenapa? mereka hidup dalam
Rahmat dan serba Kecukupan. 

Lihatlah setiap sesuatu dari setiap sisi. Jangan
berkomentar atau pun berhipotesis dalam hati yang
dirudung kebencian. 

Bukankah Anda juga ingin mengakhiri sesuatu dengan
sempurna (lebih baik). Maka Awalilah juga dengan lebih
baik. 

Sesungguhnya Akhir itu lebih baik dari Awal.

wasalam



--- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Jiwaku-pun Rela Ku Korbankan Demi Cinta--Apalagi
> Cuma Agama !!!
> 
> Cinta kasih antara pria wanita atau orang tua dan
> anaknya, atau antara
> seorang dengan sahabatnya, telah menghasilkan banyak
> sekali cerita2
> berupa epic kepahlawanan, legend percintaan, maupun
> autobiografi2 yang
> sangat mengharukan.
> 
> Bisa jadi "cinta" itu tak bisa dilihat bentuknya dan
> dianggap hanyalah
> khayalan dari permainan perasaan seseorang seperti
> halnya agama
> ataupun kepercayaan, namun akan merupakan dorongan
> bagi seseorang
> untuk melakukan perbuatan2 akibat dorongan cinta
> tsb.  Perbuatan yang
> bisa kita lihat akibat dorongan2 agama adalah teror
> jihad Islam yang
> biadab dan keji, demikian halnya dengan cinta yang
> juga bisa mendorong
> seseorang berbuat jahat atau malah berbuat kebaikan2
> bahkan bisa jadi
> mengorbankan jiwa untuk cintanya sementara teror
> jihad mengorbankan
> jiwa untuk kepercayaannya.
> 
> Demikianlah, ada kalanya "cinta" bisa menjadi racun
> seperti halnya
> agama yang meracuni seseorang.  Kita akan mengutuk
> akibat cinta maupun
> akibat agama yang menyebabkan orang lain yang tidak
> bersalah dijadikan
> korbannya.  Oleh karena itu, janganlah menjadikan
> "cinta" atau juga
> "agama" ini mengakibatkan jatuhnya korban.  Perasaan
> Cinta maupun
> angan2 Agama haruslah digunakan untuk hanya
> membahagiakan,
> menghilangkan penderitaan, menghilangkan ketakutan,
> dan menyelamatkan
> kehidupan bukan malah sebaliknya !!!!
> 
> Secara filosofis, cinta kasih seorang pria terhadap
> wanita selalu
> dibuktikan melalui pengorbanan, baik pengorbanan
> fisik dalam bentuk
> melindungi keamanan si wanita maupun melindungi
> secara financial
> dengan mengorbankan seberapa besar hartapun yang
> dimilikinya, bahkan
> tidak jarang sang pria malah mengorbankan jiwanya
> demi cinta kasihnya
> kepada seorang wanita.  Beginilah biasanya realisasi
> cinta yang ideal
> pada umumnya disampaikan oleh nenek moyang kita dari
> generasi ke generasi.
> 
> Tapi dalam agama Islam, kita sering mendengar dimana
> seorang laki2
> Islam yang mencintai gadis yang bukan Islam
> mempersyaratkan wanita
> yang dicintainya itu mengorbankan kepercayaan atau
> agama orang tuanya
> agar di laki2 itu bisa menikahinya !!! Alasannya
> katanya itulah ajaran
> Islam yang menjadi kewajiban umatnya.  Jelas ini
> adalah ajaran sesat,
> wong yang jatuh cinta itu pihak laki2, koq malah si
> wanita yang
> disuruh berkorban ???  Tidak beda kalo hal
> sebaliknya dimana si wanita
> itu seorang muslimah, dan laki2 yang dicintainya itu
> adalah seorang
> yang bukan muslim, maka si wanita itu
> mempersyaratkan si laki2 untuk
> masuk Islam kalo tidak maka tidak bisa menikah !!!
> 
> Secara tradisional, maka pihak laki2 dianggap pihak
> yang lebih kuat,
> pihak yang lebih dominan, dan pihak yang menjadi
> pelindung sementara
> pihak wanita menjadi pihak yang harus dilindungi. 
> Oleh karena itu,
> apabila si wanita mempersyaratkan laki2 yang
> mencintainya untuk pindah
> agama menjadi Islam, maka si laki2 umumnya mau
> menurutinya demi
> melindungi perasaan si wanita terhadap keluarganya
> karena wanita tidak
> bisa lepas dari ketergantungan terhadap keluarganya
> dimana kalo sang
> suami menceraikan atau melakukan hal2 yang menyakiti
> si wanita, maka
> tempat pengaduan maupun tempat berlindung hanyalah
> keluarganya.
> 
> Tetapi kalo kita hidup dizaman modern sekarang ini
> dimana peranan
> wanita maupun laki2 adalah sejajar dalam menuntut
> hak2nya, maka
> tradisi memaksakan agama satu pihak kepada pihak
> lain yang dicintainya
> ataupun mencintainya menjadi tidak lazim, tidak
> ethis, dan bisa
> dianggap amoral.  Janganlah anda menikahi siapapun
> juga yang
> memaksakan anda pindah agama karena anda hanya boleh
> pindah agama
> tanpa syarat bukan karena disandera oleh cinta anda
> atau anda
> disandera oleh cinta untuk mengorbankan harga diri
> anda dan keluarga
> anda.  Demikianlah, kesadaran dan penghargaan
> masing2 pihak didunia
> maju telah melahirkan jutaan pasangan dimana
> agamanya saling berbeda
> tanpa perlu terjadi percekcokan.  Bahkan pasangan2
> yang berbeda agama
> didunia ini telah melahirkan manusia2 yang bermutu
> atau berkualitas
> tinggi baik dibidang pengetahuan eksak maupun
> sosial.  Sebaliknya,
> lebih banyak pasangan2 yang saling menekan agar
> pindah agama malah
> akhirnya bercerai dan bercekcok yang mengakibatkan
> anak2nya tidak bisa
> berkembang yang akhirnya hanya menjadi beban
> masyarakat yang mengisi
> penjara2 diseluruh dunia.  Hal inilah yang telah
> menjadi bahan
> penelitian didunia psikology dalam membina keluarga
> untuk tujuan
> mengembangkan kualitas manusianya dalam sebuah
> negara.
> 
> Marilah kita merenungkan, pantaskah anda mencintai
> seseorang dengan
> syarat bahwa orang itu harus pindah agamanya hanya
> karena anda
> mencintainya atau karena orang itu yang mencintai
> diri anda ???  Jelas
> ya, permintaan itu atau persyaratan seperti itu
> bukan cuma tidak
> sopan, tapi juga tidak etis, tidak bermoral, dan hal
> seperti itu tidak
> bisa dinamakan cinta karena cinta membutuhkan
> pengorbanan bukan cuma
> pengorbanan fisik, materi, tetapi juga jiwa maupun
> agama anda.
> 
> Pada prinsipnya, beragama itu bertujuan
> membahagiakan semua orang,
> bukan cuma dirinya sendiri karena tidak pernah ada
> kebahagiaan yang
> hanya bisa dinikmati dirinya sendiri karena kita
> bisa merasa
> berbahagia apabila bisa menikmatinya bersama mereka
> yang kita cintai.
> 
> Beragama tidak butuh pengorbanan, sebaliknya
> bercinta justru
> membutuhkan pengorbanan.  Tapi ajaran Islam dan umat
> yang diracuninya
> justru sebaliknya, beragama dengan cara2
> mengorbankan orang lain
> bahkan mengorbankan cinta orang lain maupun cintanya
> sendiri.
> 
> Saya sering baca cersil tentang pendeta2 Buddha dari
> Shaolin, disana
> diceritakan ada seorang pemuda ganteng sekali yang
> karena penderitaan
> atau nasib keluarganya menyebabkan dia memutuskan
> untuk tidak menikah
> dan masuk biara menjadi pendeta Shaolin dengan
> mengorbankan semua
> kehidupannya se-mata2 untuk pengabdian kepada
> agamanya.  Namun sang
> pemuda ini memiliki kekasih dimana dia sangat
> mencintai wanita ini dan
> sebaliknya si wanita juga mencintai pemuda ini dan
> keduanya bersedia
> berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang
> dicintainya. 
> Demikianlah ceritanya sang pemuda sudah memutuskan
> untuk mengakhiri
> hubungannya dengan sang kekasih meninggalkan sang
> kekasih dan menjadi
> seorang bhiku untuk mengabdi sang Buddha.  Sewaktu
> dia mendaftarkan ke
> kuil Shaolin ingin menjadi bhiku, maka ketua kuil
> harus meneliti dulu
> alasan2nya dan riwayat hidupnya dan juga mengenal
> siapa2 orang2 yang
> dicintainya dan juga yang mencintainya.  Setelah
> sang ketua kuil
> menemukan bahwa sang pemuda mengorbankan cintanya
> maupun cinta kasih
> 
=== message truncated ===


_______________________________
ratnobaja, 
graphic designer and 
product/ packaging designer
Contact : 0818 773 124


      
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 

Kirim email ke