Salam, Berkat sejarah perkebunannya yang gemilang, Medan memiliki komposisi penduduk yang sangat beragam (Buiskool, 2006). Selain dihuni oleh warga keturunan Arab dan ras Melayu dengan etnis yang berbeda-beda, kota ini juga menjadi tempat tinggal bagi orang-orang keturunan Tionghoa yang jumlahnya diperkirakan mencapai 25 persen dari total penduduk dan ribuan warga keturunan Tamil. Spektrum keberagaman penduduknya juga sangat beragam, mulai dari enam agama resmi hingga agama pinggiran seperti Sikh dan kepercayaan-kepercayaan tradisional. "Prestasi" Medan ini jelas sulit ditandingi oleh kota-kota besar lainnya, termasuk Jakarta. Dengan keragaman etnis dan ras yang tergolong istimewa ini, tak sedikit penduduk Medan yang membanggakan kotanya sebagai kota multikultural. Relatif minimnya peristiwa kekerasan antaretnis/agama yang terjadi di kota ini biasanya menjadi dasar penguat klaim multikultural itu. Untuk membahas lebih lanjut tentang kota dan wacana multikulturalisme, kami mengundang anda dalam diskusi:
*Tema : Politik Kota dan Multikulturalisme* *Pembicara: Uzair Fauzan (Peneliti Lafadl Initiatives)* *Waktu : Kamis, 26 Juli 2007 Pkl. 15.30* *Tempat : Rumah Lafadl* Atas perhatian dan partisipasi Anda kami ucapkan terimakasih. Salam, Sobirin Kadiv. Litbang Lafadl -- Lafadl Jl. Dayu Baru No. 1A Sinduharjo Ngaglik Sleman 55581 Telp (0274) 888726 / 08175463015 Jogjakarta - Indonesia lafadl.atspace.org lafadl.wordpress.com
