Hakikat Nama Allah swt dan Hakikat Nur Muhammad sallaLlahu 'alayhi wa aalihi wasallam Suhbat Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani Rue Boyer 20 Paris, Minggu, 19 Maret 2006 Diambil dari www.mevlanasufi.blogspot.com ( Dalam Rangka Peringatan Mawlid Nabi Muhammad sallaLlahu 'alayhi wa aalihi wasallam Allah Allah Allah Allah Allah Allah Aziiz Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Kariim Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Sulthana Allah Allah Allah Allah allah Allah Allah Sulthana Allah Allah SWT Huwa Sulthan, Dia-lah Sang Sulthan.
Auudzu billahi minasy syaithanirrajiim, Bismillahirrahmanirrahiim. Nawaytul Arbain Nawaytul Itikaf, Nawaytul Khalwah, Nawaytul Uzlah, Nawaytur Riyadhah Nawaytus suluuk lillahi taala l-Azhiim fii hadzal masjid. Sangatlah penting untuk mengetahui bahwa Allah SWT adalah Sang Sulthan, lihatlah apa yang tertulis di sana [Mawlana Shaykh Hisham menunjuk ke kaligrafi Allah dan Muhammad yang tergantung di tembok] Allah dan di sampingnya Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Artinya, tak seorang pun akan ditanya melainkan ia yang disisi Sang Pencipta. Karena di mahkamah pengadilan zaman sekarang, kalian tak akan langsung ditanyai, melainkan yang akan ditanyai adalah ia yang bertanggung jawab atas sang terdakwa, yaitu sang pengacara. Kalian tak bertanya langsung pada sang terdakwa, melainkan bertanya pada orang yang mewakilinya. Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, Allah SWT telah meninggikan derajat beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - untuk ditanyai mewakili keseluruhan ummat. Para Sahabah ra, keseluruhan dari mereka tahu akan hirarki mereka. Artinya, hirarki itu ada, dan mereka tidak melangkahi batas hirarki mereka, setiap orang mengetahui batasan mereka seluruhnya hingga mencapai Sayyidina Abu Bakar ra, dan kemudian dari Sayyidina Abu Bakar ra untuk mencapai Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Sayyidina Umar - radiyAllahu anhu wa ardhah -, suatu saat ketika beliau menjadi khalifah, pernah seorang wanita datang kepadanya sebagai seorang terdakwa dalam perzinahan. Beliau pun hendak menghukum qisas wanita tersebut, ketika sayyidina Ali - karramAllahu wajah - berkata pada beliau, Hentikan! Ya, Umar, apa yang kau lakukan? Mereka saling mendengarkan pada satu sama lainnya, tidak seperti orang-orang zaman sekarang. Beliau [Umar] tahu hal ini bahwa Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - pernah bersabda, Ana madinatul ilmi wa Aliyyun baabuhaa, Aku adalah Kota Pengetahuan dan Ali adalah Pintunya. Beliau [Umar] tahu akan hirarki yang ada, Ya, Aliy, apa yang mesti kulakukan? Ali pun menjawab, Biarkan dia melahirkan bayinya terlebih dahulu, karena bayi tersebut tidaklah bersalah. Setelah itu, baru kau dapat menimbang apa yang akan kau lakukan [atasnya]. Ini menunjukkan pada kita betapa mereka, para Sahabat, saling menghormati satu sama lainnya, dan menunjukkan pula bahwa mereka memahami akan hirarki. Sayyidina Umar - radiyAllahu anhu wa ardhah - berkata, Ali telah menyelamatkan diriku dua kali, yaitu yang pertama dalam kisah tentang wanita yang berzina tersebut di atas, dan kali yang kedua dalam kisah tentang sahabat Uwais al-Qarani. Saya akan menjelaskan tentang hal kedua itu, insya Allah. Jadi ada dua hal tadi, dan juga di kali lain tentang Batu Hitam [Hajar al-Aswad]. Apa yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa semua orang yang ada di sini adalah bagaikan bunga-bunga yang tumbuh di suatu taman. Setiap bunga memiliki aromanya yang berbeda, dan setiap bunga juga memiliki warnanya yang khas pula. Dan seorang insinyur pertanian tahu akan kekhasan setiap bunga berdasarkan warna dan aromanya masing-masing. Dan, karena itulah, jika kalian berkunjung ke suatu kebun raya, kalian akan mendapati insinyur pertanian yang tahu akan setiap bunga yang ada di kebun tersebut, dan ia tak akan luput perhatiannya pada satu bunga pun di kebun tersebut. Ia tak boleh melupakan atau melewatkan satu bunga pun, karena jika sampai ia melewatkan satu saja, itu berarti ia bukanlah seorang insinyur yang handal. Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, Allah SWT telah membusanai beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - dengan Nama-Nama- dan Sifat-Sifat-Nya yang Indah. Ia SWT telah memanifestasikan Diri-Nya sendiri melalui Nama-Nama- dan Sifat-Sifat Indah-Nya melalui sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Allah ingin memanifestasikan Diri-Nya, ketika Ia SWT berfirman [dalam suatu hadits qudsi, red.], Kuntu Kanzan Makhfiyan Fa aradtu an uraf, fakhalaqtul khalq. Aku adalah Harta Tersembunyi dan Aku ingin Diri-Ku dikenali, maka Ku-ciptakan ciptaan. Allah ingin diketahui. Untuk diketahui, haruslah oleh suatu ciptaan, dan ciptaan tersebut mestilah membawa keindahan Sang Pencipta. Dan untuk membawa keindahan ciptaan, haruslah seseorang, sesuatu, suatu cara, yang Allah Taala akan mewujudkanya, sedemikian rupa hingga [sebagaimana difirmankan Allah SWT], Allahu Nurus Samawati wal Ardh Matsalu Nuurihi kamisykaatin [QS. An-Nuur 24:35], Allah-lah Cahaya Lelangit dan Bumi [untuk meliputi bundel Cahaya tersebut]; perumpamaan Cahaya-Nya adalah bagaikan suatu bundel yang berisikan berbagai manifestasi yang memiliki lampu dengan berbagai warna pelangi yang demikian beragam. Sebenarnya, tadinya saya hendak menceritakan tentang Sayyidina Umar ra dan Ali ra untuk menjelaskan hal tertentu, tapi saya pikir mereka mengalihkan [pembicaraan] saya. Bukan Sayyidina Umar dan Ali yang mengalihkan saya, tapi Mawlana Shaykh Nazim qs [semoga Allah melimpahkan barakah-Nya pada beliau dan mengaruniakan beliau panjang umur]... Saya akan kembali ke topik tersebut, tapi beliau sedikit mengalihkan [pembicaraan kita]. Saat Allah SWT adalah suatu Harta Tersembunyi, artinya Esensi-Nya, Dzat-Nya, tak dapat diketahui, yaitu Haqiqat uz-Dzaat il-Buht liLlaahi Taala, Haqiqat dari Esensi Ilahiah yang tak seorang pun dapat memahami Dzat tersebut, artinya, tak seorang pun dapat memahami apa hakikat Sang Pencipta. Allah Taala ingin agar Dzat-Nya, Esensi-Nya diketahui, Ia SWT pun menciptakan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah untuk mendeskripsikan Esensi/Dzat tersebut secara berkesinambungan tanpa ada henti. Dan manifestasi-manifestasi dari Nama-Nama serta Sifat-Sifat Indah nan Mulia ini, tak mungkin, tak mungkin seorang pun mampu memahami mereka, kecuali Nama-Nama dan Sifat-Sifat tersebut memanifestasikan diri mereka pada orang tersebut. Karena jika orang, di zaman ini, membaca Asma-ullahi l-Husna Huwallahulladizii laa ilaha illah huwa aalimul ghaybi wash shahaadati huwa ar-Rahmanu r-Rahiim [QS. Al-Hasyr 59:22-24], mereka memberikan suatu arti, mereka berusaha mendeskripsikan maknanya. Namun, pada hakikatnya, Nama-Nama tersebut tidaklah dapat dilukiskan atau dijelaskan, Nama-Nama dan Sifat-Sifat tersebut haruslah menjadi suatu cita-rasa, suatu pengalaman yang dirasakan. Kalian dapat mendeskripsikan apa pun yang kalian suka. Saya pun dapat mendeskripsikan air ini [Mawlana menunjuk ke suatu gelas berisi air] sebagai suatu air atau suatu gelas, tapi kalian jika kalian tak mencicipi air tersebut, kalian pun tak dapat merasakan hakikat kelezatan air yang menyegarkan itu. Allah SWT ingin untuk diketahui. Maka, untuk diketahui, haruslah ada suatu ciptaan. Tanpa suatu ciptaan, maka diketahui oleh siapa? Allah SWT Mengetahui Essensi, Dzat-Nya. Allah Taala mengetahui Diri-Nya sendiri. Bahkan Allah Taala tahu akan Diri-Nya, Allah tahu akan Sang Esensi, Esensi-Nya, Dzat-Nya; dan Nama-Nama serta Sifat-Sifat-Nya yang Indah tahu akan Dzat, tapi tak setiap Nama tahu satu bagian (kita dapat mengatakannya bagian) atau satu Elemen dari Esensi/Dzat, tidak semuanya. Setiap Nama memiliki signifikansinya masing-masing, tak dapat mengetahui Nama yang lain. Itulah Keagungan Allah. Setiap Nama adalah unik bagi dirinya. Karena itulah, kita mengucapkan Allah, Nama Al-Ismu l-Jami li l-Asma was Sifat. Allah adalah Nama yang meliputi keseluruhan Nama-Nama dan Sifat-Sifat. Allah mendeskripsikan Dzat. Dan Nama itu, Allah, meliputi dan memahami Sang Esensi, Dzat. Jadi, untuk hal ini, suatu ciptaan haruslah muncul agar rahmat Allah SWT ini, yang berupa suatu pelangi dari Nama-Nama dapat dianugrahkan atau dibusanakan pada seseorang. Dan, karena itulah Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - bersabda ketika beliau ditanya tentang apakah yang Allah ciptakan pertama-tama. Beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - menjawab, Ia SWT pertama-tama menciptakan cahayaku untuk mengenakan manifestasi-manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah Allah Taala ini. Jadi, cahaya tersebut diciptakan dengan tujuan untuk mengemban manifestasi-manifestasi [tajalli] dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat indah tersebut. Cahaya dari Muhammad tersebut, An-Nuuru l-Muhammadi, adalah manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah yang muncul dalam Muhammad, dalam an-Nur Muhammad tersebut, Cahaya dari Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, Cahaya Muhammadaniyyah. Nur Muhammadi yang memantulkan Cahaya dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah Allah tersebut, memantulkan ke siapakah? Beliau adalah suatu cermin yang memantulkan cahaya tersebut bagaikan bulan yang memantulkan cahaya matahari. Karena itulah, Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, An Nuur Muhammad tersebut, Cahaya Muhammadi tersebut menjadi suatu Pelangi Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah, dan ia pun mesti memanifestasikan dirinya pada sesuatu yang dapat membawa cahaya tersebut selanjutnya. Karena itulah salah satu nama beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - adalah Muhammad, karena esensi/dzat Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - tak dapat dilukiskan, tak dapat dijelaskan, tak dapat digambarkan, kecuali hanya melalui manifestasi-manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah Allah Taala. Jadi, Nabi Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - pun harus memanifestasikan diri beliau pada sesuatu. Maka, Allah Taala pun menciptakan dari Cahaya beliau, Adam alayhissalam untuk muncul melalui diri beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Diriwayatkan bahwa Allah SWT menciptakan Adam, karena itu Allah SWT menciptakan Adam dari manifestasi nama-nama dan sifat-sifat luhur yang dimiliki Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, melalui manifestasi-manifestasi Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah Allah SWT. Ia SWT menciptakan Adam dari Cahaya itu. Dan, karena itu pula, beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - bersabda, Kuntu nabiyyan wa adam bayna l-maai wa t-tin, Aku adalah seorang Nabi ketika Adam masih di antara tanah liat dan air, karena Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - telah mengetahui siapa dirinya. Karena manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah tersebut adalah seperti ketika kalian memutar suatu mesin, atau suatu turban, dan ia berputar, berputar, dan berputar, hingga menghasilkan energi, dan menghasilkan energi, dan menghasilkan energi, hingga energi tersebut menjadi layaknya sebuah generator. Suatu generator jika diputar amat cepat, akan memberikan aliran listrik. Dan dengan aliran listrik yang dihasilkan tersebut, kalian pun dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan. Seperti itu pula, Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, saat Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah ini dimanifestasikan pada Realitas Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, Hakikat Sayydina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, Haqiqatul Muhammadaniyyah¸ Allah Taala pun mencelupkan cahaya Muhammad dengan Nama-Nama dan Sifat-Sifat ini dalam Bahrul Qudrah-Nya [literal bermakna Samudera Kekuatan-Nya, red.]. Saat beliau dicelupkan dalam Bahrul Qudrah ini, beliau pun berputar, dan berputar, berdasarkan Hadits Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - di atas [tentang penciptaan cahaya beliau, red.]. Beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - berputar, dan berputar, memancarkan energi, yang dari energi tersebut, Adam muncul. Jadi, karena itulah Adam alayhissalam diciptakan dan dibentuk/dicetak dengan cahaya Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Saat Allah berkehendak menciptakannya, Ia SWT memerintahkan Jibril alayhissalam untuk pergi ke Bumi dan mengambil segumpal tanah liat dari Bumi, dan membawanya, sebagaimana difirmankan Allah Taala, Wa laqad karramna Bani Adam, wa hamalnahum fil barri wal bahr, wa razaqnahum mina t-tayyibaati, wa fadhdhalnaahum ala katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan[QS. Al-Isra 17:70] Dan sungguh telah Kami muliakan manusia (Anak Adam), dan Kami perjalankan mereka di Daratan dan Lautan, dan Kami beri mereka rizqi dari hal-hal yang baik, serta Kami lebihkan diri mereka dari sekalian ciptaan Kami lainnya. Allah Taala memuliakan sayyidina Adam dengan membawa tubuhnya, Ia Taala membawa tubuhnya dari Bumi ke mana? Ke Langit! Allah SWT membawa dari Bumi, tubuh Adam, realitas Adam, Hakikat Adam, tubuh dari Adam dibawa dari Bumi, dan Allah Taala memuliakan manusia dengan mengirim mereka ke Surga melalui Adam alayhissalam. Di sana, Ia SWT membentuknya dengan nama-nama dan sifat-sifat mulia dari sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Dan karena itulah, An-Nuurul Muhammadi terdapat di dahi Adam. Dan saat cahaya Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - tersebut muncul di dahinya, saat itulah masalah dengan Iblis pun terjadi. Iblis demikian marahnya karena ia mengharap untuk menjadi cahaya tersebut. Karena al-Maqam al-Mahmud, Kedudukan Yang Terpuji itu telah diberikan Allah SWT pada Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, melalui cahaya tersebut. Iblis menginginkan cahaya itu. Karena itulah, ia beribadah dan melakukan sajdah [sujud, red.] di setiap jengkal Surga, dan di setiap ruang di Alam Semesta, setiap jengkal tangan, satu sajdah, satu sajdah, satu sajdah. Ia berharap untuk dapat meraih cahaya tersebut, tapi akhirnya setelah ia mengetahui bahwa ia tak akan mendapatkan cahaya tersebut, ia pun mulai memusuhi Adam alayhissalam dengan membisikkan [was-was] ke telinganya untuk membuatnya turun. Kita akan berbicara tentang masalah ini, tentang Iblis dan Adam, pada waktu lain. Malam ini, kita melanjutkan dengan sesuatu yang lain. Jadi, ketika cahaya Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - tersebut tengah berputar, dan bagaikan sebuah generator yang darinya memancar keluar kekuatan yang demikian dahsyatnya, ia mengeluarkan energi tersebut. Dan dari energi tadi, terciptalah sumber asal-muasal dimensi spiritual dari cahaya manusia, dan dengan kekuatan tersebut, masuklah [energi spiritual tersebut] ke dalam tanah liat, suatu bentuk yang telah disiapkan oleh Allah SWT. Karena itulah Allah SWT berfirman, Wa nafakha fiihi min ruuhihi[QS. As-Sajdah 32:9] Aku tiupkan dalam Adam, dari Ruh-Ku, Cahaya-Ku, atau dari Ruh, dari Manifestasi-manifestasi Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah yang telah dimanifestasikan pada Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - dan muncul keluar sebagai suatu Sumber Energi yang bertiup ke Adam, dengan cara itulah Adam bergerak dan ruh itu keluar. Karena Adam dibentuk pada suatu tempat tertentu, dan para Malaikat datang, melihat dan pergi, lalu datang, melihat dan pergi, sambil bertanya-tanya, Apa itu? Apa itu? Tak nampak suatu gerakan apa pun [dari bentuk fisik Adam, red.]. Begitu cahaya tersebut masuk ke dalamnya, ia pun bergerak. Artinya, ia bergerak dengan cahaya Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, An-Nuuru Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Sumber dari ciptaan yang Allah SWT menciptakan alam semesta ini darinya, dari An-Nuuru l-Muhammadi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Jadi, apakah rahasia di balik Nuuri Muhammadi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - yang membuat Adam alayhissalam bergerak? Setiap malam kalian mencatu energi telepon selular kalian [Mawlana memegang sebuah telepon selular di tangannya]. Setiap malam kalian mencatu energi komputer kalian. Jika catu dayanya habis, kalian pun mencatunya dengan apa? Dengan energi di malam itu. Jika itu habis, maka peralatan kalian pun berhenti. Saat Adam alayhissalam dicatu energi dengan Nur Muhammadi tersebut, seluruh sperma-sperma manusia berada di punggungnya, berenang di punggungnya. Dan manusia, saat ini, berapa banyak sperma [tersenyum, hadirin tertawa], berapa banyak sperma yang dikeluarkan seorang laki-laki setiap kalinya? [hadirin dan Mawlana tertawa]. Setiap kalinya ada 500 juta sperma. Dan salah satu dari 500 juta sperma ini, salah satunya akan terhubungkan dengan suatu sel telur. Subhanallah! Lihat, lottere/undian, bahkan dalam rahim sang ibu pun ada suatu undian. Artinya undian diperbolehkan dalam Islam [dengan nada bergurau hadirin pun tertawa]. Apakah kalian bermain lottere? Kita semua bermain lottere. Saya mendengar dari Grandshaykh, semoga Allah merahmati ruhnya, Mawlana Shaykh Abdullah ad-Daghestani, dan dihadiri pula oleh Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani, Sulthanul Awliya; pada saat itu, Mawlana Syaikh Nazim menerjemahkan dari Bahasa Turki ke Bahasa Arab, beliau berkata, bahwa Allah SWT kepada Awliya Allah, yaitu bagi Awliya Allah, hal ini tidak ada di buku mana pun. Apa yang kita bicarakan di sini, tak akan kalian temui di buku-buku mana pun. Beliau berkata bahwa Allah SWT ingin menunjukkan kebesaran Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - di hari Kiamat nanti dan betapa besar Ummah beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Ia berkata bahwa Awliya Allah baru saja [di masa Grandshaykh saat itu] menerima ilham pada AwliyaAllah dari qalbu Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - bahwa Allah SWT untuk menunjukkan betapa besar Ummatun Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, dari setiap sperma yang kalian keluarkan setiap kali kalian melakukannya, jika seorang anak muncul, atau pun tak ada anak yang muncul, tergantung dari berapa banyak sperma yang keluar, Allah Taala akan menciptakan manusia dalam jumlah yang sama yang akan menjadi anak-anak kalian. Allah SWT untuk menunjukkan keagungan Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, kata Grandshaykh (semoga Allah melimpahkan barakah pada ruhnya), bahwa setiap kali kalian melakukannya, apakah kalian memiliki anak atau tidak, seberapa banyak sperma yang keluar dari diri kalian, 500 juta, Allah pun akan menciptakan 500 juta manusia yang mereka akan menjadi anak-anak kalian yang akan mengerubuti diri kalian sambil berkata, Ayahku, Ayahku di Hari Kiamat nanti, di hadapan Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, dan mereka akan menjadi bagian dari Ummatun Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Karena itulah Ummah ini di Hari Pembalasan nanti akan menjadi Ummah terbesar, yang meliputi setiap tempat. Marilah kita kembali ke kisah Adam alayhissalam Kita mencatu energi ke alat ini setiap malam, ke telepon selular ini, atau ke komputer, atau apa pun jua. Kita mencatu energinya. Jadi, Allah SWT pun memerintahkan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah-Nya untuk termanifestasikan, dan menciptakan Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - sebagai Manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah tersebut. Beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - adalah manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah itu. Saat Allah SWT ingin untuk memandang pada Manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Mulia-Nya, Ia SWT pun akan memandang pada Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Dan manifestasi-manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Indah yang dibusanakan pada Nabi ini, kini menjadi milik Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -. Allah menghiasi diri beliau dengan Nama-Nama Indah dan apa pun yang Allah SWT inginkan untuk membusanai dan menghiasai diri beliau. Kini, Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - pun memanifestasikan hal tersebut pada Adam melalui Cahaya itu, yang bergerak ke dalam [tubuh] Adam dan mulai membuatnya bergerak.... Tapi, sesuatu hal yang sesungguhnya amat penting, adalah bahwa Cahaya tersebut turut pula mencatu daya ke sperma-sperma manusia, dari seluruh ras manusia yang saat itu tengah berada di punggung Sayyidina Nabi Adam as, mereka pun dicatu (oleh Cahaya itu) seperti charger ini. Setiap sperma dicatu energinya oleh Cahaya tersebut. Dan begitu sperma tersebut dicatu energinya oleh Cahaya tersebut, sperma (atau bakal manusia tersebut, red.) memiliki umur kehidupan sesuai dengan energi yang dicatukan padanya lewat Cahaya itu. Karena itulah, kalian melihat pada orang-orang, untuk suatu sperma yang mungkin cuma dicatu/ditetapkan selama satu jam, maka darinya muncul seseorang yang setelah kelahirannya hanya hidup selama satu jam, lalu mati; orang yang lain mungkin mati setelah 10 tahun, yang lain setelah 20 tahun, dan yang lain setelah 50 tahun, sementara yang lain setelah 100 tahun Bergantung pada seberapa banyak [energi] telah dicatukan atau ditetapkan pada sperma-sperma ini dari Cahaya tersebut. Jadi, Cahaya tersebut, Energi tersebut, saat ia berakhir, energi pencatunya berakhir, seperti saat baterai habis, maka ia pun mati, dan kadang-kadang, kita tak dapat mencatunya lagi. Maka, apa yang akan kalian lakukan? Melemparnya, habis! Mereka berkata pada kalian, Kau perlu baterai baru. Artinya, saat seseorang mati, karena energinya, baterainya telah habis, maka ia pun wafat, dan ia perlu kini, baterai baru lainnya di alam kuburnya. Mekanisme pencatuan energinya pun berbeda untuk hal ini. Jadi, karena itulah, kekuatan atau energi itu, saat diberikan, tidaklah menjadi miliknya. Energi itu tetaplah milik dari Sang Sumber Utama. Kalian tak dapat mengambil aliran listrik begitu saja dari jalanan. Mereka berkata pada kalian, Tidak, tidak, bukan kalian yang punya itu, kami akan memberikannya pada kalian, dan kami akan menaruh suatu meteran bagi kalian, untuk memberikan pada kalian sebanyak yang kalian butuhkan. Dan sumber utama energi tersebut, atau sumber dari cahaya itu adalah pada ia yang memiliki kekuatan/daya. Dan siapakah yang memberikannya pada Adam alayhissalam? Allah, dari Allah pada Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, dan dari Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - kepada Sayyidina Adam alayhissalam Karena itulah Wa laqad karramna Bani Aadam [QS Al-Isra 17:70] Diri kita, manusia dimuliakan oleh Allah, karena kita tercipta dari tiga cahaya: cahaya Sayyidina Adam, cahaya Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, dan Cahaya dari Allah SWT. Cahaya ini pun mesti kembali, Inna lillahi wa inna ilayhi rajiuun [QS. Al-Baqarah 2:156] Sesungguhnya kita berasal dari Allah, dan kepada Allah-lah kita akan kembali. Cahaya itu harus kembali ke Sumbernya. Dan karena itu pula Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - bersabda, Turadhu alayya amalu ummatii Aku mengamati amal Ummat-ku, jika aku mendapati kebaikan padanya, aku pun berdoa dan memuji Allah, dan jika aku melihat keburukan padanya, aku beristighfar mewakili mereka. Artinya apa pun yang kalian lakukan, beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - adalah seseorang yang bertanggung jawab atasnya, yang akan ditanya tentangnya. Beliau - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - haruslah memelihara cahaya itu dan mengembalikannya dalam keadaan suci bersih dan murni seperti keadaan awalnya, saat Allah SWT mengirimkannya ke Muhammad, dan Muhammad ke Adam. Karena itu Nabi - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - bersabda dalam hadits tersebut, Turadhu alayya amalu ummatii, fa in wajadtu khayran hamadtullah, wa in wajadtu ghayru dzalik fastaghfartullah. Dan Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - bersabda, Aku mengamati amal Ummat-ku dalam kuburku. Artinya, beliau selalu mendampingi Ummah. Dan Ummah beliau tidaklah hanya ummah [akhir zaman] ini, melainkan keseluruhan hingga ke masa Adam alayhissalam. Karena itulah, pada Adam, Allah SWT memberikan padanya nama Adam yang terdiri atas tiga huruf: Alif, Dal, dan Mim. Jika kalian melihat pada huruf pertama Allah, apa itu? Alif. Jika kalian melihat pada huruf pertama Muhammad, apa itu? Miim. Dan di tengahnya adalah huruf Dal. Artinya, Allah, huruf pertama pada Adam adalah dari huruf pertama Sang Pencipta yaitu Alif, huruf terakhir adalah Miim, dan huruf di tengah adalah Daal, jadilah ADAM. Daal adalah Dunya, yaitu seluruh ciptaan. Jadi dari Allah SWT menciptakan suatu ciptaan, memberikannya pada Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, dan itulah Adam. Sesuatu yang diwakili oleh Adam alayhissalam Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam - adalah ia yang akan ditanya di hadapan Sang Pencipta, mewakili seluruh Ummah. Kita, keseluruhan diri kita, adalah pengikut dari Shaykh kita, dan Syaikh kita akan ditanya di hadapan Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa aalihi wasallam -, tentang keseluruhan diri kita.Setiap malam, beliau ditanya, Mawlana Syaikh Nazim, semoga Allah melimpahkan barakah-Nya pada beliau. Dan karena itu pula, Salat Najat dilakukan, karena di saat Sajdah setelah Salatun Najat tersebut, beliau mempersembahkan setiap orang, semua selama 5 menit. Dan beliau harus mempersembahkan mereka dalam keadaan bersih suci, tanpa ada noda apa pun pada diri mereka. Dan beliau harus memikul beban mereka pada diri beliau sendiri. Itulah Awliya Allah. Dan, kita tak akan berbicara lebih lanjut tentang hal ini. Saya pikir sudah cukup apa yang kita perbincangkan. Kita akan berbicara tentang Sayyidina Uways Al-Qarani esok. Dan, saya akan menjelaskan tentang pentingnya disiplin. Disiplin dalam segala sesuatunya, disiplin di antara satu sama lain, disiplin di antara murid. Sebagaimana alam semesta ini memiliki disiplin lewat Geometri, keseluruhan sistem ini memiliki suatu disiplin. Kalian tak dapat menghancurkan disiplin. [Tanpa disiplin,] segala sesuatunya akan hancur berantakan. Begitu banyak orang mengambil geometri... dan berusaha untuk... Mereka melihatnya sebagai suatu jalan dispilin, karena pada geometri ada garis lurus, ada lingkaran, atau dimensi-dimensi yang berbeda-beda, berbagai cara untuk menggambar garis, ...dan orang-orang berusaha mendefinisikan spiritualitas darinya. Saya akan mengulas tentang hal ini, insya Allah. Ada disiplin linear, ada disiplin circular. Dan insya allah, kita akan memberikan bukti-bukti ilmiah akan apa yang telah mereka temukan di zaman ini, suatu teori yang kini banyak dipakai oleh para Sufi. Dan kita punya seorang fisikawan PhD di sini [Syaikh Abdullah Grenoble]. Kita akan bertanya padanya, Abdallah, beberapa pertanyaan. Insya Allah, besok, di sini Asyhadu An Laa ilaaha illaLlaah wa asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuuluh.. [Dilanjutkabn Dzikir Khatm Khawajagan] Wa min Allah at tawfiq Wassalam, arief hamdani www.mevlanasufi.blogspot.com HP. 0816 830 748 ALAMAT ZAWIYAH DZIKIR DI JAKARTA dan SEKITARNYA DAN JADWAL DZIKIR MASJID JAKARTA ISLAMIC CENTER, KOJA (EX KRAMAT TUNGGAK) Dzikir Khatam Kawajagan, Setiap Minggu, dimulai Minggu tgl 16 April 2006, mulai jam 09.00 pagi WIB. Informasi Arief Hamdani HP. 0816 830 748 JAKARTA SELATAN ZAWIYAH CINERE NAQSYBANDI HAQQANI RABBANI WHIRLING DERVISHES Dzikir setiap Rabu Malam Jam 21.00 ( Khusus pria ) Ladies Dzikir: Minggu Sore, bada Ashar Jl. Villa Terusan No.16, melalui Villa Cinere Mas. Informasi: Tono 742-1938 atau Syaikh Barkah 0817-9105-704 ZAWIYAH PONDOK LABU HAQQANI RABBANI Masjid Al-Hikmah, Komplek DDN II ( Departemen Dalam Negeri) Pondok Labu , Jakarta Selatan. Setiap Selasa jam 21.00. Iwan HP. 0813 816 58383 ZAWIYAH LIMO CINERE HAQQANI RABBANI Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Jl. Pelita, Desa Limo Setiap Sabtu Bada Magrib s/d Isya. Ustad Shohib HP. 08131 7276 504 ZAWIYAH DEPOK HAQQANI RABBANI Pondok Pesantren Al-Maunah Depok Setiap Sabtu Bada Magrib s/d Isya. Ustad Nurjaya, Telp. 7024 0607 ZAWIYAH PANGKALAN JATI HAQQANI RABBANI Jl. Pangkalan Jati I, gg Buntu. Setiap Minggu malam jam 21.00 Ustad Arif HP. 0813 1605 8402 ZAWIYAH PANGKALAN JATI Jl. Pangkalan Jati 1 No. 71, Pondok Labu, Jakarta Selatan. ( RS Fatmawati terus s/d Verboden kekiri mentok kanan s/d perempatan terus 500 m ZAWIYAH BRAWIJAYA - KEBAYORAN BARU Jl. Brawijaya 1A No.16, Jakarta Selatan ( Dibelakang RSKO Darmawangsa, Dekat Hotel Darmawangsa). Kediaman Bp. Firdaus Wajdi ZAWIYAH RAGUNANJl.Poncol Vila Ragunan Permai Kav 1, Ragunan Jakarta Selatan. Kediaman Bp. Syamsudin ZAWIYAH BRAWIJAYA Setiap Jumat : Khusus wanita, mulai 11.00 wib Jl. Brawijaya 1A No.16, Jakarta Selatan. Dibelakang RSKO Darmawangsa / Apotik Darmawangsa ZAWIYAH PASARAYA SARINAH BLOK M HAQQANI RABBANI Pasaraya Lantai 5, setiap Minggu pagi jam 8.30 Iwan HP. 0815 1917 3693 ZAWIYAH SANGGAR BULUNGAN CSW HAQQANI RABBANI (dibelakang Kolam Renang Bulungan, Rumah Kayu ) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dzikir Khatam Kwajagan, Marawis Salawat, Darwis Rumi Setiap Senin Malam, jam 20.00. Kontak Person Arief HP. 0816 830 748 ZAWIYAH CILANDAK-TOWNSQUARE Abdul Aziz 0812844421 Ustad Nurcholis MA 081548019453 ZAWIYAH KEBAYORAN LAMA Jl. Sholihun Kebayoran Lama, Jakarta, Wahyudi Yusuf 08158903433 JAKARTA PUSAT ZAWIYAH TEUKU UMAR YAYASAN HAQQANI INDONESIA Setiap Sabtu (Kecuali ada Perubahan) Bada Ashar, Jam 16.00Jl. Teuku Umar No.41, Menteng, Jakarta Pusat ZAWIYAH TANAH ABANG Kota Bambu, Tanah Abang. Jl. Arimbi. Setiap Selasa malam jam 21.00 Bp. Darma, HP. 0852 1980 1017 JAKARTA BARAT ZAWIYAH TOMANG Jl. Mandala Selatan No 16 Tomang , Jakarta Barat. Kediaman Bp. Sunarto ZAWIYAH KEBUN JERUK Jl. Kelapa Dua Raya No.1, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Kediaman Bp. Ahmadin JAKARTA TIMUR ZAWIYAH KH MUSTOFA MAS'UD Jl. Hasbi 40, Otista, Jakarta Timur 13330, TELP 021-8190475 Setiap Kamis Malam, Ba'da Isya. Informasi: Handi Biantoro HP. 0818-965-852 email: [EMAIL PROTECTED] ZAWIYAH CEMPAKA PUTIH Jl. Cempaka Putih Raya No. 114, Cempaka Putih, Jakarta Timur. Kediaman Bp. Malik Tarigan ZAWIYAH CIKARANG BARU HAQQANI RABBANI Masjid Jami Darussalam, Jl Kedasih IV, Cikarang Baru, Kawasan Perum Jababeka. Setiap Selasa, mulai Magrib Berjamaah, Dzikir Khatam Kwajagan Isya Berjamaah, Bada Isya, Kajian Tasawuf. Informasi: Arief Hp. 0816-830-748 ZAWIYAH TANGGERANG, PANDEGLANG, SERANG, CURUG, CITRA RAYA Kontak, Anwar HP 0818 483 796 Perumahan Citra Raya Tangerang. Keluar Dari Tol Bitung kearah Citra Raya A C E H : Jl. Teuku Muhammad Salleh No.2 Lambhuk, Banda Aceh Informasi: Ust. Zamhuri Ramli al-HafidzHP. 0812-939-0774, Rumah 0651 - 26951 M E D A N SUMATERA UTARA : Zawiyah Medan, setiap malam Jumat melakukan Khtam Kwajagan : Jl. Mesjid No. 32 , Helvetia Timur , Medan 20124 Hubungi Ahmad Djuata Tarigan : 08126040064 Hasan Sebayang HP 081362317176 PONDOK PESANTREN SIRAJUL HUDA Tiga Binanga, Kabupaten . Karo, Sumut Encep Fariduddin 08192097181 SUMATERA BARAT - SUMBAR ZAWIYAH NAQSYBANDI PADANG Jl. Raya Padangpasir 17 Padang TELP 0751-36257Informasi: Effendi Awal (0811-661-285) ZAWIYAH NAQSYBANDI BANUHAMPU - BUKIT TINGGI Depan Balai Nagari Galung, Banuhampu, Bukittinggi Sukardi Jatman 08161833598 P E K A N B A R U PONDOK PESANTREN MIFTAHUL JANNAH Panam, Pekanbaru. K.H. Mukhtarul 081365395313 ZAWIYAH NAQSYBANDI ASY-SYIFAA PEKANBARU Jl.Farmasi 24 Pekanbaru 28111. Dr.Chairuddin Lubis 0811755721 Dr.Pramujo Abd.Gani 08127518084 ZAWIYAH NAQSYBANDI PEKANBARU Jl.Kartini 24 Komp. Farmasi Pekanbaru Dr.Chairuddin Lubis 0811755721, Dr.Pramujo Abd.Gani 08127518084 B A T A M : PESANTREN YUSUF SYAFI'IPesantren Yusuf Syafi'i, Ustad M. Yusuf Ridwan Asyafi'iBengkong Permai Komplek Nurul Jadid RT 01 RW 01 Blok D No. 10,Kelurahan Bengkong Laut Batu Ampar Pulau Batam. HP. 08136445 3322. Bp. Riady, Bengkong Abadi 2, Jl. Cendrawasih Blok A/127 Batam 29432, Tel 0778-411289 Setiap selasa malam dan kamis malam, Informasi: Yandri Irzaq (0812-702-2415)ZAWIYAH NAQSYBANDI BUANA GUMILAR -BATAMWisbuin B-12 Batam Center telp 0778-478835 PONDOK PESANTREN AL-MADANIYAH Anggrek Mas F-5 Baloi, Batam. Ustad H. Nugrahanto 0811701176 ZAWIYAH NAQSYBANDI BUANA GUMILAR Wisbuin B-12 Batam Center telp 0778-478835 Abdul Mughist 0813 2525 6938 ZAWIYAH NAQSYBANDI BATAM CENTER Orchid Park D-11 Batam Center. Yandri Irzaq 08127022415 JAWA - BARAT ZAWIYAH SUKABUMI: K.H. Ece Supriyatna Pesantren Daarus Syifa (0811-115-875)) ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI CIKRETEG Vila Pancawati, Cikreteg, Ciawi, Bogor Ustad Abdul Qadir 0812 8014 661 ZAWIYAH CIANJUR Ajengan KH. Bunyamin, Tipar Caringin, Panembong Cianjur Setiap Kamis Malam, Bada Isya mulai jam 20.00 malam ZAWIYAH CIPANAS Pesantren Toriqul Huda, Pasekon gg. bunga dekat Restoran Simpang Raya, Setiap kamis malam bada Isya Ustad Dudi HP 0813814 89282 CIREBON ZAWIYAH NAQSYBANDI CIREBON Weru_Plered Cirebon, M.Rofiq 0813 1544 5446 B A N D U N G : ZAWIYAH AL-FALAHPondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah I -Cicalengka Nagrek KM 28 BandungPimpinan K.H.Q. Ahmad Syahid (022-794-9781). Informasi: H.Q.Rifat Syahid (0815-715-5776) H. Muhammad Hadid Subki (0852-2040-2127). Setiap Ahad pagi, jam 08:00 s/d 10:30 ZAWIYAH BANDUNG KOTA Insidentil Setiap Bulan sekaliJl. Cimanuk No. 37, Bandung Informasi: DR. Hadid Subki 0852-2040 2127, Telp.022-727 4913 J A W A - T E N G A H S E M A R A N G: Zawiyah Al Mubarokah, Dukuh Sandan, Desa Waru Mranggen, Semarang Informasi: Riza Alamsyah , [EMAIL PROTECTED] Contact Riza Alamsyah 081325632124 Soetoro 08122504779, Ajib Susanto 0818455527 Munir 08164247573, Arif Rahman 085225087435 Pusatindo Komputer, Jl. Imam Bonjol no.74 024-3540609 ZAWIYAH NAQSYBANDI SEMARANG Jl.Sawi 16A, Pasar Kambing Semarang Kontak Joko Tri Abdul Haq HP. 0811 279 108 ZAWIYAH NAQSYBANDI MASJID AL-IKHLASH Ngaliyan, Semarang, Prof.DR. Amin Syukur 0812 2923 652 ZAWIYAH AL-MUBAROKAH Sanden, Mranggen, Semarang. Ajib 0818 455 527 Riza 081325632124 PEKALONGAN: PONDOK PESANTREN AT-TAUFIQY Rowokembu Kaum, Wonopringgo, Pekalongan K.H.Taufiq Subki (0285) 785018 ZAWIYAH NAQSYBANDI KEBONTENGAH-PEKALONGAN Informasi Muhlishin 0815 4809 2838 Muhib 0813 2684 1075 ZAWIYAH NAQSYBANDI PANDANARUM-PEKALONGAN Mutawali 0815 7535 9228 . Susilo 0815 7565 2358 MUSHALLA UKHUWAH ISLAMIYAH MAGETAN Templek, Takeran, Magetan. Suyitno 0888 3402 757 S. Riyanto 0812 3408 790 JAWA TIMUR SURABAYA SIDOARJO ZAWIYAH PONDOK JAMU Zawiyah "Pondok Jamu" Desa Wage Kecamatan Sepanjang Sidoarjo Kontak Person Sugeng Mulyono (031) 70450444 HP. 081331666766 Tempat dan jadwal zikir : Kamis Malam, Ba'da Isya ZAWIYAH NAQSYBANDI TRANSITO SURABAYA Komplek Transmigrasi Margorejo Surabaya Hatta Abd.Hakim 0818571807 Faizuddin Firdaus 08123243458 ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI TAMANSURYA Taman, Sepanjang, Sda. Sentot Punjangpunjung 081330130897 Sugeng Mulyono 081331666766 ZAWIYAH MASJID MUHAJIRIN Wisma Transito, Jl Margorejo 74, Surabaya Setiap Jum'at malam, ba'da IsyaBp.Sentot (031-788-2476) 081330130897 ZAWIYAH KAMPUS ITS SURABAYA Bp. Son Kuswandi HP. 0813 3193 2011Bp. Hatta HP. 0818 8571807 Bp. Darmaji HP. 0813 3152 2154 M A L A N G : Bp. Medy, HP. 08155 3038 210Bp. Hadi, HP. 0811 360 620 LUMAJANG - JEMBER - BONDOWOSO ZAWIYAH NAQSYBANDI JEMBER Jl.Sawo II/3 Jember. Bp. Muji-Irmulandari 08124982163 ZAWIYAH NAQSYBANDI JEMBER jl. Sawo II No.4, Patrang, Jember Setiap Kamis Malam, Bada Isya. Kontak Person : Ibu Irmulandari, Telp 0331-485681. HP 0812 4982 163 ZAWIYAH NAQSYBANDI LUMAJANG Jl. KH. Ghozali X/9 Citradewangsan, Lumajang Informasi Abd.Rosyid Murodi 081336528874 ZAWIYAH NAQSYBANDI BONDOWOSO Pondok Pesantren Al-Falah, Kajar, Bondowoso Informasi Ibu Makkiyah 081933307903 ZAWIYAH NAQSYBANDI BONDOWOSO Masjid Adz Dzakirin, Jl.KH. Agus Salim, Gg.Taman Bondowoso. Abdul Hamid 081913863552, Makki 081933307903 ZAWIYAH TUBAN KOTA - JAWA TIMUR Perum Siwalan permai praja no 3. Telp. 0356 320193, 0356 329886 (Made)HP. Made 081331213660 . Ali Shodiq 0356 611660. Jadwal Zikir Malam senin dan Malam Jum,at ba'da isya di Mantingan Senori. Malam Jum'at di Jl. Teuku Umar 9A Belakang depot Barokah. Desa Mantingan - Senori Tuban ZAWIYAH NAQSYBANDI DEMEN - NGANDHEL Ngantingan-Senori, Jojogan, TubanMasjid Demen Ngandel Naqsyabandi, Dusun NgantinganDesa Banjarworo, Kecamatan Bangilan TUBAN, Bp. Munzaki HP 081335636418, Tiap Senin Malam dan Kamis Malam Bada Isya. ZAWIYAH NAQSYBANDI SIWALAN Mushalla Komplek Siwalan Permai, Tuban Yudi 0813 3065 4310 BALI PESANTREN PONDOK ASRI Singaraja, Bali. H. Sauqi 0813 3877 5421 Ridwan Pinem 0812 3992 329 B A L I K P A P A N : Perumahan Bumi Rengganis Blok 5A No. 110 Balikpapan Kontak Person Hidayat HP. 0815-20300505 S I N G A P O R E : Zawiyah Syaikh Zakaria, Singapore TAMPINES ST 34 BLOK 362 #05-379. Syaikh Zakaria Hp 98364094. M A L A Y S I A Pusat Zikir Naqshbandi di Malaysia dan nombor telefon untuk dihubungi: Kuala Lumpur - Saudara Ahmad Nazim (012) 913-8449 (English speaking) dan Bro. Mus (012) 382-9050 (Bahasa Melayu). Alor Setar, Kedah - Saudara Rosli (012) 419-4265. Kota Bharu, Kelantan - Saudara Ku Din (019) 966-3993 Alamat Dergah Pulau Pinang : No 24, Cangkat Minden Jalan 16, Minden Height, 11700 Pulau Pinang (Hubungi saudara Isa: 016-4703441) Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mencintai-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
