|
MEMAHAMI PERBEDAAN ANTARA :
"KRITIK DAN CELAAN"
Rasulullah Saw. bersabda :
"Cukuplah bagi suatu keburukan, penghinaan
terhadap saudara muslimnya" (HR Muslim dari Abu Hurairah)
Hadits tersebut berisi larangan keras untuk tidak
saling menghina sesama muslim, bagaimanapun bentuknya dan apapun sebabnya.
Kata "menghina" sendiri berarti memandang rendah
dan menganggap sepele. Sedangkan "hinaan" apabila dikembalikan ke makna asalnya
berarti sesuatu yang kecil dan remeh, kemudian kata ini digunakan untuk suatu
materi (benda) yang lemah dan dapat diindera(al-mahsusaat), kata ini juga
digunakan untuk sesuatu yang lemah dan tidak dapat di indera yaitu nilai dan
fungsinya (al-ma'nawiyyat).
Jadi disini dapat diketahui perbedaan antara "kritik" yang diperbolehkan ketika sudah terpenuhi syarat dan sebab-sebabnya dan "menghina" yang tidak diperbolehkan meskipun hinaan tersebut ada penyebabnya. "Kritik" berarti mengoreksi suatu pekerjaan maupun perbuatan yang tidak benar agar kesalahan yang terjadi tidak terulang lagi, sedangkan "mencela" adalah menghina dan menganggap remeh pribadi seseorang dgn tanpa memandang dasar perilaku dan perbuatannya. Ketika sudah jelas perbedaan antara kritik dan mencela, maka akan anda temukan larangan keras menghina sesama muslim bagaimanpun cara dan bentuknya seperti hadits yang saya nukilkan di atas. "Mencela" dengan berbagai ragam, apapun macam-macam namanya adalah
merupakan salah satu perilaku merusak yang tidak mengandung suatu kebajikan dan
perbaikan maupun pembetulan, baik dalam masyarakat pada umumnya maupun bagi si
pencela sendiri pada khususnya, justru hal ini malah berakibat sebaliknya,
karena mencela akan membawa masyarakat ke perasaan dengki dendam, memperdalam
jurang perselisihan dan pertikaian.
Seandainya saja orang yang mencela ini menginginkan kebaikan kepada
seseorang dan masyarakat, tentunya dia akan mengkoreksi apa yang dia rasa salah
dalam berfikir atau perilaku, lalu kemudian akan memperingatkannya, tidak
membeberkan kejelekan pribadi orang lain, dengan begitu tentunya kritikannya
akan mudah diterima.
Kebanyakan orang yang membiasakan menghina orang lain, mereka melakukan hal
itu karena mereka selalu mencari-cari kekurangan dan kejelekan orang lain dari
pada melihat kebaikan-kebaikannya, dan orang yang sudah terbiasa dalam hidupnya
berperilaku seperti ini, tidak akan merasa kagum kepada siapapun, dan tidak akan
bisa mengobati dan memperbaiki karena sudah menjadi ketetapan Tuhan, kecuali
para Rasul dan para Nabi, bahwa susunan manusia merupakan campuran kekurangan
dan kesempurnaan. walaupun hal ini berbeda satu sama lainnya, Tapi hal ini tetap
dan mengakar dalam diri manusia seluruhnya, dan apa yang dilakukannya (perbuatan
mencela) itu sendiri merupakan contoh akan kekurangan manusia, bahkan itu adalah
kekurangan yang paling buruk.
Orang yang pekerjaannya hanya mencari keburukan dan kejelekan orang lain
yang berbeda dengan dirinya, pada akhirnya ia akan terjerumus ke dalam perbuatan
menghina dan menganggap remeh, karena orang yang seperti ini tidak mungkin mampu
mengkritik dan memperbaiki semua kesalahan orang lain, sebab seandainya dia
mampu melakukannya, tentu saja semua manusia akan berubah menjadi malaikat yang
terjaga dari segala kesalahan, sedangkan hal ini tidak mungkin terjadi. lalu
usaha yang seharusnya bersifat kritikan terhadap keburukan orang lain, kini
malah menjadi penghinaan pribadinya.
Obat mujarab yang dapat mengobati penyakit ini adalah dengan cara merenungkan dan mengoreksi dirinya sendiri seperti halnya ia merenungkan dan mengkoreksi diri orang lain, sehingga ia dapat mengerti bahwa ia juga memiliki banyak kekurangan dan keburukan yang tidak kurang dari orang yang ia hina. Maka diharapkan dengan adanya hal ini ia akan memperbaiki segala kekurangan
yang ada dalam dirinya, seandainya saja ia tidak mampu memperbaiki sifat-sifat
buruk yang ada dalam dirinya dan tidak dapat membersihkan dirinya dari segala
cacat dan kejelekan, maka berfikirlah bahwa semuanya memang sudah menjadi
ketetapan Tuhan sang pencipta alam yang menjadikan suatu kekurangan suatu hal
yang alami dalam diri manusia. Sehingga dengan jalan yang mudah ini ia akan
menjadi orang yang rendah diri (tawadlu) dihadapan orang lain dan supaya ia
menutup mata ketika ia melihat kekurangan yang ada pada orang lain.
Dan bahwasanya telah kita sepakati bahwa syariat Allah Swt. tidaklah
mengajak kepada manusia untuk rela melihat terhadap penyimpangan yang dilakukan
orang lain, namun dia mengajak seluruh manusia untuk saling bekerja sama menuju
kebaikan, dan menganjurkan manusia agar saling bantu-membantu satu sama lain
sehingga mampu mencapai tingkatan yang paling mendekati kata sempurna.
Akan tetapi jauh berbeda antara "kritik" yang diperbolehkan Alloh
swt atas dasar saling memperingatkan dan saling menasehati dan "celaan"
atas dasar dengki dan kesombongan, karena hal itu di haramkan Alloh
swt.
Rasululloh Saw. sendiri pernah bersabda tentang hal yang pertama "Agama
adalah nasehat" sedangkan yang kedua Rasululloh Saw. bersabda "Cukuplah
dianggap suatu keburukan, menghina sesama saudara muslim".
Kawan....Mudah-mudahan kita terlindung dari
perbuatan mencela orang lain....
Wallohu a'lam bish-shawab,-
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
|
