Saudara semua,
  Suda sejak dulu bila bicara West Papua, tepatnya tentang keinginan bangsa 
Papua untuk hidup dengan dihargai martabat dan hak kami sebagai manusia ... 
senantiasa disambut sinis dan belum apa-apa sudah dicurigai macam segala rupa.
   
  Masala paling mendasar adalah itu. Tidak lebi dan tidak kurang: kami inginkan 
hak hidup kami sebagai bangsa dengan latar belakang sejarah dan budaya, 
termasuk ras, yang ada berbeda dari Indonesia. Kalau kemudian keinginan kami 
makin kental mewujud pada separatisme, coba semua pikirkan kenapa.
   
  Sebelum menghakimi, sebelum menilai, sebelum anda membela NKRI vs West 
Papua... adaka saudara benar ketaui apa yang ada di West Papua sejak 1962? 
Perna kah saudara tau suda berapa banyak nyawa orang Papua hilang sia-sia? Dan 
apakah saudara tahu cara-cara pembunuhannya?
   
  Sebelum saudara atau saudara lain di Indonesia mengamini separatisme harus 
tumpas (seperti kata Muladi yg diulang-ulang dalam siaran televisi berapa hari 
kemarin), apakah saudara bisa bayangkan apa arti kata TUMPAS ini bagi 
keselamatan hidup bangsa kami? Bahkan tidak ada tekad yg dicover media massa 
saja, bangsa kami sudah menghadapi upaya pemusnahan sistematis sejak tahun 
1962... saudara perna bayangkan bila semua orang yang saudara kenal atau baru 
kenal, semua orang yg berambut sama dengan anda, sehitam anda, menyandang nama 
keluarga suku-suku di West Papua, ALIAS SEMUA ORANG WEST PAPUA mengalami 
kehilangan anggota keluarga karena kejahatan militer? Atas nama NKRI? Dan 
saudara bisa bayangkan bila kehilangan itu disaksikan di depan mata? Dan bisa 
saudara bayangkan bila kehilangan yg disaksikan itu penuh dengan penyiksaan 
atau penistaan??????
   
  Saudara sekalian di Indonesia sah dan boleh (atau wajib?) mempertahankan 
NKRI, tapi saudara semua sekalian  tidak punya secuil pun hak untuk memberi 
restu pada militer untuk menghabisi kami. Dan bila pemerintah RI tidak mampu 
membuktikan omong kosongnya tentang pendekatan hukum, pendekatan non militer... 
maka anda semua warga negara indonesia tidak berhak merestui dan mengambil 
tindakan untuk menggantikan posisi militer dalam bertindak secara militer untuk 
MENUMPAS KAMI ORG PAPUA YG MENUNTUT KEADILAN ATAS HAK HIDUP KAMI
   
  Saudara semua boleh membela NKRI, sa tidak salahkan dan tidak anggap saudara 
sekalian sebagai musuh. Saudara warga Indonesia, Vannuatu, Belanda, Brunei, 
Lesotho, ... saudara warga negara manapun, kita sama-sama penduduk sipil. Kita 
sama-sama tidak ada hak untuk merestui pembantaian atas nama apapun, kita juga 
tidak punya hak untuk melakukan tindak kekerasan pada kelompok minoritas, meski 
dengan alasan cinta negara.
   
  Bila masala sweeping warga Papua (kebanyakan mahasiswa) anda anggap sebagai 
kewajaran, malah terkesan ada bilang “biar tau rasa itu anak-anak papua!” ..... 
mengapa banyak dari saudara memprotes tentara soal penembakan alas tlogo, 
mengapa banyak dari saudara mengutuk dan muak pada tindakan paramiliter FPI, 
mengapa banyak dari saudara sampai sekarang masi bicara meminta keadilan 
tentang tragedi 12 Mei, mengapa banyak dari saudara tidak bisa lupakan tragedi 
pembantaian anggota (dan yg dicuriagai anggota) PKI?????? Kenapa untuk 
kekerasan militer (dan paramiliter) semacam tadi terhadap warga sipil, serta 
juga masih ada banyak contoh lain yg membuat banyak dari saudara di sini akan 
ramai angkat diri bicara dan malah berbondong ada kasih tindakan juga seperti 
demo, siaran pers, dll....... KENAPA WARGA SIPIL ASAL PAPUA TIDAK MENDAPAT 
DUKUNGAN DAN SIMPATI YG SAMAAA? Apa hak hidup dan hak atas rasa aman dinilai 
tidak kami punya juga?
   
  Bila ada saudara di sini rela mati-matian bersimpati pada korban-korban sipil 
dari kebiadapan Israel, mengapa Bangsa Papua yang rakyat sipil dan menjadi 
korban kebiadaban tentara dan pengusaha tidak mendapat simpati dan dukungan 
anda????? Saudara membela NKRI dan menginginkan Papua tidak terlepas dari NKRI, 
kenapa lebih membela warga sipil negara lain? Apa karena mayoritas bangsa Papua 
beragama Kristen Protestan? Maaf, kami di Papua tidak ada masala soal agama, 
saudara bisa datang dan lihat sendiri, kami punya sistem adat yang mengatur 
hidup kami supaya tidak baku berkelahi antar agama. Dan saudara jangan pula 
sala menyangka, saya juga Muslim dan saya tetap inginkan Papua bebas dari 
penindasan Indonesia yg berdarah-dara! Dan sa paling ada naik darah bila orang 
coba masukkan unsur keagamaan untuk lebih bikin soal-soal di West Papua jadi 
makin para. Sa paling kecewa bila umat Islam indonesia mulai karang-karang 
sejarah tentang Islam di Papua... Silakan Saudara baku ribut
 soal agama di Indonesia, jangan bawa-bawa ke West Papua dan coba-coba bikin 
sentimen keagamaan jaadi barang soal baru lagi di sini!!!!!!!
   
  Jadi, singkatnya silakan saudara untuk membela NKRI dan bicara lantang soal 
separatisme harus ditumpas... TAPI COBA SAUDARA CARI TAHU TENTANG WEST PAPUA. 
Seberapa banyak yg ada saudara ketaui? Seberapa banyak saudara peduli pada West 
Papua, pada orang-orang yg makin terpinggir dan merosot kualitas 
kehidupannya!!! Saudara tau apa yg sebenar tentang West Papua? Apa saudara tau 
bukan hanya hak hidup kami yg ada dicabut, bukan hanya ibu kami –alam: tanah 
dan laut dan kandungannnya-- yang dijarah, tapi hak kami sebagai makhluk 
berbudaya juga diberangus???? 
   
  Silakan saudara bilang West Papua bagian Indonesia yg harus dipertahanakan... 
itu hak saudara. TAPI sambil waktu saudara bilang itu, coba saudara buka mata 
dan suara, juga ambil tindakan buat West Papua untuk merasa jadi bagian 
Indonesia. Bila saudara diam-diam saja = suda seratus ribu lebh nyawa bangsa 
Papua melayang karena tindakan semena-mena... dan itu terjadi JUGA  karena 
kebisuan warga sipil indonesia dan dunia. Tidak aja jaminan apapun kesengsaraan 
dan kepedihan kami yg tak terkatakan bisa berakhir segera, tapi jika saudara 
sebagai warga sipil tidak melakukan apa-apa dan tetap bersikap tidak peduli 
pada West Papua... Maka saudara  juga ada terlibat dalam upaya pemusnahan atas 
kami Bangsa Papua. 
   
  Mungkin suda saatnya saudara orang Indonesia refleksiakan betul soal kami 
Bangsa Papua, soal West Papua. Mungkin, au bisa paham kenapa West Papua 
inginkan yg satu itu.
   
   
  Tabeya!
   
  oda
  --one people one soul-- 

       
---------------------------------
 Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.

Kirim email ke