Buku keluaran Justice for the Poor tentang korupsi di daerah sudah
dilaunch sekitar 2 minggu yang lalu dan saya sudah baca tuh. Kok honor
editannya belum di bayar ya? Untung saya gak disuruh nerjemahin ke
inggrisnya he he he

On 7/4/07, magdalena merry <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Dear teman jurnalis dan penulis lepas.. Saya ingin sedikit share tentang
pengalaman seputar penulis lepas.

Pada 11 Mei 2007 lalu, saya menerima telepon dari seseorang yang mengaku
dari Justice for The Poor, (JTP) kabarnya LSM di bawah naungan World Bank
alias Bank Dunia. Ia yang bernama Marini ini meminta kesediaan saya untuk
menerima pekerjaan mengedit buku tentang kasus korupsi di dearah di
Indonesia.
Kabarnya dia mendapat no kontak saya dari teman yang juga penulis lepas
dan mantan jurnalis Kompas.
Setelah dijelaskan tentang job desk, kami bernegoisasi honorarium dan
akhirnya mencapai kesepakatan. Ini kesalahan fatal pertama: menerima job
hanya dari telepon saja, tidak ada bukti hitam di atas putih alias kontrak
tertulis. Mungkin saya terbuai oleh nama besar Word Bank atau percaya betul
pada nama teman yang memberikan referensi.


Beberapa hari kemudian bahan yang harus diedit saya terima melalui email.
Sejak itu saya mengedit dan mengirim hasilnya melalui email. Untuk buku
kira-kira tebal 150-an halaman itu saya hanya diberi waktu 2 minggu.
Uniknya, setelah contoh editing pertama saya kirim, Marini dan rekannya Dewi
dari LSM tersebut setuju dengan hasilnya. Akhirnya saya mengerjakan bagian
lain dengan sistem yang serupa.


Tapi di hari-hari terakhir menjelang deadline, mendadak mereka komplain
banyak hal. Dan saya terpaksa melakukan pekerjaan ulang dari awal lagi pada
detik-detik menjelang deadline. Dapat dibayangkan betapa pekerjaan ini cukup
underpressure mengingat saya juga memiliki pekerjaan utama dan kesibukan
lain.
Lalu tak lama kemudian, Dewi Damayanti yang akrab dipanggil Damay menyuruh
agar saya membuat invoice penagihan honor. "Nanti honornya lama mbak
keluarnya," begitu kira2 tulisnya di SMS.

Tentu saja saya kaget, sebab soal terlambatnya honor dan invoice ini baru
diberitahu setelah tugas nyaris selesai saya kerjakan. Dari situ saya mulai
merasa ada yang tidak beres karena:

   1. Pihak JTP mempekerjakan saya hanya secara lisan, bukan tulisan.
   Tapi kenapa soal honorarium harus saya urus secara tertulis? Jika memang itu
   pekerjaan formal, semestinya mereka mempekerjakan saya secara formal juga.
   Tapi jika informal, mereka semestinya membayar saya secara informal juga. Di
   sini sudah ada ketidakadilan antara saya pekerja freelance dengan mereka
   sebagai pihak pemberi pekerjaan.
   2. Soal honor yang terlambat tidak diberitahu di awal kesepakatan,
   melainkan setelah pekerjaan nyaris selesai. Ini merupakan bentuk penipuan
   halus.

Tidak sampai di situ, setelah invoice saya buat dan harus DIANTARKAN
SENDIRI ke kantor LSM tersebut, hingga *HARI INI, HONORARIUM BELUM SAYA
TERIMA*. Padahal Damay menjanjikan pada saya honor akan turun paling lama
1 bulan setelah pekerjaan selesai. Dan sampai hari ini sudah berjalan 1
bulan lebih.
Lebih terkejut lagi ketika saya membaca email Damay ke bagian administrasi
yang di CC ke saya berbunyi:



Mbak Sania dan Rani,

invoice atas nama Merry Magdalena untu pekerjaan editing kasus, sudah
 aku
proses ke bagian admin awal Juni kemarin. Mbak Merry menanyakan soal
transfernya yang belum sampai padahal sudah satu bulan. Tolong mbak
 Sania
atau Rani cek ke mbak Nina or siapapun yang menangani urusan
 LGCS
sekarang. Soalnya seperti email yang bersangkutan dibawah, hingga hari
 ini
dana itu belum masuk, seharusnya kan sudah masuk 2 minggu yang lalu.
Tolong langsung dibalas ke mbak merry dan cc ke saya soal perkembangan
 ke
saya

Terima kasih,

Damay

Dari email tersebut, diketahui bahwa semestinya honorarium sudah saya
terima sejak 2 minggu lalu, yang artinya sejak pertengahan Juni. Itu jika
melalui prosedur semestinya. Namun sampai 4 Juli 2007, tidak ada
pemberitahuan apapun dari pihak JTP atau World Bank. Artinya saya harus
bolak-balik menggesekkan kartu ATM saya demi memeriksa apakah honorarium
sudah turun atau belum.
Yang menyakitkan adalah tidak ada keinginan dari pihak JTP untuk mengabari
atau memberi penjelasan tentang keterlambatan honorarium ini.
Bukan masalah jumlah uangnya, namun usaha atau apresiasi terhadap hasil
kerja manusia itu memang nyaris tidak ada. Padahal nama LSM ini adalah *Justice
for The Poor *dan buku yang saya edit berisi tentang studi kasus korupsi
di daerah-daerah di Indonesia yang tereksan seolah mereka memperjuangkan
nasib rakyat/ sesama manusia.
Faktanya?
Ternyata saya tidak sendirian. Seorang teman berkisah bahwa temannya juga
pernah mengalami nasib serupa, bahkan lebih parah. Honor baru diterima lima
bulan kemudian setelah proyek selesai.
Semoga kelalaian saya menerima pekerjaan tanpa surat perjanjian di awal
ini bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman jurnalis dan penulis lepas. Dan
satu lagi, nama besar institusi internasional atau LSM dengan nama yang
berbau menggusung idealisme demi kepentingan rakyat, BUKAN JAMINAN akan
memperlakukan kita secara manusiawi.
Apakah saya berlebihan dalam menyikapi masalah ini? Maaf saja jika
terkesan demikian, sebab ini pun pengalaman saya pertamakali mendapat
perlakuan tidak adil sejak berprofesi menjadi jurnalis dan penulis.
Sebelumnya saya memang tidak pernah berhubungan dengan LSM dalam pengerjaan
proyek penulisan. Klien-klien saya terdiri dari personal bereputasi baik
yang mempekerjakan saya secara profesional dan cukup kompeten kendati tidak
ada kontrak tertulis.
Tapi ini sungguh pengalaman berharga yangn membuat saya jadi TIDAK PERCAYA
PADA LSM atau instansi apapun yang bergaya IDEALIS walau di bawah naungan
BADAN DUNIA sekalipun.

Salam









*Sayangi Indonesia! *
*Ada 1001 Cara Sayangi Indonesia dengan Cara Sederhana!'
http://sayangi-indonesia.web.id

www.netsains.com
Mempopulerkan Tulisan Ilmiah, Mengilmiahkan Tulisan Populer
phone: 021 7155 8993
*
**
*
Merry Magdalena
Reporter Harian Sore Sinar Harapan
www.sinarharapan.co.id
021-3912360/61 Fax 021-3912370

*

------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get 
online.<http://us.rd.yahoo.com/evt=48251/*http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting/?p=PASSPORTPLUS>



Kirim email ke