Salam,
Qur’an artinya bacaan. Apa yang disebut bacaan itu ? Ilmu Allah tidak sesedernaha dengan pengertian berdasarkan lughoh semata. Bacaan disini adalah bacaan kehidupan alam (termasuk manusia). Bacaan disini lebih tepat dibilang sebagai ilmu manejemen alam. Artinya kalau manusia ingin memanage alam pakailah al Quran, kenapa harus pakai al Quran sebab al Quran ditunkan karena sifat Ar Rahimnya Allah, karena saking sayangnya Allah kepada ciptaanNya, sehingga kalau ciptaanNya menginginkan cara atau system hidup yang benar jangan cari cara atau system hidup yang lain yang ditawarkan manusia melalui system yang tidak haq (bathil), misalnya demokkrasi, teokrasi, diktator, kerajaan, ploretariat, sosialis dll.
Dalam upaya Allah untuk menjadikan al Quran itu suatu bacaan bagi manusia yang betul-betul nyata, faktual dan dhohir (kelihatan), maka Allah mengutus para Rasul untuk menjelaskan kepada manusia itu kitab. Kalau manusia bersedia, maka Rasul terus membina mereka sampai mencapai apa yang disampaikan kepada mereka. Apa yang hendak dicapai para Rasul, tidak lain hanyalah mencari ridlo Allah semata dengan mengajak manusia hidup dibawah system yang Allah ciptakan, bukan dibawah system yang Rasul rancang sendiri. System hidup seperti itu sudah standard, dari kurun milenium ke milenium lain. Manusia barulah bisa beribadah dengan benar menurut pandangan Allah kalau ada Rasul yang memimpin manusia. Rasul adalah wakil Allah, Rasul adalah orang yang ditugasi untuk memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah, Rasul adalah pemimpin yang ditugasi untuk memimpin manusia setelah mereka berpecah belah menjadi partai-partai, golongan-golongan, negara-negara sepeninggal Rasul sebelumnya. Jadi Al Quran adalah ilmu tentang ad-ddin (bukan mengenai agama), yaitu petunjuk yang diturunkan Allah kepada manusia supaya manusia beribadah menurut ad-diin Allah. Beribadah itu bukan menyembah seperti didapati dari berbagai terjemahan, beribadah itu ya bekerja, berbuat, bersikap, berkata, berfikir dalam rangka mengatur alam (termasuk manusia), kalau semua itu dilakukan manusia seperti yang diikrarkan manusia dalam shalat qul inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirrabbil 'alamin menjadi nyata, faktual;, menjadi peradaban manusia didalam hidup dan kehidupannya, maka barulah manusia dikatakan beribadah dengan haq. Tetapi sebaliknya apabila manusia sekedar melakukan aksi ritual 5 perkara, sedang perbuatannya, pekerjaannya, perkataanya, sikapnya, jalan fikirannya tidak mengikuti ad-diinul Islam, maka "ibadahnya" gugur demi hukum.
Tetapi banyak dari kita yang terjebak dengan pemahaman yang sempit mengenai alQuran ini, seolah kalau kita cuma sekedar "membaca" dalam arti tekstual, maka kita sudah dapat pahala. Ini adalah faham yang tidak cocok dengan makna diturunkan al Quran kepada manusia melalui RasulNya.
Apalagi al Quran itu dilomba-lombakan itu sudah sangat menyimpang jauh. Al Quran itu adalah ilmu, dan yang mengajarklan al Quran itu Allah melalui RasulNya, maka selama Rasul itu tidak ada (dianggap tidak ada), maka sejuta manusia akan memahami al Quran dengan sejuta kepemahaman. Tetapi kalau Rasul itu ada, maka hanya ada satu kepemahaman yaitu bahwa al Quran adalah ilmu untuk mengatur alam (termasuk manusia), ilmu untuk beribadah kepada Allah, ilmu untuk menjadikan seluruh bacaan di Al Quran itu bukan hanya sebuah teori tetapi adalah petunjuk hidup, ayat-demi-ayat.
Mengacu kepada al Quran sebagai ilmu, maka seharusnya al Quran itu ada dalam kesadaran (qolbu/akal fikir) manusia. Tetapi karena manusia tidak butuh Islam sebagai ad-diin, karena manusia saat ini diinnya adalah diin thoghut, maka al Quran masih disimpan dilaufil mahfudz. Dan diberikan hanya kepada orang-orang yang sadar untuk memimpin manusia agar hidup sesuai dengan ad-diin Islam.
QS.42/52 Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
Jadi tidaklah seorang yang bergelar professor sekalipun otomatis mengetahui mengenai wahyu itu, kalau pengetahuannya itu hanya sekedar wacana, hanya untuk memproduksi tulisan-tulisan. Turunnya wahyu adalah dengan diwahyukan diperintahkan atau bahasa wahyunya ditiupkan. Untuk bisa mengetahu wahyu, ada beberapa persayaratan yang diperlukan Allah kepada manusia. Yaitu bersihkan diri dari kemusyrikan, pernyataan iman, meninggalkan isme yang ada dan lain-lain.
Kaum Quraisy adalah suatu kaum yang mewarisi ibadah ritual dari ismail dan Ibrahim, mereka terbiasa melakukan 5 perkara sebelum wahyu diturunkan. Ini mengandung arti bahwa orang Quiraisy menjalankan al Kitab tanpa wahyu.
Hanya saja sejak kecil kita diajarkan bahwa orang Quraisy itu tidak mengenal Allah, menjadikan Ka'bah tempat simpan patung dll, itu hanya dongeng yang disampaikan orang yang belum mengenai Islam. Tidak ada satupun ayat yang menyatakan orang Quraisy tidak shalat, tetapi shalat mereka dihadapan Allah nilainya sahun, nilainya wakanu siaan (siulan dan tepukan tangan ) puasanya nilainya wa athos min ju'i (dahaga dan lapar). Kenapa??? Inilah suatu soal yang tidak pernah diuangkap oleh pengajar Islam sebab mereka memandang bahwa Islam itu adalah cuma sekedar ajaran ritual, sekedar ibadah dimasjid atau dirumah, tidak mencakup segala perbuatan manusia terhadap dirinya, keluarganya dan masyarakatnya tidak mencakup disegala tempat mereka berada.
Yang lebih keliru lagi mereka menganggap bahwa Islam itu hanya diberikan kepada Nabi Muhammad, sedangkan nabi-nabi lainnya bukan diajarkan dan mengajarkan Islam. Yah akibatnya masyarakat dunia saat ini melakukan ibadah hanya terbatas kepada aksi ritual, dalam kehidupan mereka tidak mengenal ummatan wahidan sebagaimana Rasul-Rasul mengajak manusia untuk mewujudkannya, mereka berpecah belah, berpartai, bermadzhab, bergolongan. Mereka terjebak dalam kehidupan jahiliyah, kembali kepada system hidup yang dilakukan oleh kaum Quraisy dijaman Nabi Muhammad dan bangsa-bangsa besar lain dijaman setiap Nabi.
Dimana adanya Al-Qur'aan pada zaman Rasulullah SAW? Dijaman nabi Al Quran itu ada dijannah, disurga, dialam yang berada dibawah kekuasaan Allah, di Darussalam,dibawah kekuasaan orang-orang mu'min. Al Quran sudah dhohir, sudah menjadi hukum yang menjadi dasar pengaturan kehidupan sehari-hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik oleh seluruh manusia yang berada dalam kekuasaan mu'min. Orang Yahudi berdiin Islam, nasrani berdiin Islam, orang Majusi berdiin islam, sebab diin adalah hukum.Sebagaimana Allah mewajibkan :
[QS.5/66] Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.
Itulah yang sebenarnya makna diin Allah, bukan agama Allah.
Dalam system kehidupan jahiliyah, maka orang muslim berdiin jahiliyah, orang Yahudi berdiin Jahiliyah, orang Nasrani berdiin jahiliyah, Orang sabiin berdiin jahiliyah, orang Majusi berdiin jahiliyah, orang musyrik berdiin jahiliyah, setiap bangsa mentaati diin jahiliyah.
Beliau adalah orang yang cerdas diatas rata-rata, sangat faham bahasa Arab, ayat demi ayat beliau hafidz. Dan beliau mewajibkan pengikutnya untuk menghafidz, hafidz al Quran itu oleh karenanya merupakan sunnah Rasul. Selain itu beliau memberikan penjelasan tafsir wa ta'wilnya.
Namun begitu setiap kali ayat turun, beliau memerintahkan para katib (tukang pencatat) untuk mencatatnya diatas kertas.
Beliau mengajarkan surat Thoha kepada Fatimah adik Umar bin Khatab, ayat demi ayat-huruf-demi huruf, titik demi titik. Tulisan ini kemudian direbut oleh Umar bin Khatab yang penuh penasaran setelah adiknya dihajar habis-habisan tidak juga jengah untuk meninggalkan ajaran Islam yang dibawa Muhammad, tetapi setelah beliau membaca maka gemetarlah seluruh badan beliau kemudian sembari bersujud,berderai air mata dan bersyahadah, atas ijin Allah, walaupun nabi tidak hadir didepannya.
Demikian pula beliau mengajarkan surat Maryam kepada yang kemudian membacakannya didepan Raja Negus, yang akhirnya Raja Negus juga berlinangan air mata dan manyataklan taslim kepadanya serta melindungi missi hijrah Utsman bin Arfan.
Wa adzdzin = atau adzan = undanglah. Haji semasa para Rasul adalah merupakan kenferensi ummat islam sedunia dimana manusia datang berhaji atas undangan rasulullah. Kalau pusat hajinya manusia musyrik dulu di Roma sedang sekarang di PBB, untuk para Muslimin, setiap tahun para Rasul mengundang seluruh ummat manusia yang berada dibawah kekuasaan daulah Islamiyah untuk melaksanakan konperensi.
Finnaas = kepada seluruh manusia, artinya haji sebagai konperensi tidak dikhususkan untuk ummat Islam saja tetapi semua manusia apakah dia kristen, budha pokoknya manusia. Menurut khasanah Islam semua manusia - tanpa memandang kepercayaannya - apabila sudah tunduk pada hukum Allah mdibawah kekuasaan daulah islamiyah disebut muslim. Haji adalah sebuah teater yang diperankan oleh daulah Islamiyah sebagai contoh atau model kehidupan Islam bagi semua manusia yaitu bagaimana konsep rahmatan lil alamin akan dilaksanakan.
Bi Hajji = berhaji, mengadakan hujjah atau konverensi untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi manusia.
Ya' tuka = datang kepadamu yaitu datang memenuhi undangan Rasulullah sebagai penguasa bumi.
Rijalan wa 'ala kulli dlomirin = rijal = laki-laki atau pemimpin dan segenap dlomir (wakil/timbalan/deputy), jadi yang diundang adalah segenap pemimpin (rijalan) dunia dengan wakil-wakilnya.
Ya'tina min kulli fajjin 'amiiq = yang datang dari segenap penjuru jauh. Sifat haji adalah berkumpul dipadang Arafah (dari kata taaruf/saling kenal) yang diundang adalah pemimpin dari segala penjuru bumi, konferensi yang dipimpin oleh Khalifatullah Fil Ardl ini adalah untuk membicarakan semua masalah yang terjadi dipenjuru bumi.
Tujuan utama pertemuan adalah supaya terjadi kemizanan didalam segala hal, contoh apabila ada suatu daerah kekeringan maka daerah yang surplus harus membantu. Karena mereka semua berada dibawah satu pengaturan (konsep tauhid) maka dengan mudah pemerataan kesejahteraan manusia dibumi diatur oleh daulah islamiyah.
Kalau konperensi PBB yang dibicarakan bukan soal kemizanan tetapi bantuan berbeban bunga, negara miskin tidak bakal bisa membayar bunga akan menjadi semakin miskin.
Haji saat ini tidak memiliki nilai seperti yang dimaksudkan Allah bagi orang yang berhaji. Haji saat ini sekedar ritual, tempat orang meminta-minta kepada Allah. Haji yang benar adalah aktifitas manusia mu'min untuk menyebarkan rahmat kepada seluruh manusia.
Al-maidah:3
Diharamkan bagimu
bangkai,
darah,
daging babi,
yg disembelin atas nama selain Allah,
yang tercekik,
yang dipukul,
yang jatuh,
yang ditanduk, dan
yg diterkam binatang buas,
kecuali yg sempat kamu menyembelihnya dan
yg disembelih untuk berhala.
Dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah kefasikan*.
Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu.
Pada hari ini telah Ku sempurnakan** untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepada mu nikmat Ku, dan telah Ku ridhoi Islam sebagai agamamu***.
Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Islam itu sebagai konsep sudah sempurna sejak dari awal diciptakannya manusia, sebab memang Islam adalah sarana untuk mengabdi kepada Allah. Dalam khasanah al Quran semua manusia diajarkan oleh Allah hanya Islam saja.
Islam dalam pengertian aktualisasi itu tidak selalu manusia dalam kurun waktu terus menerus dipimpin oleh idiologi Islam. Dibumi ini ada selang seling pergantian kepemimpinan antara Islam dan selain Islam. Dalam khasanah al Quran semua Nabi semuanya Islam (terserah menurut paparan kyai dan ulama yang bertentangan dengan ajaran al Quran itu yang menganggap bahwa Islam itu hanya dibawa oleh Muhammad.)
[QS.3/19] Sesungguhnya diin (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Ayat diatas juga menyatakan Islam bukan agama, tetapi aturan hidup. Yang mengatakan Islam itu agama adalah orang-orang yang suka memecah belah diin itu menjadi agama-agama (ada Yahudi, Nasrani, Katolik, Protentan, Islam Jamaah, Aswaja dll). Allah dari dulu ya hanya Dia, dulu orang Yahudi menyebut Yahweh, sekarang ada yang menyebut Jehova, sebenarnya Dia-Dia juga. Yahweh berasal dari kata Ya Huwa. Huwa adalah kata ganti Allah.
Orang Yahudi dan Nasrani sebagai orang-orang yang sejatinya berdiin Islam diajarkan untuk menegakkan Kerajaan Allah dimana para RasulNya menjadi khalifah. Pusat peribadatan mereka ada di Yerusalem, yang sama artinya dengan Darussalam atau negeri Islam. Para Nabi dan juga Muhammad Rasulullah, bukan kepala liturgi yang ngajak-ngajak solat saja, tetapi kepala pemerintahan atas segenap manusia. Mereka itu diutus untuk menjadi Juru Selamat (messias) bagi manusia. Apa yang harus diselamatkan, yaitu mengeluarkan manusia dari ketaatan kepada selain Allah. Didalam Bible ada dijelasakan jangan kamu taat kepada allah-allah lain selain Allah. Para Nabi tidak juga mendirikan negara teokrasi, tetapi suatu system kekuasaan bumi (khalifatul fil Ardl) yang dipimpin oleh aruran atau undang-undang yang berdasarkan kitab-kitab suci.
Mereka yang menolak kitab suci itu sebagai hukum disebut fasik.
[QS.5/47] Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.
Kenapa ayat yang berbau "nasrani" ini dicantumkan didalam al Quran sebagaimana bau "yahudi" dicantumkan dalam ayat sebelumnya (ayat 44, 45, 46), sebab inti peribadatan manusia kepada Alla itu adalah mengabdi menurut aturan hukumNya, bukan dibatasi hanya pada masalah sholat atau kegereja seperti yang dilakukan orang-orang saat ini. Pada saat Yahudi berkuasa, maka Allah mengundangkan bahwa manusia harus berhukum kepada Taurat, pada saat Yesus berkuasa manusia hendaklah taat (berhukum) kepada Injil. Jadi menurut Allah kitab-kitab Alllah itu fungsinya sama sebagai landasan hukum. Maka seorang yang mengaku Islam diharamkan untuk membeda-bedakan satu Kitab dan Rasul dengan yang lainnya.
[QS.2/136] Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
Jadi islam yang sempurna adalah ketika hukum Taurat, Injil dan Al Quran ditegakkan dimuka bumi. Tetapi kenapa harus ada Injil, toh ajaran Allah sudah sempurna, ya kalau Taurat itu masih asli nashnya, tentu saja Allah tidak turunkan Injil, demikian juga al Quran tidak akan diturunkan kecuali Injil masih asli sebagaimana nashnya. Namun bukan berarti kita harus menyah-mentah menolak taurat dan Injil saat ini sebab Al Quran adalah sebagai muhayminan (batu uji), sehingga al Quran itu pastilah memuat prinsip-prinsip ketauhidan yang diperformkan oleh para Rasul. Sehingga sebenarnya alQuran adalah sebuah kitab yang sudah inklud Taurat dan Injil. Dengan demikian untuk menguji apakah Taurat dan Bible itu benar, adalah dengan ayat-ayat Taurat dan Bible sendiri yang serupa dengan Al Quran. Kalau bertentangan harus diuji apakah itu karena perbuatan tangan manusia atau kekeliruan pertenjemahan.
Seperti contoh :
Mathius 19 : 24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Kaya didalam al Quran sering disebut aghna,
[QS.96/6] Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
[QS.96/7] karena dia melihat dirinya serba cukup. (anro ahustahgnaa)
Jadi orang yang aghna adalah orang yang sudah merasa cukup tidak perlu lagi tuntunan wahyu, apakah bisa merasa cukup kaya, merasa cukup sebagai ilmuwan, atau karena miskin maka beralasan buat makan saja susah apalagi untuk ibadah. Orang-orang itu sebenarnya telah mendustai ayat-ayat Allah dan menyombongkan diri, yaitu menolak untuk diatur hidupnya oleh Allah melainkan dengan memilih cara hidupnya sendiri sebagaimana difirmankan Allah dalam Al Quran
[QS.7/40] Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
sekarang itu apakah hari ini (to date) atau waktu ayat itu diturunkan, jelas waktu ayat itu diturunkan yaitu waktu Muhammad sudah berhasil merealisasikan tugasnya untuk menegakkan diin Islam, dimana beliau telah berhasil merebut Mekkah sebagai pusat kekuasaan orang yang (menurut Bible) mengikuti allah-allah lain (a kecil).
Setelah 700 tahun kekuasaan Islam, Allah memberikan kembali kekuasaan itu kepada orang-orang musyrik dengan dihancurkannya Persia dan Bagdad oleh orang-orang Mongol. Kekhalifaan Islam setelah itu kalaupun ada sudah tidak murni dan konsekwen lagi, yaitu sudah menerima ajaran-ajaran diluar Islam (ular-ular kecil), dan system kepemerintahan islampun bukan khalifah dalam arti sebenar-benarnya tetapi hanya kerajaan berdasarkan clan atau nepotisme dalam garis keturunan, bukan pada siapa paling cakap, berpengalaman, berilmu dan paling bijak.
Saat ini Islam menjadi sebuah "agama" bukan diin lagi yang tinggal sisa-sisa ritualnya demikian pula dengan "agama-agama" lain. Isinya adalah pertikaian diantara mereka, bersaing-saing untuk saling rebut kekuasaan dan pengaruh, malah ummatnya sudah meninggalkan aturan hidup sebagaimana diatur Allah, tetapi lebih menyukai diatur manusia lagi apakah itu namanya demokrasi, pluralisme, sekularisme, kapitalisme dll.
Pada saat Allah menyatakan telah kusempurnakan diin-mu, maka saat itu (Haji Wadda) seluruh undang-undang Allah berlaku bagi manusia termasuk mengenai binatang itu. Al Kitab dari kata kataba artinya undang-undang, sedang tatkala manusia sudah tidak mau berhukum Allah dengan hukum Allah maka Al Kitab menjadi Kitab (Buku), hanya sebuah konsep yang diambil ketetapannya pada 5 perkara saja (ritual), sedangkan system ekonomi, hukum, politik dan sosial ditolak. Bayangkan pengadilan agama hanya mengadili perkara nikah, cerai dan warisan saja. Sedang perkara politik, kriminal, perdata disesesaikan dengan hukum kolonial. Anehnya banyak orang Islam mengaku sudah Islam. Padahal menurut al-Qur’an sangat dibantah oleh Allah.
Alhamdulillah.
MUSLIM
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mencintai-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
