Wah, dulu bukannya ada aksi waktu ambalat di 'utak atik'? Cuma kalo demo ke
kedubes arab.hmmm.belum pernah denger si.

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Arisantoso Setyo
Sent: Monday, July 16, 2007 7:06 AM
To: [email protected]
Subject: [Spam] Re: [mediacare] Re: Setelah Dihukum Cambuk, Enggan Kembali
ke Arab Saudi

 

Setuju sekali...Pep, saya juga seringkali memperhatikan mengapa kalau yang
melakukan KEKEJAMAN itu orang ARAB atau MALAYSIA maka tidak ada satupun
organisasi yang DEMO ... mengapa ya ? 

 

 

 

----- Original Message ----- 

From: Peppita <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  Poerwowidagdo 

To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[email protected]> ps.com 

Sent: Sunday, July 15, 2007 8:44 AM

Subject: RE: [mediacare] Re: Setelah Dihukum Cambuk, Enggan Kembali ke Arab
Saudi

 

Kok enggak ada yang demo ya?

Kapan itu sempat ada secuil berita demo di kedubes AS kala ada pembantu
Indonesia yang disiksa majikan (keturunan India) di Amrik sana. 

Bolak-balik berita TKI kita diperkosa/disiksa dsb kok gak pernah ada demo di
kedubes Saudi ya?

 

Salam damai

Unik F sultan <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> com> wrote:

Mbo' Indonesia tu bisa negotiate sedikit ngapa? Hubungan diplomasinya
dikembangin dung.

Kalo kalah debat ama negara arab itu. Dinego kalo yang ditangkap itu
langsung diserahkan ke kedutaan trus dipulangkan saja!!!

jangan disiksa.plis deeehhhh..

Stop violence with smart silence!!!

Unik



  _____  


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of IrwanK
Sent: Thursday, July 12, 2007 12:07 PM
To: [email protected]; Danardono HADINOTO; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [mediacare] Re: Setelah Dihukum Cambuk, Enggan Kembali ke Arab
Saudi

Semua pihak yang terlibat kezhaliman ini emang brengsek.. Ya, dari Indonesia

(pjtki, pemerintah/kedubes dsb), ya dari Arab-nya juga.. Memalukan &
memuakkan..
Ayo donk yang mendapat amanah jabatan.. jangan diem saja.. apalagi cuma 
bisa nangis.. :-|

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 7/12/07, marthajan04 <marthajan04@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
yahoo.com > wrote:

--- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:mediacare%40yahoogroups.com> ps.com, "RM
Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> *** Dasar Arab...
--------------------------------------------------yang lebih salah itu ya
pemerintah kitanya mas. coba, sudah ada di 
berita gini, apa yang mau dilakukan pemerintah kita? paling diem wae.
yah nasib orang kecil mah memang sudah suratannya gitu kaleee....
sialnya jadi warga negara ambur adul.

salam,
mj





> 
> 
> 
> 
> SUARA PEMBARUAN DAILY
> ----------------------------------------------------------
---
> ----------
> 
> Setelah Dihukum Cambuk, Enggan Kembali ke Arab Saudi
> 
> wi Mardiyah (38), asal Dusun Karangsemanding, Desa Sukorejo, 
> Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim) yang 
> lolos dari hukuman mati di Penjara New Al Ruwaiz, Jeddah, Arab 
Saudi, 
> tidak henti-hentinya meminta agar semua pihak ber- upaya mencegah 
> pelaksanaan hukuman mati bagi empat tenaga kerja wanita (TKW) asal 
> Indonesia.
> 
> Bersama-sama dengan Ge- rakan Buruh Migran Indone- sia (GBMI) 
Jember, 
> Mardiyah menyampaikan permintaan itu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja 
> Jember, Kantor DPRD Jatim, DPRD Jember, KPP Jatim di Surabaya. 
> 
> "Jumlah TKW yang ditahan di sana sekitar seribu orang. Empat orang 
> mau dihukum mati, dua di antaranya dari Jatim masing-masing 
seorang 
> dari Jember dan Bondosowo. Sudah lebih dari satu tahun dipenjara, 
> mereka berharap pemerintah memberi perhatian. Tolong mereka 
> dikeluarkan semua," kata Mardiyah sambil berharap Kedutaan Besar 
RI 
> di Arab Saudi memberi bantuan.
> 
> Mardiyah dituduh berbuat zinah dan prostitusi, namun pemerintah 
Saudi 
> tidak bisa membuktikan tuduhan ini. Sekalipun lepas dari hukuman 
> rajam, Mardiyah tetap masuk penjara selama satu tahun satu bulan 
> dengan hukuman cambuk di penjara wanita New Al Ruwaiz plus.! 
> 
> Mardiyah mengalami nahas, ketika diajak majikannya bertamu ke 
rumah 
> salah satu kawan pada pertengahan tahun 2006. Mereka bertamu 
hingga 
> larut malam. Sekitar dinihari, pemuka agama bersama kepolisian 
> menangkap mereka. Sang tuan rumah, Suma'iyah dituduh sebagai 
germo. 
> Mardiyah dituduh sebagai anak buahnya. 
> 
> "Padahal waktu itu saya bersama lima anak tuan rumah yang masih 
> kecil," katanya.
> 
> 
> Tidak Diterima
> 
> Alasan itu tidak bisa diterima, Mardiyah tetap saja diseret ke 
meja 
> hijau. Tanpa didampingi perwakilan Kedutaan Besar RI dan PT Baham 
> Putra Abadi sebagai agensi, Mardiyah dijatuhi hukuman penjara 2 
tahun 
> plus hukuman cambuk 700 kali di Penjara New Al Ruwaiz, Jeddah. 
> Mardiyah dicambuk setiap 2 minggu sekali. Sekali eksekusi 70 kali 
> cambukan. "Banyak yang pingsan. Alhamdulillah saya tidak sampai 
> pingsan," kata Mardiyah yang sudah menerima sebanyak 670 kali 
> cambukan. 
> 
> Melalui lobi-lobi dan jaringan yang dibangun GBMI Jember, Mardiyah 
> dibebaskan akhir Mei silam atau lebih cepat satu tahun. "Saya 
tidak 
> mau lagi beke! rja di luar negeri. Saya sudah puas kerja seadanya di 
> sini karena dapat mendampingi anak dan orang tua," kata Mardiyah. 
> Kini Mardiyah sudah berkumpul kembali dengan anaknya Muhammad 
Taufik 
> (14) serta ibunya Waginah.
> 
> Mardiyah pulang bersama seorang TKW asal Banyuwangi Siti Kholifah. 
> Setelah tidak terbukti membunuh sang majikan, Siti Kholifah tidak 
> ditahan dan dipulangkan.
> 
> Mardiyah dianggap sebagai anak yang hilang. Sebelum kepulangannya, 
> barang-barang miliknya seperti baju sudah "pulang" lebih awal oleh 
> temannya. Ada kepercayaan keluarga TKW, jika baju "pulang" lebih 
> awal, pem! ilik baju dianggap sudah meninggal. 
> 
> Mardiyah sempat diselamatkan, setelah Perwakilan International 
Labour 
> Organization (ILO) dan GBMI Jember mengadukan masalah ini kepada 
> Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Dinas Sosial Jember pada 
awal 
> Mei. Kedua organisasi itu kembali mendesak agar Disnakertrans 
Jember 
> secepatnya bergerak menyelamatkan Mardiyah.
> 
> "Saya masih ingat teman- teman yang akan dihukum, mereka titip 
pesan 
> untuk bisa dibebaskan," kata Mardiyah ketika pekan lalu mengadukan 
> kasus ini kepada DPRD Kabupaten Jember.
> 
> Ketua GBMI Jember, Moch Kholili mengharapkan agar berbagai 
instansi 
> pemerintah, mulai Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 
> Departemen Luar Negeri, serta Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga 
Kerja 
> Indonesia melakukan dialog dengan pe- merintah Arab Saudi guna 
> mencegah pelaksanaan hukuman rajam.
> 
> "Nyawa TKW kita harus di- selamatkan, bagaimana pun mereka 
merupakan 
> bagian dari pencari devisa yang harus mendapatkan perhatian dan 
> perlindungan pemerintah," katanya. [Edi Soetedjo]

 


  _____  


Get the Yahoo! toolbar and be
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48225/*http:/new.toolbar.yahoo.com/toolbar/featu
res/mail/index.php>  alerted to new email wherever you're surfing. 

 

Kirim email ke