AKHLAQUL MUWAHHIDIN VS AKHLAQUL MUSYRIKIN
Sumber : Majalah SALAFY Edisi XVI/Dzulhijjah/1417/1997
Penulis : Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Tulisan 8 dari 9 Bagian
4. Menasehati dan menerima nasehat dengan baik
Beramar ma'ruf (menyeru kepada kebaikan) dan bernahi munkar (mencegah dari kemungkaran) adalah simbol pergaulan masyarakat muwahhidin (mukminin). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Demi Masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan saling menasehati dengan kebenaran dan saling menasehati dengan kesabaran. (QS. Al-Ashr ayat 1-3)
Syaikh Muhammad Amin An-Syanqithi rahimahullah menerangkan tentang tafsir ayat ini : "Surah ini mengandung perintah agar saling menasehati untuk istiqamah di atas jalan Allah yang lurus dan untuk mengikuti jalan tersebut. Surah ini ditutup dengan perintah saling menasehati untuk bersabar dalam arti tetap kokoh berjalan di atas shirath al- mustaqim (jalan yang lurus), karena kesabaran itu adalah perkara yang harus ada dalam menjalankan ketaatan, sebagaimana juga sabar itu adalah perkara yang musti ada dalam upaya meninggalkan kemungkaran." (Adwa' Al-Bayan jilid 9 hal 506)
Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan :
"Hanyalah kaum mukminin itu adalah orang-orang yang bila disebut nama Allah, hati mereka menjadi takut dan apabila dibacakan bagi mereka ayat-ayat Allah, bertambahlah iman mereka dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka. (QS. Al-Anfal ayat 2)
Demikianlah hati orang mukmin. Mudah menerima nasehat sehingga iman mereka bertambah dengan dibacakannya ayat-ayat Al-Qur'an kepadanya. Lebih tegas lagi Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Dan berilah nasehat (hai Muhammad), karena nasehat itu bermanfaat bagi kaum mukminin. (QS. Adz-Dzariat ayat 55)
5. Tawadhu' (rendah hati) dan tidak sombong terhadap sesama mereka
Sifat ini adalah sifat seorang muwahhid terhadap saudaranya sesama muwahhidin. Bahkan ia adalah sifat muwahhidin teladan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan :
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa yang murtad dari agamanya di antara kalian, niscaya Allah akan datangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka bertawadhu terhadap mukminin dan berbusung dada terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut cercaan si pencela ketika menjalankan perintah Allah. Yang demikian itu adalah keutamaan dari Allah yang diberikan kepada siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas rahmat-Nya dan Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah ayat 54)
Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk bertawadhu di hadapan kaum mukminin.
"Dan bertawadhu'lah kamu terhadap kaum mukminin." (QS. Al-Hijr ayat 88)
Kelima akhlaq muwahhidin tersebut adalah dasar akhlaq yang akan tumbuh darinya segenap akhlaq terpuji pada diri orang yang memilikinya. Kedudukan muwahhidin akan mulia di sisi Allah dan dihadapan manusia. Dengan mudah ia akan terhindar dari akhlaq yang tercela. Kalaupun terjerumus pada akhlaq tercela, dia akan segera dapat bertaubat dan kembali kepada akhlaq yang mulia.
| Religion | Islam video | Islam book |
| Belief net | Beliefs | Islam matrimonial |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mediasalafy" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
