Temans dan Mod Ybk, trims atas infonya,
oh jd bukan sekolah teologi kristiani yang setelah lulus itu menjadi relawan dan misionaris ya. knp saya bertanya demikian karena ada teman saya dari kupang yg ngambil s2 teologi divatikan. atas nama kemanusiaan memang tidak dibenarkan menganiaya dan tidak dibenarkan juga atas nama apapun memaksakan kehendak keyakinan seseorang kecuali kalo memang taliban itu (selain dengan US) sudah punya harga mati dengan misionaris. saya baru dapat isu pemaksaan agama trhadap tawanan korea ini dari harian komentar, kayaknya gk naik di media lain ya. maklum buat bantu kerjaan riset teman nih... tolong minta referensinya kalau ada lg yg menaikan isu ini. best regards- On 9/14/07, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Leo, > > Sekolah teologi ya ada dimana-mana. Di Jakarta dan kota-kota lain di > Indonesia juga ada. Kalau orang Korea mungkin ya belajarnya di Seoul, bukan > Vatikan. > > Koran Komentar itu terbitan Manado, kalau tak salah. > > salam, > > rd > > > ----- Original Message ----- > *From:* leo leono <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Friday, September 14, 2007 2:08 PM > *Subject:* Re: [mediacare] Taliban Paksa Sandera Pindah Agama > > sekolah teologi terkenal tuh adanya dimana ya? > > kalo gk salah di vatikan ya... > > temans, saya gk bisa komen tapi harian komentar tuh media mana sih? > > thnx- > > On 9/13/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > <http://www.hariankomentar.com/hl008.html> > > > > Sandera asal Korsel yang dilepas militan Taliban. > > > > > > > > *HARIAN KOMENTAR* > > 13 Sept. 2007 > > 13 September 2007 > > > > *Taliban Paksa Sandera Pindah Agama * > > > > > > *Beberapa sukarelawan Kristen Korea Selatan yang baru saja dibebaskan > > Taliban mengaku mereka dipukuli dan diancam akan dibunuh jika tidak pindah > > agama. Je-Chang-Hee, 38 tahun menuturkan, sebanyak 23 sandera warga Korea > > Selatan sering di-pukuli dengan batang pohon bercabang tiga atau ditendang > > sekujur tubuhnya. * > > > > > > *"Mereka juga menodongkan senapan dan bayonet dan memaksa saya berpindah > > agama," kata mantan sandera Taliban ini dalam acara jumpa pers di Ibu Kota > > Seoul, Korea Selatan, kemarin (12/09). * > > > > > > *Je yang berhenti dari perusahaan teknologi informasi, Juni lalu belajar > > di sebuah sekolah teologi. Ia menjadi sukarelawan dan penerjemah bahasa > > Inggris di sebuah rumah sakit di Afghanistan. Cerita yang sama juga keluar > > dari mulut Yoo Jung-Hwa, 39 tahun. Guru bahasa Inggris ini mengaku diancam > > tidak akan dibebaskan jika tak mau mengikuti keyakinan para penyanderanya, > > Taliban. "Saya bahkan tidak bisa lagi menangis saking takutnya," ujarnya. > > Seperti diketahui, Taliban akhirnya membebas-kan 19 sandera Korea Selatan > > akhir Agustus lalu setelah Seoul bersedia menarik pasukannya dari > > Afghanistan dan berjanji tidak akan mengirim misionaris lagi ke sana. * > > > > > > *Dua sandera perempuan dibebaskan lebih dulu. Namun dua tawanan > > laki-laki dibunuh dan mayatnya dibuang di pinggir jalan.(afp/*)* > > > > > ------------------------------ > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.18/1007 - Release Date: > 13/09/2007 21:48 > > >
