Entah ia itu atheist ataupun agamist, lebih dari 90% umat manusia di 
kolong langit ini merasa bahagia dan bersyukur, bahwa hari ia masih 
hidup. Kehidupan itu adalah sesuatu yang paling berharga yang 
dimiliki oleh setiap orang, sebab tanpa adanya kehidupan semuanya 
akan menjadi sia-sia dan tidak akan mempunyai nilai lagi. 

Apabila kita sudah mati, kita tidak akan dapat menikmati maupun 
merasakan apapun juga. Oleh sebab itulah hampir semua orang di dunia 
ini; ikhlas dan rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya untuk 
mempertahankan kehidupannya, sebab apabila ia sudah mati hilanglah 
sudah semua miliknya. Orang mati itu tidak miliki apa-apa.

Bagi kaum agamaist kehidupan itu merupakan suatu anugerah atau 
pemberian dari Sang Pencipta, oleh sebab itulah kita boleh memakai 
dan menggunakannya sesuai dengan se-enak udel-udel kita. Sama 
seperti juga orang memberikan uang, dimana kita bebas untuk 
menggunakannya. Boleh dihabiskan dalam jangka waktu sehari ataupun 
dihambur-hambur, sehingga hanya bisa bertahan untuk sejenak jangka 
saja atau dihemat. 

Begitu juga dengan kehidupan, apakah anda ingin memelihara kehidupan 
ini dengan cara hidup dan pola makan yang sehat ataukah akan diobral 
dengan semena-mena. Bahkan mau bunuh diripun boleh, sebab ini sudah 
menjadi milik anda. Walaupun demikian setiap orang harus 
mempertanggung jawabkan kepada Sang Pemberi; digunakan untuk apa 
masa hidup anda ini? 

Sedangkan bagi kaum atheist, mereka merasa datang dari tidak ada, 
dan pulang menjadi tidak ada. Maka dari itu satu-satunya yang ada 
dan yang terpenting bagi mereka ialah masa hidupnya. Jadi entah bagi 
kaum atheist maupun agamist kehidupan itu sama pentingnya.

Setiap agama di kolong langit hanya mempunyai satu tujuan ialah 
untuk memperpanjang masa hidup anda, entah kehidupan duniawi anda 
maupun kehidupan surgawi. Sejak adanya manusia, mereka semua mencoba 
mencari rahasia untuk memperpanjang kehidupan. 

Perlu diketahui bahwa para Kaiser Cina mulai dari Shi Huang Ti (259-
209 SM) s/d Kaiser Chia Ching dari Dinasti Ming yang didirikan pada 
tahun 1368 Masehi telah memboroskan anggaran negara dalam jumlah 
besar sekali; khusus untuk mencari obat Anti Kojor dalam bahasa 
Londonya disebut immortality/ deathless. Kekekalan hidup tidak hanya 
merupakan idaman bagi umat manusia saja. Dikisahkan dalam mitologi 
Hindu bahwa para dewa berperang mati-matian dgn para iblis hanya 
untuk memperebutkan belanga yang berisi air kekekalan (am ta, 
elixir).

Maka dari itu aneh bin lucu apabila ada orang yang ingin bunuh diri, 
dengan bunuh diri belum tentu masalahnya bisa selesai, sebab ia 
masih harus mempertanggung jawabkan kepada Sang Pemberi kehidupan. 
Ini masalahnya akan menjadi jauh lebih berat. 

Satu-satunya keputusan manusia yang sudah tidak mungkin bisa di 
revisi lagi, ialah keputusan bunuh diri. Kalau sudah mati No-Way 
return !

Tiap orang mempunyai cara pandang hidupnya masing-masing, yang satu 
menilai kehidupan ini sebagai ujian, pelayanan sedangkan yang lain 
sebagai suatu anjang pesta-pora. Semuanya itu sah-sah saja, sebab 
kita sendirilah yang menentukan dan menjalankan kehidupan ini, 
sesuai dengan pandangan dan pilihannya masing-masing. Tetapi apapun 
pilihan hidup anda, bersyukurlah untuk setiap hari dimana anda masih 
hidup. Kehidupan itu seperti air sungai yang mengalir, tidak ada 
satu detikpun yang sama dan semuanya mengalir ke muara.

Begitu juga dengan kehidupan anda. Setiap manusia yang brol 
dilahirkan di dunia ini hanya mempunyai satu tujuan ialah kematian. 
Begitu anda dilahirkan argometer Count Down waktu masa hidup anda 
sudah ON berjalan terus. Terkadang tanpa kita sadari; kenyataannya 
hidup ini berjalan dengan sangat pesat sekali. Lihat saja wajah anda 
di kaca dan maupun di KTP tanggal lahir anda ! Oleh sebab itulah 
setiap hari begitu bangun tidur; mang Ucup selalu mensyukuri, karena 
masih diperkenankan untuk bisa bernafas dan menikmati mata hari 
terbit. Ini adalah anugerah !

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net


Kirim email ke