Mengubah Nama Anak
Assalamualaikum pak ustadz...
Pak ustadz, saya masih ingin bertanya seputar tasmiyah,
Alhamdulillah pada saat anak kami lahir, kami langsung memberikan nama dan
sesudah beberapa hari kemudian juga dikekahkan, namun belakangan saya baru
merasa kalau nama yg diberikan itu kurang baik/ kurang sreg, dlm arti kurang
berbau islami ( Queen Latifa Angel ) utk itu kami telah menggantinya dgn
nama latifa humaira Pak Ustadz,nah yg saya ingin sekali tanyakan:
 
1. apa saya telah menyalahi aturan secara islami dgn mengganti nama anak
saya?
2. bagaimana tentang tanggapan sebagian orang yg mengatakan bahwa anak yg
sering kali dirawat atau sakit-sakitan bisa terjadi karena salah pemberian
nama atau keberatan nama? krn sejujurnya saya jadi takut kalau2 apa yg
dikatakan mereka itu bisa saja betul,wallahualam krn sbg seorang ibu
jelas-jelas saya ingin yg terbaik buat anak saya Pak Ustadz, mengingat dalam
setahun anak saya sudah dirawat 5x, padahal pertumbuhan anak saya selalu
diatas rata-rata baik dlm tumbuh kembang fisiknya, tingkat kecerdasan,
dsbnya.
Dan bagaimana dgn pernyataan mereka bahwa setelah nama anak diganti,
si anak tdk pernah sakit-sakitan lagi?
 
Demikian pak ustadz pertanyaan saya, Besar harapan saya pak ustadz berkenan
menjawabnya atas perhatian dan jawaban pak ustadz, saya sangat berterima kasih sekali.
wassalamualaikum wr.wb

Henie

Wa'alaikumussalam wr. wb.
 
Yth Ibu Henie,
Saya tidak melihat nama "Queen Latifa Angel" sebagai sebuah nama yang bukan
Islami, walau barangkali tidak kental nuansa Islaminya. Lain misalnya dengan
"Latifa Humaira" misalnya, yang teramat kental Isalmi-nya.
 
Namun, Baiklah, saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan Ibu:
 
1. Mengganti nama bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Islam, kecuali, tentu
saja, mengganti nama yang baik dengan nama yang buruk. Bahkan sebaliknya,
ada perintah atau anjuran agar nama-nama yang tidak atau kurang sesuai
dengan ajaran Islam diganti dengan nama yang baik.
Nama yang tidak Islami bisa dicontohkan dengan nama 'Abdul Hajar' [hamba
batu], 'Abdul 'Uzza' [hamba berhala "Uzza"], dan lain sebagainya. Nama-nama
yang tidak Islami seperti ini harus diganti dengan nama-nama yang baik.
 
Diriwayatkan oleh Sahabat Hani': Datang satu delegasi kepada Nabi Muhammad
saw., lalu Nabi Muhammad mendengarkan mereka menyebut sebuah nama: Abdul
Hajar. Maka berkata kepadanya: "Siapa Namu kamu?", lalu ia menjawab: Abdul
Hajar. Maka kemudian RasululLah saw berkata: "Sesungguhnya kamu adalah
Abdullah."
 
Adapun nama-nama yang kurang sesuai dengan ajaran Islam bisa dicontohkan
dengan nama "Harb" [perang], atau "Hazin" [yang susah]. Nama-nama seperti
ini sebaiknya diganti dengan nama yang labih baik, seperti pernah diajarkan
oleh RasululLah saw.
 
Diriwayatkan oleh Said bin al-Musayyab, dari ayahnya, dari kekeknya, ia
mengatakan: "Saya datang kepada Nabi Muhammad saw., lalu beliau berkata:
"Siapa Namamu?" Saya menjawab: "Hazin.", lalu RasululLah berkata: "Kamu Sahl
[mudah].". Ia berkata: "Saya tidak akan mengganti nama yang diberikan oleh
Bapakku.".
Berkata Sa' id bin Musayyab: "Maka kesusahan itu selalu (menyertai) kita
setelah itu."
 
Dengan demikian, mengganti nama yang seperti yang Ibu lakukan tidak
bertentangan dengan ajaran Islam.
 
Demikian semoga membantu,
Abdul Ghofur Maimoen


Win a Yahoo! Vespa NEW - Yahoo! Cars has 3 Vespa LX125s to be won Enter Now!

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke