Title: PBB Tak ada GUNANYA ( Pengakuan TERORIS BIADAB Bush )


Hidayatullah.com--Presiden Amerika Serikat George Bush mengaku pada informasi intelejen yang keliru, namun menegaskan bahwa 'perang' tersebut masih merupakan pilihan yang tepat. Menjelang pemilu parlemen Iraq, Bush mempertahankan habis-habisan perang yang menggulingkan Saddam Hussein tersebut.

"Saddam adalah ancaman. Dunia lebih aman setelah dia tak lagi berkuasa," kata Presiden Bush dengan nada sombong. Pidato Bush ini merupakan pidato yang keempat tentang Iraq, di saat tekanan terhadap Presiden Bush semakin besar.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Amerika tidak puas dengan cara-cara presiden menangani perang dan beberapa anggota parlemen mengajukan pertanyaan tentang sampai kapan tentara Amerika berada di Iraq.

"Banyak badan-badan intelejen yang menilai bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Benar bahwa banyak informasi intelejen yang ternyata salah," kata presiden dalam pidato di Woodrow Wilson Center di Washington.

Menurut Bush, tentara Amerika akan berada di Iraq hingga tujuan perang tercapai. Namun dia menambahkan bahwa Saddam adalah ancaman dan mencari kesempatan untuk memulai kembali program pengembangan senjata. Meski untuk hal ini sudah tak ada bukti.

"Sebagai presiden saya bertanggungjawab atas keputusan melancarkan perang di Iraq. Dan saya juga bertanggungjawab untuk membenarkan apa-apa yang salah dengan mereformasi kemampuan intelejen," kata Presiden Bush.

Presiden bersikukuh bahwa tentara Amerika akan tetap berada di Iraq hingga pelatihan terhadap tentara Iraq selesai dan bisa mengambilalih tugas-tugas keamanan. "Iraq yang stabil menjadi kepentingan Iraq sendiri dan rakyat Amerika, kata Bush.

Dia mengatakan kemenangan akan dicapai dengan memenuhi beberapa tujuan. Yaitu ketika teroris dan para pengikut Saddam tak lagi menjadi ancaman demokrasi di Iraq.

"Ketika tentara Irak bisa melindungi rakyat dan ketika Iraq tidak lagi menjadi tempat perlindungan bagi teroris yang berencana menyerang negara kita," kata Bush.

"Inilah tujuan-tujuan yang menjadi dasar penugasan tentara kita. Tugas mereka bukan berdasar jadual-jadual tertentu," imbuh Presiden Bush.

Dia menutup pidatonya dengan mengatakan Iraq dalam proses untuk menjadi negara "demokratis yang kuat", yang akan menjadi inspirasi bagi kalangan reformis di Iran dan Suriah.

Meski Bush berpidato dengan mengatakan Iraq yang demokratis, kenyataannya peledakan bom sebagai terus terjadi setiap hari. Umumnya, korban adalah tentara asing (Amerika) dan polisi Iraq yang dianggap sebagai 'boneka' Amerika. (bbc/cha)



Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke