Ane sepakat banget dengan apa yang dilontarkan ukhty diyah (pa kabar diyah, lama gak jumpa, kapan main lagi?). Kita boleh mengutip naskah, tulisan, dokumen, atau paapun, harus dicantumin sumbernya dengan sejelas mungkin. Agar tidak dikatakan pelacur intelektual. Agak kasar memang, tapi itu memang kenyataannya.Lain halnya kalo bajak kaset, itu harus ijin dulu sama perusahaan.
Anda tahu dari mana karakter itu lahir dan siapa yang melahirkannya? Karakter itu muncul karena set mental manusianya yang dilatar belakangi kebodohan yang luar biasa masa masa deadless disepanjang sejarah Indonesia pada abad penjajahan. Jalan deadless yang malintang sepanjang pulau jawa dari ujung timur hingga barat selama 3,5 abad ternyata mempengaruhi selurh penjuru nusantara dengan luar biasa hebat. Sampai hari ini, detik ini, kita masih merasakan kebodohan yang terus menerus ada di sekitar kita. Bahkan, boleh jadi kita juga terkena
imbasnya secara tidak sadar.
Persoalannya, bisakah kita mngubah peradaban deadless (penjajahan) menjadi peradaban yang merdeka dan bebas beraturan? Kata kawanku, jika kita ingin merubah itu, kita harus memulai dari paradigma kita sebagai gen intelektual terpilih (mahasiswa muslim). Kemudian kita masuk dan berperan sebagai takoh utama yang bersama-sama mengajak pada peruahanan yang progressif. Artinya, kita sendiri tidak akan mungkim melakukan sebuah perubahan sendirian. Selain itu, icon kita sebagai gen intelektual mampu menjadi uswah bagi para manusia yang mengaku dirinya intelek.
Contoh kecil aja, ketika kita akan menyuarakan aspirasi kita melalui media, maka yang harus dimunculkan adalah sejauh mana ide kita menjangkau semua permasalahan keumatan. Seperti yang dikatakan kang ucup maulana, kita tidak akan mampu menjadi gen intelektual mandiri, ketika kita masih saja memperkosa intelektual orang lain. Alias
lahirnya para jiplaker, copi paste yang gak bertanggungjawab blass! Parahnya, yang membidani karakter itu adalah diri kita sendiri yang tidak pernah mau belajar mambaca (IQRO!). Membaca dari lingkungan, membaca permasalahan keumatan, bahkan mambaca diri kita sendiri. Tanpa kita sadari, kadar ketertarikan kita akan ilmu masih pas-pasan, bahkan kurang atau tidak sama sekali.
Tapi yang perlu kita ingat, manjadi gen intelektual itu tidak hanya memabca buku an sich. Dengan kaca mata tebal tersemat dihidung. Sudah gak jamannya lagi. Justru kita mampu menunjukkan diri kita yang beda. Diri yang mampu mengubah apa-apa yang dianggap buruk dan jelek di lingkungan sekitar kita dengan banga kebaikan yang kita miliki.
Nah, kembali ke jalan yang benar. Masalah copi paste, ane pikir melihat konteksnya. Kalo mau dianggap pelacur intelektual, silahkan jiplak dan copi paste ide orang lain sebanyak-banyaknya.
Bersiap-siaplah menghadapi rajam intelektual berupa pelucutan harga diri yang takkan pernah dapat dipercaya publik. Dimanapun anda berada, anda akan dikenal sebagai pelacur inteletual kelas kakap. KArena semua akan membaca naskah yang anda anggap ide cemerlang anda sendiri. Wallahu a'lam bi shawab.....
diyah kusumawardhani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
bapak freelance_corp yang baik..Menurut saya tidak ada salahnya kalo copy paste suatu artikel dari milis tetangga, selama orang yang copas itu JUJUR mencantumkan SUMBER... Lagipula, selama isinya bermanfaat dan menambah wawasan serta bisa dijadikan bahan diskusi, kenapa tidak??Salam,MnX
sofyardi rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Assalamu AlaikumTerima kasih atas tegurannya yang sangat bermanfaat buat saya. Lain kali saya akan berhati-hati dalam mengirim posting.Wassalamu AlaikumSofyardi Rahmat KAMMI Jember
freelance_corp <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Yusuf Caesar yang baik.
lihatlah cross posting dibawah ini
hem....apa lagi yang harus kita perbuat
dengan semua ini........
mental kopi paste...ane lebih menghargai
tulisan yang seadanya daripada sekedar copy paste begini
--- In milis-kammi@yahoogroups. , sofyardi rahmatcom
<sofyardirahmat@...> wrote:
>
>
> Assalamu Alaikum
>
> Ini ana dapat dari milis tetangga. Agus Syafii adalah seorang
pengajar di SMP dan SMA Labschool Cinere. Semoga bermanfaat.
>
> Wassalamu Alaikum
>
> Sofyardi Rahmat KAMMI Jember
> Note: forwarded message attached.
>
>
> --------------------- --------- ---
> Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it free.
> Problem Dunia Pendidikan Kita
>
> Sesungguhnya kualitas manusia ditentukan oleh dua hal:
>
> Pertama, oleh faktor hereditas, faktor keturunan. Manusia Indonesia
> dewasa ini adalah terunan langsung manusia Indonesia generasi 45 dan
> cucu gerenasi 1928, cicitnya generasi 1912. Menurut Ibn Khaldun,
> jatuhnya bangun bangsa ditandai oleh lahirnya tiga generasi.
> Pertama, generasi pendobrak. Kedua, generasi pembangun. Ketiga,
> generasi penikmat. Jika pada bangsa ini sudah banyak kelompok
> generasi penikmat, yakni generasi yang hanya asyik menikmati
> pembangunan, maka itu satu tanda bahwa bangsa itu mengalami
> kemunduran. Proses datang perginya tiga generasi itu menurut Ibnu
> Khaldun berlangsung dalam kurun satu abad, yang menyedihkan pada
> bangsa kita dewasa ini bahwa baru setengah abad lebih, ketika
> generasi pendobrak masih satu dua yang hidup, ketika generasi
> pembangun masih belum selesai bongkar pasang dalam membangun, sudah
> muncul sangat banyak generasi penimat dan mereka bukan hanya kurang
> terpelajar tetapi justru kebanyakkan kelompok terpelajar. Salah
> didikkah mereka?
>
> Kedua, Dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Pendidikanlah yang bisa
> membangun jiwa bangsa Indonesia. Lalu apa yang salah pada pendidikan
> generasi ini? Sekurangnya ada sembilan poin kekeliruan pendidikan
> nasional kita selama ini, meliputi:
>
> (a) Pengelolaan pendidikan dimasa lampau terlalu berlebihan pada
> aspek kognitif, mengabaikan dimensi lainnya sehingga buahnya
> melahirkan generasi split personality, kepribadian yang pecah.
>
> (b) Pendidikan terlalu sentralistik sehingga melahirkan generasi
> yang hanya memandang Jakarta (Ibukota) sebagai satu-satunya tumpuan
> harapan tanpa mampu melihat peluang dan potensi besar didaerah
> masing-masing.
>
> (c) Gagal melahirkan lulusan SDM yang siap berkompetisi didunia
> global.
>
> (d) Pendidikan gagal meletakkan sendi-sendi dasar pembangunan
> masyarakat yang berdispilin.
>
> (e) pengelolaan pendidikan selama ini mengabaikan demokratisasi dan
> Hak-Hak Azasi Manusia. Sebagai contoh, pada masa orde baru, guru
> negeri disekolah lingkungan diknas mencapai 1 guru untuk 14 siswa,
> namun di madrasah (depag) 1 guru negeri untuk 2000 siswa. Anggaran
> pendidikan SMA Negeri mencapai Rp.400. ribu/siswa/tahun sementara
> madrasah Aliyah hanya 4.000/siswa/tahun.
>
> (f)Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pendidikan dan SDM
> dikalahkan oleh uniformitas yang sangat sentralistik. Kreatifitas
> masyarakat dalam pengembangan pendidikan menjadi tidak tumbuh.
>
> (g)Sentralisasi pendidikan nasional mengakibatkan tumpulnya gagasan-
> gagasan otonomi daerah.
>
> (h) Pendidikan nasional kurang menghargai kemajemukan budaya,
> bertentangan dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.
>
> (i) Muatan indoktrinasi nasionalisme dan patriotisme yang dipaksakan
> melalui PPKN terlalu kering sehingga kontraproduktif.
>
> Sembilan kesalahan dalam pengelolaan pendidikan nasional ini
> sekarang telah melahirkan buahnya yang pahit, yakni:
>
> 1. generasi muda yang langitnya rendah, tidak memiliki imanjinasi
> idealistik.
> 2. Angkatan kerja yang tidak bisa berkompetisi dalam lapangan kerja
> pasar global.
> 3. Birokrasi yang lamban, korup dan tidak kreatif.
> 4. Masyarakat luas mudah bertindak anarkis.
> 5. Sumber daya alam (terutama Hutan) yang rusak parah.
> 6. Cendikiawan yang hipokrit.
> 7. Pelaku ekonomi yang tidak siap bermain fair.
> 8. Hutang luar negeri yang tak tertanggungkan.
> 9. Merajalelanya tokoh pemimpin yang bermoral rendah.
> 10. pemimpin daerah yang kebingungan . Bupati daerah minus tetap
> berharap kucuran dari pusat, bupati plus menghambur-hamburkan untuk
> hal-hal yang tidak strategis.
>
> Wassalam,
> agussyafii
> http://labschoolcinere.net
>
Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.
Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___
Keluar dari milis, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Bergabung ke milis Pengurus, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Ikuti selalu yang terbaru di http://www.kammi.or.id.
![]()
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "milis-kammi" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
Kirim email ke

