MENGAPA ALLAH TA'ALA MENIMPAKAN ADZAB ATAS HAMBANYA

Penulis : Al- Ustadz Ja'far Umar Thalib

 

Deretan peristiwa petaka yang menimpa kaum Muslimin di dunia ini menyiratkan bahwa abad ke lima belas Hijriyah adalah abad petaka yang mengepung dunia Islam.

 

        Ummat Islam di abad kelima belas Hijriah ini sedang menyaksikan berbagai malapetaka di dunia yang menimpa dan mengepung Dunia Islam. Abad ini dimulai dengan tontonan petaka atas Ummat Islam Iran dengan kemunculan tokoh spiritual Iran Ayatullah Khumaini dengan gerakan revolusinya. Khumaini memberangus segala kegiatan keagamaan Ummat Islam di Iran dengan alasan bahwa negara berdasarkan madzhab Syiah Imamiyah, karena itu segala madzhab yang lainnya harus dimusnahkan dari bumi Iran. Kemudian setahun setelah itu, tepatnya tahun 1979, Uni Sovyet (sekarang Rusia) menyerbu Afghanistan sehingga terjadi petaka yang amat memilukan pada kaum Muslimin di sana. Allah Ta'ala menggerakkan kaum Muslimin di sana untuk melawan pasukan pendudukan Uni Sovyet. Perlawanan di sana dipelopori oleh As-Syaikh Jamilur Rahman rahimahullah dan kemudian diikuti oleh para pemimpin perlawanan yang lainnya. Sementara itu penderitaan rakyat Palestina semakin menjadi-jadi di bawah tekanan pemerintah penjajah Zionis Israel. Penderitaan tersebut melahirkan perlawanan frontal rakyat Palestina yang terkenal dengan istilah Intifada. Di Filipina selatan dan Thailan selatan juga menyala api peperangan terhadap Ummat Islam di sana. Kemudian terjadi pula pembantaian besar-besaran Ummat Islam di wilayah Balkan yang meliputi Bosnia, Kroasia dan Chechnya. Ummat Islam di sana juga melakukan perlawanan yang dahsyat. Kemudian di Indonesia yang Ummat Islamnya mayoritas, ternyata tidak juga luput dari perang salib yang mengakibatkan jatuhnya korban besar pada Ummat Islam dalam beberapa pembantaian di Jawa Timur (Banyuwangi dan sekitanya) dengan isu pembantaian dukun santet oleh orang yang tidak dikenal yang diistilahkan pasukan ninja. Di Sambas (Kalimantan Barat), dan Sampit (Kalimantan Tengah), dengan isu pembantaian orang-orang Madura oleh orang-orang Dayak. Di Poso (Sulawesi Tengah) dengan alasan kerusuhan Sara (Suku, Ras, dan Agama). Di Maluku dan Maluku Utara terjadi juga peristiwa pembantaian kaum Muslimin di sana, juga dengan isu sebagai kerusuhan SARA. Dan sejak tanggal 11 September 2002, Amerika Serikat mengumumkan perang salib yang lebih dahsyat dengan kamuflase sebagai perang melawan teroris, sampai hari ini. Deretan peristiwa petaka yang menimpa kaum Muslimin di dunia ini menyiratkan bahwa abad ke lima belas Hijriyah adalah abad petaka yang mengepung dunia Islam.

 

Beberapa Amalan yang Mendatangkan Kemurkaan Allah Ta'ala

 

        Untuk mengenal sifat-sifat Allah Ta'ala tidak lain haruslah dikembalikan kepada berita yang pasti, yaitu berita Al-Qur'an dan Al-Hadits. Demikian pula tentunya dalam perkara pengenalan kita tentang kemurkaan Allah Ta'ala yang sedang kita bincangkan tentangnya. Allah Ta'ala telah memperkenalkan diri-Nya kepada Bani Israil dalam firman-Nya di Al-Qur'an sebagai berikut:

"Wahai Bani Israil, sungguh Kami telah menyelamatkan kalian dari musuh-musuh kalian, dan Kami telah berjanji kepada kalian di sisi sebelah kanan gunung Thursina dan Kami telah menurunkan kepada kalian madu manna dan burung salwa. Makanlah oleh kalian yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian dan janganlah kalian berbuat durhaka pada-Nya. Niscaya akan menimpa kalian kemurkaan-Ku. Maka barangsiapa yang menimpanya kemurkaan-Ku, niscaya dia akan binasa. Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar." (QS. Thaha ayat 80-82)

 

        Al-'Allamah Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya terhadap ayat-ayat ini menerangkan sebagai berikut: "Makanlah dari rizki yang Aku anugerahkan kepada kalian dan janganlah kalian melampaui batas dalam perkara rizki-Ku itu, dengan cara menggunakannya untuk sesuatu yang tidak jelas keperluannya dan kalian melanggar apa yang Aku perintahkan kepada kalian dalam penggunaannya sehingga akibatnya Aku-pun murka terhadap kalian." (Tafsir Al-Qur'anil Adzim, Al-Imam Al-Jalil Al-Hafidh Isma'il bin Katsir Al Quraisyi Ad-Dimasyqi, jilid 3 hal. 161, Al-Maktabah At-Tijariyah Al-Kubra – Mesir, cet. Tahun 1356 H / 1937 M).

 

        Maka yang menjadi sebab datangnya kemurkaan Allah itu diantaranya adalah tidak mensyukuri nikmat-Nya. Kemudian juga telah diberitakan oleh Allah Ta'ala kepada Bani Isra'il tentang sebab lain yang mendatangkan kemurkaan-Nya. Sebagaimana hal ini telah diberitakan dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

"Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan patung anak sapi sebagai sesembahannya selain Allah, maka akan menimpa mereka kemurkaan Tuhan dan kehinaan dalam kehidupan dunia. Demikianlah Kami membalas perbuatan orang-orang yang membikin kepalsuan. Dan adapun orang-orang yang berbuat kejelekan, kemudian dia bertaubat setelah berbuat dan beriman, maka sesungguhnya Tuhanmu sungguh Maha Pengampun dan Penyayang." (QS. Al-A'raf ayat 152-153)

 

Demikianlah Allah tegaskan bahwa perbuatan syirik (yakni menyekutukan Allah dengan yang lain-Nya) adalah perbuatan yang mendatangkan kemurkaan-Nya. Dan kemurkaan-Nya itu akan berujud kehinaan dalam kehidupan di dunia.

 

Kemudian Allah Ta'ala selanjutnya menjelaskan tentang orang-orang yang dimurkai oleh-Nya dan sebab-sebab datangnya kemurkaan-Nya sebagai berikut:

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (yakni Al-Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka adzab yang pedih. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman, dan hatinya senang dengan kekafiran itu, maka atas mereka kemurkaan Allah dan adzab-Nya yang besar. Kecuali mereka yang dipaksa untuk kufur dan hatinya tetap mantap dengan keimanan (maka yang demikian ini tidaklah berdosa). Kemurkaan dan adzab Allah atas orang kafir itu disebabkan karena mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang telah ditutup oleh Allah pada hati, pengelihatan dan pendengarannya dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Maka tidak ada keraguan lagi bahwa mereka di akherat nanti adalah orang-orang yang merugi." (QS. An-Nahl ayat 104-109).

 

 

-bersambung-

YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke