Logika Sesat JIL: Manusia Sama Dengan Monyet

SOLO (voa-islam.com) - Pernyataan
Luthfie Assyaukani yang menyamakan Nabi Muhammad SAW dengan nabi palsu
Lia Eden direaksi keras oleh banyak kalangan. Koordinator Tim Pembela
Muslim (TPM), Mahendradatta, bahkan meragukan kapasitas keilmiahan
Luthfie sebagai seorang yang meraih gelar PhD. Mahendra bahkan
menyamakan logika Luthfie layaknya anak kecil.

Saat
tampil sebagai saksi ahli pemohon kasus penghapusan UU an Agama di MK
pada 17 Februari lalu, Luthfie Assyaukanie mengatakan kasus Lia Eden
sama dengan awal penyebaran Islam oleh nabi Muhammad. Apa yang
dilakukan Lia sama seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Pada awal
berdakwah, Lia dan Nabi Muhammad sama-sama sebagai minoritas yang
dipersalahkan oleh mayoritas.
...Pernyataan Luthfie Assyaukanie tidak memenuhi kaidah intelektual.
>Bahkan ia menggunakan metode komparatif yang ngawur sehingga
>menghasilkan kesimpulan yang sesat....
Luthfie sendiri saat itu langsung minta maaf karena memahami
penyataannya akan mengundang kontroversi. Namun pernyataan maaf itu
dinilai tidak cukup, terbukti hingga hari ini masih Pernyataan itulah
yang memancing reaksi kalangan Islam karena Luthfie telah dinilai
menghina Nabi Muhammad.

Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM),
Mahendradatta, menilai pernyataan Luthfie Assyaukanie tersebut tidak
memenuhi kaidah intelektual. Bahkan dia mengatakan Luthfie menggunakan
metode komparatif yang ngawur sehingga menghasilkan kesimpulan yang
sama sekali sesat.
"Untuk seorang yang mengaku bergelar PhD, pernyataan seperti itu
jelas-jelas tidak masuk akal. Pernyataan seperti itu seperti pernyataan
anak kecil yang masih kurang lengkap dalam mengambil kesimpulan dan dua
hal yang diperbandingkan," ujar Mahendradatta dalam jumpa pers di Solo,
Jumat (19/2/2010).
Mahendra mengatakan, seorang anak kecil mungkin saja mengambil
kesimpulan tidak masuk akal dengan menyamakan manusia dengan monyet
hanya gara-gara keduanya suka memakan pisang. Namun jika kesimpulan
seperti itu disampaikan orang dewasa, apalagi yang bergelar doktor,
maka kesimpulan itu adalah buah dari sesat pikir.
...anak kecil mungkin saja menyamakan manusia dengan monyet hanya
>gara-gara keduanya suka memakan pisang. Namun jika itu disampaikan
>orang dewasa, apalagi yang bergelar doktor, maka itu adalah buah dari
>sesat pikir...
Jika logika ngawur Luthfie Assyaukani diterapkan, berarti Luthfie
Assyaukani dan monyet bisa dipersamakan dan disejakarkan karena
sama-sama suka makan pisang. [taz/dtk]

sumber : 
http://voa-islam.com/news/indonesia/2010/02/20/3451/logika-sesat-jilmanusia-sama-dengan-monyet/



Baca berita terkait:
        * JIL Berulah: Lakukan Penodaan Islam dalam Sidang UU Penodaan Agama
        * Pemerintah Tolak Cabut UU Penistaan Agama, Bila tidak Maka ini 
Akibatnya...
        * Gugatan UU Penodaan Agama: Majelis Mujahidin Curigai Intervensi 
Amerika
        * Logika Sesat JIL: Manusia Sama Dengan Monyet


      

Kirim email ke