Pegunungan Cartensz? Kalau nama Cartensz agaknya sudah tidak lagi dikenal dan 
diketahui dimana letaknya. Kalau tidak keliru namanya telah dirubah oleh 
pemerintah Indonesia menjadi Jaya Wijaya. Orang Papua memakai nama  Pegunungan 
Bintang.  Kurang lebih 5 tahun sesui observasi dikatakan bahwa  gleiser yang 
terdapat disana sudah mengecil, mungkin sekarang sudah hilang.


  ----- Original Message ----- 
  From: Unik F sultan 
  To: [email protected] 
  Cc: 'zaliansyah' 
  Sent: Monday, July 09, 2007 11:32 AM
  Subject: [mediacare] RE: [INDONESIA-Geographic] What should we do about this 
.... ???


  Dear all, 

  FYI, Dari milis sebelah..


------------------------------------------------------------------------------

  From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of zaliansyah
  Sent: Monday, July 09, 2007 3:52 PM
  To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
  Subject: [INDONESIA-Geographic] What should we do about this .... ???

   

   

  Urgent...!!! ! Carstensz diambang kehancuran, apa tindakan kita



  Mau bagi-bagi informasi nih mengenai alam lingkungan Indonesia. Kebetulan 
kami dari teman2 penggiat alam bebas beberapa kali mempunyai data yang 
mengerikan mengenai Cartenz termasuk yang berbahasa Inggris. Berikut salah satu 
data terakhir dari kawan saya. Paling tidak teman2 disini bisa mengetahuinya 
dan mempunyai pemikiran lain untuk renungkan. Tetapi saya tidak ingin ini 
dipolitisir. ..saya hanya ingin ini menjadi bahan renungan bagi semua komponen 
bangsa di negeri ini.

  Kemaren seorang teman baru balik dari Carstensz, dan dia bercerita gimana 
hancurnya lembah Zebra wall, sayang pas saya minta fotonya dia ngga mau ngasih 
karena ngga enak sama Freeport, hubungan mereka dah mesra dengan Freeport, 
mereka ngga mau merusaknya. (ok bagi saya itu ngga masalah) yang mau saya ulas 
di postingan ini adalah, keadaan terkini dari Carstensz, kata teman saya ini 
sekarang truk tambang sudah bisa sampe ke dekat camp zebra wall dan kemaren 
mereka dianter sama truk Freeport hingga ke Zebra wall dan menurut dia lagi 
sebuah danau di dekat Zebra wall sudah tetimbun batu-batu buangan pertambangan 
Freeport, dan ada sebuah danau lagi yang sudah dibolongin agar airnya kering 
dan tentunya akan ditimbun lagi dengan batu-batu buangan pertambangan. Miris 
memang mendengarnya, kita semua tahu dulu di lembah Zebra Wall itu ada daerah 
rawa rawa yang dikenal dengan sebutan Carstensz Swamp dan rawa ini juga sudah 
tertutup habis oleh timbunan batuan buangan pertambangan.

  Freeport bukannya tidak tahu kalau merusak lingkungan, mereka tau kok, ini 
terbukti dengan ketatnya ijin melewati Freeport jika mendaki carstensz dan juga 
kalaupun dapat ijin akan sangat diawasi dan tidak boleh mengambil dokumentasi 
apapun hingga sampai di daerah basecamp, bahkan ada kelompok PA Dari Unila 
Lampung yang baru-baru ini kesana dan lewat Freeport, mereka mendapat 
pengawasan yang super ekstra dan tidak boleh memotret apapun baru setelah 
sampai basecamp mereka boleh memakai cameranya.
  Jelas sekali terlihat dengan sikap seperti itu agaknya Freeport cemas kalau 
sampai perusakan lingkungan yang mereka lakukan akan diketahui publik.

  Lalu bagaimana? Jika ini dibiarkan terus pasti tidak lama lagi kita akan 
kehilangan gunung yang kita banggakan itu, pasti tidak lama lagi pegungan itu 
akan rusak parah. Keindahan lembah-danau- danau yang banyak danau itu akan 
hilang. Susah membuktikan kalau penghancuran lingkungan pengunungan Jayawijaya 
ini begitu parah tampa ditunjang bukti-bukti yang kongkrit seperti foto-foto. 
Freeport tidak akan dengan begitu mudahnya mengijinkan kita mengambil foto-foto 
kerusakan alam tersebut, semua yang bermain di Carstensz tahu persis hal ini 
tapi mereka seperti tutup mulut karena bisa-bisa akses mereka kesana 
  di banned oleh pihak Freeport.

  Dan bagaimana tindakan kita? Saya berpikir dan tidak ada salahnya kita 
mencoba, setidaknya kita ngga kalah sebelum bertempur. Mungkin teman-teman ada 
yang mengenal atau tahu atau syukur-syukur dekat dengan LSM lingkungan yang 
bisa membiayai seorang wartawan foto dan seorang saksi lainnya (yang harus 
pendaki gunung juga dan punya perhatian dengan carstensz jangan yang gampang di 
sogok) untuk terbang dengan helicopter dan mengabadikan kerusakan pegunungan 
Jayawijaya dari udara, dan hasilnya kita ekspos baik dalam dan luar negri kita 
sampaikan juga pada UIAA. Setidaknya dunia mountaineering 
  tahu bahwa salah satu puncak dari seven summits sekarang tengah sekarat dan 
menunggu kehancuran. Kita tidak bisa mengharapkan pemerintah karena mereka juga 
ikut andil dalam kehancuran ini.

  Saya pribadi berharap postingan ini tidak menjadi wacana saja, karena 
sekarang sudah ada FMI hendaknya masalah carstensz ini menjadi tujuan utama, 
saya yakin jika topik ini terangkat hingga diketahui masyarakat mountainerring 
dunia, akan melapangan jalan buat FMI untuk semakin bermain di peta 
outainerring Indonesia dan dunia.

  Bagaimana temans, berhentilah hanya berdiskusi tapi mari kita lakukan sesuatu 
hal yang nyata sebelum semua terlambat. Saya yakin dimilis ini banyak 
teman-teman yang mempunyai link dengan LSM lingkungan. Dan saya yakin LSM 
tersebut juga pasti akan tertarik.

  Wassalam,

  Harley B. Sastha
  (Modetator Highcamp The Adventure dan Pengurus FMI, Penulis Tentang Kegiatan 
Alam Bebas)

   

   

   
   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.2/891 - Release Date: 7/8/2007 6:32 
PM

Kirim email ke