Pengajian: MENGGAPAI CINTA ALLAH
oleh : Muhammad Dzaki Ismail

Dalam amal ubudiyah, cinta (mahbbah) menempati derajat yang paling
tinggi. Mencintai Allah dan rasul-Nya berarti melaksanakan seluruh
amanat dan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, disertai luapan kalbu 
yang
dipenuhi rasa cinta. Pada mulanya, perjalanan cinta seorang hamba
menapaki derajat mencintai Allah. Namun pada akhir perjalanan 
ruhaninya,
sang hamba mendapatkan derajat wahana yang dicintaiNya. 
Rasulullah s.a.w. bersabda dalam sebuah hadits kudsi :  "Allah, Yang 
Maha Agung dan Mulia menjumpaiku - yakni
dalam tidurku - kemudian berfirman kepadaku, "Wahai Muhammad, 
katakanlah
: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa
saja yang mencintai-Mu, serta mencintai perbuatan yang mengantarkan 
aku
untuk mencintai-Mu."

Dalam buku "Mahabbatullah" (mencintai Allah), Imam Ibnu Qayyim
menuturkan tahapan-tahapan menuju wahana cinta Allah. Bahwasanya cinta
senantiasa berkaitan dengan amal. Dan amal sangat tergantung pada
keikhlasan kalbu, disanalah cinta Allah berlabuh. Itu karena Cinta 
Allah
merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecintaan yang terpuji,
bukan kecintaan yagn tercela yang menjerumuskan kepada cinta selain
Allah. Tahapan-tahapan menuju wahana cinta kepada Allah adalah sebagai
berikut:

1. Membaca al-Qur'an dengan merenung dan memahami kandungan
maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar. Itu tidak lain adalah
renungan seorang hamba Allah yang hafal danmampu menjelaskan al-Qur'an
agar dipahami maksudnya sesuai dengan kehendak Allah swt. Al-Qur'an
merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak bisa ditandingi dengan
kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan "Membaca Al-Qur'an merupakan
kemuliaan, dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas
mahluk lainnya. Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan
semacam itu, malah mereka selalu berusaha mendengarkannya dari 
manusia".

2. Taqarub kepada Allah swt, melalui ibadah-ibadah sunnah
setelah melakukan ibadah-ibadah fardlu. Orang yang menunaikan
ibadah-ibadah fardlu dengan sempurna mereka itu adalah yang mencintai
Allah. Sementara orang yang menunaikannya kemudian menambahnya dengan
ibadah-ibadah sunnah, mereka itu adalah orang yang dicintai Allah.
Ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah, diantaranya
adalah: shalat-shalat sunnah, puasa-puasa sunnah,sedekah sunnah dan
amalan-amalan sunnah dalam Haji dan Umrah.

3. Melanggengkan dzikir kepada Allah dalam segala tingkah laku,
melaui lisan, kalbu, amal dan perilaku. Kadar kecintaan seseorang
terhadap Allah tergantung kepada kadar dzikirnya kepadaNya. Dzikir
kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan 
orang
yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: "Sesungguhnya
Allah aza wajalla berfirman :"Aku bersama hambaKu, selama ia 
mengingatKu
dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepadaKu".

4. Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri.
Memprioritaskan cinta kepada Allah di atas cinta kepada diri sendiri,
meskipun dibayang-bayangi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak lebih
mencintai diri sendiri. Artinya ia rela mencintai Allah meskipun
beresiko tidak dicintai oleh mahluk. Inilah derajat para Nabi, diatas
itu derajat para Rasul dan diatasnya lagi derajat para Rasul Ulul
Azmi, lalu yang paling tinggi adalah derajat Rasulullah Muhammad 
s.a.w.
sebab beliau mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya 
kepada
Allah.

5. Kontinuitas musyahadah (menyaksikan) dan ma'rifat (mengenal)
Allah s.w.t. Penglihatan kalbunya terarah kepada nama-nama Allah dan
sifat-sifatNya. Kesadaran dan penglihatan kalbunya berkelana di taman
ma'rifatullah (pengenalan Allah yang paling tinggi). Barang siapa
ma'rifat kepada asma-asma Allah, sifat-sifat dan af'al-af'al Allah
dengan penyaksian dan kesadaran yang mendalam, niscaya akan dicintai 
Allah.

6. Menghayati kebaikan, kebesaran dan nikmat Allah lahir dan
batin akan mengantarkan kepada cinta hakiki kepadaNya. Tidak ada 
pemberi
nikmat dan kebaikan yang hakiki selain Allah. Oleh sebab itu, tidak 
ada
satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang mampu melihat
dengan mata batinnya, kecuali Allah s.w.t. Sudah menjadi sifat 
manusia,
ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan
tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang 
memberi
kita semua nikmat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allah
secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang
mendalam kepadaNya.

7. Ketertundukan hati secara total di hadapan Allah, inilah yang
disebut dengan khusyu'. Hati yang khusyu' tidak hanya dalam melakukan
sholat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini, akan mengantarkan 
kepada
cinta Allah yang hakiki.

8. Menyendiri bersama Allah ketika Dia turun. Kapankan itu?
Yaitu saat sepertiga terakhir malam. Di saat itulah Allah s.w.t. turun
ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga bagi seorang 
hamba
untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksanakan sholat malam agar
mendapatkan cinta Allah. (maksud turun disini bukan secara zahir)

9. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah, maka iapun
akan mendapatkan cinta Allah s.w.t.

10. Menjauhi sebab-sebab yang menghalangi komunikasi kalbu dan
Al-Khaliq, Allah subhanahu wataala, dengan cara menjauhi segala 
maksiat.

wallohu a'lam bish-shawab,-.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/WXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah 
dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mencintai-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke