MUSUH-MUSUH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH

Penulis : Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib

 

 

"Sesungguhnya kalian wahai Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah mayoritas Ummat Islam di dunia ini. Karena itu kalian adalah pihak yang sepantasnya membikin perubahan positif pada Ummat Islam."

 
Bagian 2

           

BEBERAPA BENTUK PENJEGALAN DAN PENGHADANGAN

 

          Adalah merupakan Sunnatullah di dalam kehidupan ini bahwa perjuangan di jalan Allah itu harus berhadapan dengan berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya:

 

"Demikianlah Kami jadikan bagi setiap Nabi itu, musuh dalam bentuk setan dari kalangan manusia maupun dari kalangan jin yang saling mengilhamkan satu dengan lainnya omongan-omongan palsu yang menipu. Seandainya Tuhanmu berkehendak, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Oleh karena itu, biarkanlah mereka berbuat dengan berbagai kepalsuan yang mereka lakukan. Yang demikian itu Kami jadikan adalah agar condong kepada mereka hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan agar mereka ridha dengan berbagai kepalsuan itu dan agar mereka semakin tenggelam dalam berbagai penyimpangan itu. (Q.S. Al-An'am ayat 112-113)

 

Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa alihi wasallam menjelaskan:

"Tidaklah seorangpun membawa ajaran seperti yang aku bawa, kecuali mesti dia dimusuhi (oleh masyarakatnya)." (Ibnu Katsir berkata: Diriwayatkan oleh Al-Bukhari juz 1 hal. 22 dan Muslim juz 1 hal. 139. keduanya dari hadits Ummul Mu'minin Aisyah radhiyallahu 'anha, lihat Tafsir Ibnu Katsir  juz 3 hal. 388)

 

Demikianlah Sunnatullah, bahwa jalan perjuangan ini penuh perlagaan melawan musuh-musuh dakwah di dunia ini. Sehingga dimanapun dan kapanpun serta siapapun yang mengibarkan bendera perjuangan Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, pasti akan berhadapan dengan musuh-musuh dakwah dan pasti akan menghadapi berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan dari para musuh-musuh dakwah itu.

 

Oleh karenanya, kita perlu mengenali dari dekat berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan terhadap dakwah ini, agar kita lebih dini dalam menyiapkan mental dalam menghadapinya. Bentuk-bentuk penjegalan dan penghadangan itu antara lain adalah sebagai berikut:

 

  1. Mencerca para pejuang dakwah tersebut, untuk menjauhkan kaum Muslimin dari dakwah yang diserukannya. Hal ini diceritakan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat jahat itu, mereka selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang Mu'min itu lewat di hadapan mereka, maka mereka pun saling memberi isyarat ejekan terhadap kaum Mu'minin. Dan apabila mereka kembali pulang ke rumahnya, mereka pulang dengan perasaan besar diri. Dan apabila mereka melihat kaum Mu'minin, merekapun menyatakan: Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang sesat." (Q.S. Al-Muthaffifin ayat 29-32)
  2. Mendengki terhadap segala kenikmatan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada para pejuang dakwah ini dan senang bila musibah menimpa para pejuang itu. Hal ini telah diceritakan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya sebagai berikut:

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang dari selain kalian sebagai orang dekat kalian. Karena mereka itu tidak kurang-kurangnya semangat mereka untuk menimpakan kepada kalian berbagai malapetaka. Mereka sangat kuat ambisinya untuk menyulitkan kalian. Sungguh telah nyata kebencian mereka kepada kalian dari mulut-mulut mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih besar. Sungguh Kami telah terangkan kepada kalian bukti-bukti tersebut bila memang kalian adalah orang-orang yang berakal. Kalau kalian mencintai mereka, maka mereka sesungguhnya tidak mencintai kalian. Padahal kalian beriman kepada segenap isi Al-Qur'an ini. Apabila mereka berjumpa dengan kalian, maka merekapun akan menyatakan: Kami beriman. Dan apabila mereka sendirian dengan sesama mereka, maka mereka pun menggigit jari mereka karena menahan kemarahan mereka kepada kalian. Katakanlah kepada mereka: Mampuslah kalian dengan berbagai kemarahan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Tahu apa saja yang terbetik di hati. Bila kalian mendapat keberuntungan, merekapun merasa sakit hati, dan bila kalian mendapat malapetaka, merekapun gembira karenanya. Akan tetapi bila kalian dalam menghadapi segala sikap mereka itu dengan tetap bersabar dalam mentaati Allah dan tetap bertaqwa kepada-Nya, maka segala makar mereka itu tidak akan merugikan kalian sama sekali. Sesungguhnya Allah Maha Menguasai segala apa yang mereka lakukan." (Q.S. Ali Imran ayat 118-120).

 

  1. Melakukan upaya pengkaburan agama dengan menyimpangkan segala pengertian agama kepada apa yang dimaukan oleh hawa nafsunya. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya sebagai berikut:

"Maka celakalah bagi orang-orang kafir dengan ancaman adzab yang pedih. Yaitu orang-orang yang lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalangi manusia dari jalan Allah serta mengupayakan untuk menyimpangkan jalan Allah itu. Mereka yang demikian itu dalam kesesatan yang jauh." (Q.S. Ibrahim ayat 2-3)

Juga firman Allah Ta'ala yang menegaskan:

"Dan orang-orang kafir itu pimpinan mereka ialah para thaghut (setan), yang mengeluarkan mereka dari cahaya kebenaran kepada kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya." (Q.S. Al-Baqarah ayat 257).

  1. Mencegah kaum Mu'minin untuk berdzikir kepada Allah di masjid-masjid Allah dan mencegah mereka untuk mempelajari agama-Nya dan merusakkan masjid-masjid itu secara maknawi maupun secara hakiki. Padahal masjid adalah salah satu simbol utama pelaksanaan agama Allah dan peribadatan kepada-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya sebagai berikut ini:

"Dan siapakah yang lebih dhalim dari orang-orang yang melarang orang untuk berdzikir kepada Allah di masjid-masjid-Nya dan berupaya untuk merusakkan masjid-masjid itu. Maka akibat kejahatan mereka itu, mereka dihukum dengan tidak akan memasuki masjid-masjid itu kecuali dalam keadaan takut dan hina. Mereka di dunia ini akan mendapatkan kehinaan dan di akhirat nanti akan mendapatkan adzab yang besar." (Q.S. Al-Baqarah ayat 114)

Cara mereka mencegah kaum Muslimin untuk berdzikir di masjid-masjid Allah itu bisa jadi dengan melarangnya secara langsung tanpa alasan yang syar'i, atau melarangnya dengan alasan yang seolah-olah syar'i. Umpamanya dengan dugaan bahwa majelis dzikir yang ada di masjid itu diajarkan padanya berbagai kesesatan. Padahal itu hanya dalam bentuk dugaan belaka tanpa didasari oleh kepastian ilmiah untuk membikin dugaan itu. Yang demikian ini adalah bentuk-bentuk pelarangan kaum Muslimin untuk berdzikir di masjid-masjid Allah yang akan diancam dengan kehinaan di dunia dan adzab yang berat di akhirat.

  1. Menakut-nakuti kaum Muslimin untuk beriman dan berislam dengan berbagai kengerian resiko beriman dan berislam itu. Cara ini dilakukan oleh para setan untuk mencegah adanya arus kegairahan beriman dan berislam di kalangan manusia dan jin. Hal ini sebagaimana yang diberitakan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya berikut ini:

"Hanyalah para setan itu selalu menakut-nakuti para pengikutnya atau menakuti kalian dengan para pengikutnya. Oleh karena itu, janganlah kalian takut mereka tetapi hendaklah kalian hanya takut kepada-Ku bila kalian memang benar-benar sebagai orang yang beriman." (Q.S. Ali Imran ayat 175)

Bahkan diberitakan oleh Allah Ta'ala tentang alasan mengapa kaum musyrikin Arab itu menolak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa alihi wasallam, sebagaimana pernyataan mereka sendiri:

"Dan mereka berkata: Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami diusir dari negeri kami." (Q.S. Al-Qashas ayat 57)

Jadi bayangan ketakutan kehilangan dunia terus menghantui orang-orang yang ingin beriman dan berislam. Sehingga orang yang setengah-setengah dalam niatnya ingin beriman dan berislam, akan terpelanting dari jalan Allah ini. Atau minimal orang yang telah beriman dan berislam, akan dijangkiti oleh perasaan rendah diri dan penuh kekuatiran dalam menyatakan keimanan dan keislamannya.

 

Demikian berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan yang dilakukan oleh musuh-musuh dakwah ini dalam peperangan yang mereka lancarkan terhadap misi perjuangan Dakwah Salafiyah Ahlis Sunnah wal Jama'ah.

 

PENUTUP

 

Hidup di dunia memang adalah medan perlagaan antara pengikut hidayah dan taufiq Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa alihi wasallam berhadapan dengan para pengikut setan yang menghendaki untuk menyimpang dari hidayah dan taufiq Allah Ta'ala. Hanya orang yang dibimbing oleh hidayah dan taufiq Allah saja yang akan keluar sebagai pemenang dalam perlagaan ini. Orang-orang yang tidak mendapatkan hidayah dan taufiq itu, akan larut dalam berbagai manuver syaithaniyah yang selalu menjauhkan orang yang masuk dalam perangkapnya dari jalan Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita semua diselamatkan oleh Allah Ta'ala dari berbagai jebakan kesesatan para tentara setan itu dan selalu melimpahkan kepada kita semua hidayah dan taufiq-Nya. Amin ya mujibas sailin.

 

 



SPONSORED LINKS
Religion Islam video Islam book
Belief net Beliefs Islam matrimonial


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke