Ya gak bisa begitu Mbak, itu sama saja kita seperti terroris. kan Anda bisa 
menyampaikannya langsung ke yang bersangkutan, siapa tau ada penyesalan dari 
pelaku. seperti halnya kehidupan kita sehari-hari, terkadang candaan kita pun 
berlebihan dan menyinggung orang lain.

salam damai

Giri

Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Dear 
All,
 
 Kalo teman2 semua setuju dgn protesku ini dan berniat membantu
 segeralah sms Pak Ishadi SK di no HPnya: 08161887900.Aku dapat nomor
 itu dari temanku.Biar Pak Ishadi tahu kelakuan bawahannya kaya gimana...
 
 Ok jgn lupa sms ya...Makasih bgt...
 
 Salam hangat,
 
 Dinda
 
 --- In [email protected], Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]>
 wrote:
 >
 >   Protes thd acara EXTRAVAGANZA - TRANS TV
 >    
 >    
 >    
 >   Tadi malam (Senin,9 Juli 2007) aku tidak sengaja menonton acara
 Extravaganza di TRANS TV.Alangkah kaget dan kecewanya  ketika menonton
 acara komedi ini?Kenapa?
 >    
 >   Karena di salah satu sesi acara komedi tersebut ditayangkan sesi
 parodi dari acara “Fenomena” yang diplesetkan menjadi acara
 “Fenomenor” yang dibawakan oleh Aming.
 >    
 >   Kata2 pengantar dari Aming sebagai presenter acara Fenomenor itu
 sungguh mengecewakan dan keterlaluan, “Fenomenor” sedang membahas
 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
 >    
 >   Aming berkomentar “Kekerasan Dalam Rumah tangga tidak selalu
 membawa kesengsaraan bagi korban tetapi juga dampak kesenangan bagi
 korban” lalu ditayangkanlah gambar bagaimana sebuah keluarga yang
 terdiri dari ayah,ibu dan satu orang putranya laki-laki di pukul
 kepalanya oleh sang ayah dengan sebuah tongkat kayu dan batu bata
 merah dan tentu saja ibu dan anak tersebut pingsan.Tapi sang ayah
 malah tertawa dan bilang keduanya telah berhasil lulus dan naik
 tingkat sehingga berhak atas sabuk kuning karateka.
 >    
 >   Aduh ya ampun aku kaget banget menontonnya jelas-jelas hal itu
 sebuah kesalahan.Karena budaya kekerasan tidak boleh dipublikasikan
 apalagi kekerasan dalam rumah tangga.Dan Trans-TV juga tidak bijak
 tetap menanyangkan acara tersebut seolah-olah Kekerasan Dalam Rumah
 Tangga adalah persoalan sepele yang bisa dijadikan parodi untuk
 ditertawakan bersama.
 >    
 >   Apakah tim kreatif Extravagansa tidak peka terhadap perasaan
 perempuan korban yang pernah mengalami peristiwa tersebut?Kemana sih
 kecerdasan tim kreatif Extravagansa ditempatkan?Sehingga dengan
 teganya memparodikan kesengsaraan dan penderitaan perempuan dan anak
 korban kekerasan?Itu sama sekali tidak lucu bagiku.Kekerasan Dalam
 Rumah Tangga bukan seharusnya dijadikan bahan lelucon bagi acara
 parodi sekalipun.
 >    
 >   Siapa bilang kalau menjadi Korban Kekerasan mendapatkan
 kesenangan.Tidak ada sama sekali!!!.Semuanya hanya akan membawa dampak
 luka fisik dan luka bathin serta efek trauma yg besar bagi para
 perempuan dan anak korban kekerasan.
 >    
 >   Melihat masih banyaknya jurnalis (khususnya jurnalis TV) yang bias
 gender dan tidak memperhatikan hak-hak perempuan dan anak korban
 kekerasan aku menghimbau:
 >    
 >   1.                           Kepada Pimpinan TRANS TV untuk
 mengevaluasi tim kreatif acara Extravaganza dan mawas diri terhadap
 tayangan-tayangan mereka yang bias gender dan tidak memperhatikan
 hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan.Hal ini juga berlaku
 kepada TV-TV lainnya di Indonesia.
 >   2.                           Meminta sikap Komisi Penyiaran
 Indonesia agar lebih proaktif menegur bahkan memberhentikan
 tayangan-tayangan TV yang bias gender dan tidak berpihak kepada
 perempuan dan anak korban kekerasan.
 >   3.                           Meminta kepada Lembaga Pendidikan
 Tinggi Jurnalisme/Penyiaran, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia,AJI
 (Aliansi Jurnalistik Independen) untuk lebih giat lagi
 menyelenggarakan pelatihan tentang gender,kekerasan terhadap perempuan
 termasuk didalamnya kepentingan perempuan dan anak korban kekerasan.
 >    
 >   Demikianlah surat protes ini aku buat.Karena rasa keprihatinanku
 yang mendalam terhadap mutu penyiaran TV indonesia yang masih sangat
 bias gender dan bermuatan kekerasan terhadap perempuan.Apalah artinya
 surat protes ini yang datangnya hanya dari seorang penonton TV saja
 tanpa kesadaran dan dukungan anda semua,pemirsa TV.
 >    
 >   Dan untuk yang terhormat mas Satrio Arismunandar tolong sampaikan
 surat protes aku ini kepada teman sejawat anda yaitu para anggota Tim
 Kreatif Extravaganza-Trans TV.Dan mohon surat ini dimasukkan kedalam
 milis internal Trans-TV.Terima kasih banyak mas untuk bantuan dan
 pertolongannya.Terima kasih.
 >    
 >    
 >   Jakarta,10 Juli 2007
 >   Salam hangat,
 >    
 >    
 >   Titiana Adinda (Dinda)
 >   0815-1609391
 >    
 >    
 >    
 >   
 > 
 > Kunjungi blog aku di:
 > http://titiana-adinda.blogspot.com/
 >        
 > ---------------------------------
 > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
 >
 
 
     
                       

                
---------------------------------
 What kind of emailer are you? Find out today - get a free analysis of your 
email personality. Take the quiz at the Yahoo! Mail Championship.

Kirim email ke