> Wallahu'alam! > > Insya ALLAH, ALLAH melindungi seluruh rakyat bangsa Indonesia dari fitnah > dan kedzaliman pihak-pihak yang memang menginginkannya. > Amin! > > -----Original Message----- > From: Irvan Nasrun [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Wednesday, March 10, 1999 11:41 AM > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Subject: [Islam-Net] [ITB] Pembalasan ES. > > || || o || > _o_,_\ ,;: .'_o_\ ,;: (_|_;: _o_,_,_,_; > ( .. / (_) / ( . > Bismillah irRahman irRaheem > In the Name of Allaah, The Most Gracious, The Most Kind > -------------------------------------------------------------------------- > -- > > > > > > >Delivered-To: [EMAIL PROTECTED] > >From: "Artono Setiadi" <[EMAIL PROTECTED]> > >Organization: PAU Mikroelektronika ITB > >To: [EMAIL PROTECTED] > >Date: Wed, 10 Mar 1999 11:05:28 +7 > >Subject: [ITB] Pembalasan ES. > >Sender: [EMAIL PROTECTED] > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] > > > >arsip -- http://nic.itb.ac.id/~arsip/itb/ > >----------------------------------------------------------------- > > > > > >> > Subject: FW: Di Balik Kenaikan Tarif Fiskal > >> > > >> > Di Balik Kenaikan Tarif Fiskal: Rencana Mengurung Rakyat Indonesia di > >> > Negaranya Sendiri Jurnal Indonesia Baru (16/02/1999) > >> > > >> > Kerusuhan, teror bom, dan teror lainnya di Indonesia disinyalir > saling > >> > berkaitan satu sama lain juga berhubungan dengan rencana kenaikan > tarif > >> > fiskal menjadi 4 juta rupiah bulan Maret 1999 ini, demikian seorang > >> bekas > >> > anggota KGB (Komitet Gosudarstvennuy Bezopasnosti) Yuri > Volodislavlich > >> > berbicara pagi ini di sudut kota Kiev, Ukraina. > >> > > >> > Volodislavlich yang pernah bertugas di Indonesia dari tahun 1971 - > 1982 > >> > >> > mengatakan bahwa ia harus berbuat sesuatu kepada rakyat Indonesia > yang > >> > semakin memprihatinkan nasibnya. > >> > > >> > Sebenarnya sejak ia mengundurkan diri dari dunia intelijen pada saat > Uni > >> > >> > Soviet pecah menjadi CIS (KGB dibubarkan, digantikan oleh SVR-red.), > ia > >> > tidak ingin lagi berhubungan dengan dunia politik, ia hanya ingin > >> > menghabiskan masa tuanya di Kiev sebagai warga negara biasa. Tapi > sejak > >> > ia membaca berita-berita politik mengenai Indonesia, semakin lama ia > >> > semakin terkejut melihat perkembangan politik dan sosial di > Indonesia. > >> > > >> > Menurutnya, fenomena yang sekarang terjadi sebenarnya pernah ia baca > >> sejak > >> > > >> > tahun 1982 lalu. Bermula pada saat Yuri Andropov (bertugas pada tahun > >> > 1967-1982 di KGB) menjadi atasannya, ia ditempatkan di Indonesia > untuk > >> > memberi bantuan pada kelompok dan gerakan di Indonesia yang anti blok > >> > Barat. Selama 11 tahun ia bertugas di Indonesia membuatnya lancar > >> > berbahasa Indonesia dan beberapa dialek daerah, dan ia pun mengaku > >> senang > >> > dengan keramahan rakyat Indonesia. > >> > > >> > Beberapa teman bekas informannya dulu sampai kini masih > >> > menghubunginya lewat surat. Pada tahun 1979 di mana pemerintahan > >> Soeharto > >> > mulai menunjukkan titik terang kerjasama dengan blok Barat, KGB > >> > mengirimkan dua agennya Viktor Ogibalov yang keturunan Ukrania dan > Igor > >> > ziashlavich seorang agen rahasia dari Angkatan Udara yang pernah > >> menangani > >> > kasus Letnan Viktor > >> > Belenko yang membelot dengan MIG-25, untuk menemani Volodislavlich > >> mencuri > >> > dokumen rahasia pemerintah RI. Saat itu, bulan Juni 1979, mereka > bertiga > >> > berhasil mendapatkan beberapa dokumen rahasia negara, dan merekannya > di > >> > gulungan mikrofilm dari kamera Minox. > >> > > >> > Volodislavlich tidak bersedia menceritakan di mana dan bagaimana > mereka > >> > mendapatkan dokumen-dokumen tersebut. Ia ingat betul di salah satu > >> dokumen > >> > tersebut ada dokumen yang ditulis dengan kode rahasia. Menurut > Ogibalov > >> > kode rahasia itu menggunakan metode Beale (kode yang menunjukkan kata > >> > dengan cara menggunakan nomor halaman, nomor paragraf, dan nomor > urutan > >> > kata, misalnya 129:12:4 25:5:10, dst.). Selama setahun mereka > mencari > >> > buku yang digunakan untuk acuan kode rahasia itu, tapi hasilnya > nihil, > >> dan > >> > akhirnya Andropov menginstruksikan mereka untuk menghentikan > pemecahan > >> > kode tersebut atas desakan Politbiro. > >> > > >> > Kasus itu sempat lama dilupakan, sampai akhirnya pada pertengahan > bulan > >> > November 1981, Volodislavlich menerima kiriman misterius berisi > kamus > >> > Indonesia - Inggris.Menurut informan Volodislavlich pada saat itu, > >> > pengirimnya dikenal sebagai triple agent KGB, CIA (Central > Intelligence > >> > Agency - Agen Rahasia Amerika Serikat), dan agen rahasia nasional RI > >> yang > >> > saat itu belum bernama Bakin. Volodislavlich juga menolak > >> > menyebutkan identitas triple agent ini. Beberapa hari Volodislavlich > >> > sempat dibingungkan oleh kamus tersebut yang tidak memberi petunjuk > >> > apa-apa. Sampai pada awal bulan Desember 1981, Volodislavlich > mendengar > >> > bahwa ada agen CIA ditangkap di Minsk pada saat memecahkan kode > rahasia > >> > dokumen > >> KGB. > >> > Ia segera teringat kembali dengan dokumen tersebut dan segera > mengontak > >> > Iziashlavich yang saat itu sedang ada di Surabaya. Dengan resiko > >> membuang > >> > waktu, ia bersama Iziashlavich dan Ogibalov mencoba memecahkan kode > >> > rahasia dari dokumen yang mereka curi tahun 1979 di kediaman Ogibalov > di > >> > Kemang, Jakarta Selatan.Ternyata memang benar, kamus tersebut adalah > >> buku > >> > acuannya. Ogibalov saat itu merasa mereka sudah terlambat, karena ia > >> > yakin pihak CIA juga sudah mendapatkan informasi itu. Tapi > >> Volodislavlich > >> > bersikeras mengirimkan hasilnya kepada Andropov di Moskwa pada akhir > >> > Januari 1982. > >> > > >> > Menurut Volodislavlich, kalaupun CIA tahu akan hal ini, CIA baru akan > >> > membeberkannya 25 tahun kemudian dalam Fact File mereka. Itu berarti > >> tahun > >> > 2007, dan itu menurut Volodislavlich artinya terlambat bagi rakyat > dan > >> > bangsa Indonesia. Dokumen tersebut yang dienkripsi dengan komputer > di > >> > Jerman Barat menceritakan apa-apa saja yang harus dilakukan jika > >> > pemerintahan orde baru runtuh sebagai balas dendam. Ternyata Soeharto > >> > sudah memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan ia terima pada > saat > >> > digulingkan dari tampuk kepemimpinan. Jika benar pada suatu saat ia > >> > dikudeta oleh rakyatnya, ia tak akan segan-segan membalas dendam > kepada > >> > rakyatnya sendiri. Setelah membaca terjemahan dokumen ini, Politbiro > >> > (semacam dewan pemerintahan di Uni Soviet dulu) menggambarkan > Soeharto > >> > bisa bertindak sebagai Hitler Asia, jika apa yang tertulis dalam > dokumen > >> > itu benar-benar terjadi. Berikut beberapa poin yang dirangkum dari > >> > dokumen yang masih disimpan Volodislavlich sampai sekarang. > >> > > >> > "Saudara seangkatan orde baru, saya sebagai pemimpin orde baru saat > ini > >> > menyatakan bahwa tindakan-tindakan yang harus dilakukan pada saatnya > >> nanti > >> > orde baru runtuh, adalah sebagai berikut: > >> > > >> > 1. Adu domba antara orang Pribumi dan China dirangkumkan > Volodislavlich: > >> > >> > Asimilasi antara pribumi dan WNI keturunan Cina ternyata sangat > >> dihindari > >> > > >> > oleh orde baru, karena dengan bersatunya kedua kubu ini, akan semakin > >> > sulit untuk diadudomba. Dari dulu sampai sekarang intel (orde baru) > >> > Indonesia yang bertindak sebagai provokator selalu berusaha > menciptakan > >> > jurang pemisah antara pribumi dan WNI Cina. Intel berusaha > menciptakan > >> > image kepada pribumi bahwa Cina adalah penyedot kekayaan bangsa dan > >> > menjajah pribumi. Tak jarang juga ditemukan intel yang keturunan Cina > >> juga > >> > menjadi provokator dengan sengaja menindas warga pribumi > terangterangan > >> > supaya mereka membenci Cina. Demikian pula disebutkan di dokumen ini > >> bahwa > >> > jika orde baru runtuh, maka akan dilakukan tindakan pemerkosaan, > >> > perusakan, dan antipati terhadap Cina yang disuburkan intel supaya > warga > >> > keturunan Cina membenci pribumi, dan tidak betah tinggal di > Indonesia. > >> Era > >> > orde baru juga akan dengan sengaja memberi kemudahan kepada para > >> pengusaha > >> > Cina untuk lebih banyak berkembang supaya kelihatannya memang Cina > >> adalah > >> > penindas pribumi. > >> > > >> > Tidak ada tanggal jelas dalam dokumen ini kapan gerakan ini akan > >> > dilaksanakan. Volodislavlich beranggapan bahwa kerusuhan Mei 1998 > >> kemarin > >> > adalah tanggalnya. > >> > > >> > 2. Adu domba antar agama dirangkumkan Volodislavlich: Agama adalah > hal > >> > yang sensitif di Indonesia, sehingga pemerintah orde baru menempatkan > >> adu > >> > domba antar agama sebagai counter jika orde baru runtuh. Agama yang > >> paling > >> > mudah diadudomba adalah mayoritas Islam dan Kristen. Sedangkan agama > >> > Katolik kelak akan menjadi agama yang paling dibenci pemerintah > karena > >> > selain para pastornya dianggap terlalu mencampuri urusan pemerintah, > >> > juga karena hasil Konsili Vatican II di mana agama Katolik menyatakan > >> > bahwa Yesus hanya menjadi juru selamat umat Kristiani, dan mengakui > Nabi > >> > Muhammad sebagai juru selamat umat Islam, Budha sebagai penyelamat > umat > >> > Budha, dan lain-lainnya. Pemerintah orde baru > >> mengusahakan > >> > agar hasil konsili itu tidak tersebar luas di masyarakat Indonesia. > >> > Intel-intel yang menyamar menjadi pendeta Kristen juga mengajak > umatnya > >> > untuk "bertobat" agar tidak seperti umat Katolik yang mereka sebut > >> sebagai > >> > penyembah berhala, juga provokator yang menodai mesjid pun berbuat > yang > >> > sama untuk mengajak umatnya membenci agama lain. > >> > > >> > Provokator yang menodai gereja Kristen akan membuat aliran-aliran > >> Kristen > >> > baru garis keras yang hanya mengakui Yesus sebagai juru selamat semua > >> umat > >> > manusia, dan tidak mengakui nabi yang lain supaya terjadi konflik > antara > >> > Kristen dan Islam. Hal ini digalang selama bertahun-tahun sehingga > para > >> > umat beragama di Indonesia berpikir bahwa agamanyalah yang paling > benar > >> > dan melupakan fungsi utama agama sebenarnya untuk berkomunikasi > dengan > >> > Sang Pencipta, bukan untuk berselisih mempertahankan agamanya. > >> Sedangkan > >> > agama Buda dan Hindu menurut pemerintah orde baru bukan merupakan > >> ancaman > >> > serius, karena mereka lebih banyak > >> > mengurusi kehidupan agama mereka sendiri, tidak > >> > terlibat dalam politik. Jika sampai terjadi perang antar agama, > >> > pemerintah > >> > orde baru yang sudah runtuh bisa lebih mudah melumatkan rakyat > >> Indonesia, > >> > dan akan mempunyai kesempatan membangun kembali pemerintahannya. > >> > > >> > 3. Penghancuran ekonomi secara total rangkuman Volodislavlich: Tidak > >> > disebutkan di dokumen ini mana yang akan menjadi sasaran penghancuran > >> > ekonomi, ia menganggap merosotnya nilai tukar mata uang rupiah dan > >> > penghancuran Glodok adalah yang dimaksud pemerintah orde baru > >> > > >> > 4. Mendirikan pemerintahan boneka setelah era orde baru runtuh dst". > >> > > >> > Poin-poin yang ada di dokumen itu menurut Volodislavlich seluruhnya > >> > berjumlah 58 poin, dan tidak akan cukup dijabarkan di sini. Ia > berencana > >> > >> > menulis buku tentang hal ini apa pun resikonya, karena ia mengaku > selama > >> > 11 tahun di Indonesia sudah sering sekali dibantu rakyat > Indonesia.Tak > >> > sedikit pula para sahabatnya yang dulu menjadi informan yang > sekarang > >> > tinggal di Indonesia. Buku rencananya akan diterbitkan dengan judul > "Pro > >> > Maya Drug: Dasvidaniya!" yang mungkin akan diterjemahkan ke bahasa > >> > Inggris menjadi "For My Friends: Goodbye!". Yang paling > >> menakutkan > >> > menurut Volodislavlich adalah poin ke 47 ke atas mengenai rencana > balas > >> > dendam terhadap rakyat sendiri. Semula ia tak percaya bahwa > pemerintah > >> > orde baru akan tega dilakukannya, karena sekejam-kejamnya Hitler pun > >> > saat > >> itu > >> > membantai Yahudi, bukan bangsanya sendiri. Tapi Volodislavlich > menjadi > >> > ragu ketika ia mendapat kabar dari salah seorang bekas informannya > yang > >> > sekarang bekerja di kantor dirjen imigrasi di Indonesia yang > menyatakan > >> > bahwa fiskal di Indonesia akan dinaikkan dari Rp 1.000.000,- menjadi > Rp. > >> > 4.000.000,- bulan Maret 1999 ini, dan informannya itu pun mengatakan > >> bahwa > >> > > >> > bulan November 1999 pemerintah akan menaikkan lagi menjadi 8 juta > >> rupiah. > >> > Volodislavlich menambahkan bahwa dalam salah satu poin tersebut > >> > menyebutkan bahwa salah satu bentuk balas dendam pemerintah orde baru > >> yang > >> > > >> > runtuh adalah dengan mengurung bangsanya sendiri untuk kemudian > dibantai > >> > >> > sampai habis, kemudian digantikan oleh orang-orang yang pro orde > baru. > >> > Dokumen itu menyebutkan pembataian besar-besaran itu akan menggunakan > >> cara > >> > > >> > meracuni air PDAM (sekarang PAM-Red.) dan senjata biologi, dengan > syarat > >> > >> > semua rakyat yang menyebabkan runtuhnya orde baru sudah terkurung. > >> > Volodislavlich semakin yakin bahwa pemerintahan Habibie adalah > bentuk > >> > pemerintahan boneka Soeharto jika pemerintah Indonesia benar-benar > >> > menaikkan tarif fiskal menjadi 4 juta. Karena disebutkan dalam > dokumen > >> > tersebut, salah satu cara untuk mengurung bangsa Indonesia adalah > tidak > >> > memperbolehkan mereka ke luar negri. Menurut pengamatan > Volodislavlich, > >> > jika rakyat masih memusuhi dan mengutuk Soeharto, jangan heran jika > >> tahun > >> > > >> > 2000 fiskal mendadak naik menjadi 15 juta rupiah atau 20 juta rupiah. > >> > Volodislavlich berujar bahwa menurut perkiraannya, Soeharto ingin > >> melihat > >> > > >> > Indonesia hancur total sebelum ia mangkat sebagai balas dendam > terhadap > >> > >> > rakyatnya yang sudah kurang ajar terhadapnya. Habibie sudah mendapat > >> > instruksi untuk jangan menggubris kecaman dunia internasional atau > >> rakyat > >> > > >> > terhadap kenaikan tarif fiskal ini, karena tujuan kenaikan tarif ini > >> > adalah untuk menahan sebanyak mungkin warga Indonesia supaya tidak ke > >> > luar > >> negri, > >> > > >> > dan itu berarti akan makin banyak warga Indonesia yang akan dibantai > >> oleh > >> > gerakan bawah tanah orde baru kelak. Ketika ditanya kapan pembataian > >> > besar-besaran itu akan terjadi, Volodislavlich terdiam sejenak, > kemudian > >> > ia menjawab, menurut dokumen itu, pembantaian akbar akan terjadi 3 > hari > >> > setelah Soeharto mangkat. Volodislavlich juga tidak menjawab siapa > saja > >> > tokoh pro orde baru di Indonesia sekarang. Dia mengaku tidak tahu > pasti > >> > karena ia sudah tidak terlibat langsung dengan dunia intelijen, > "Mungkin > >> > >> > anda harus bertanya pada para agen CIA yang masih mempunyai rasa > >> > solidaritas dengan rakyat Indonesia" tambahnya. (cfd/kiev/021999) > >> > > >> > Regards, > >> > Pinkerton Indonesia > >> > Suite 603, Menara DEA > >> > Kawasan Mega Kuningan > >> > Jl. Mega Kuningan Barat Kav. E.4.3 No.1 Jakarta 12950 > >> > Indonesia > >> > Tel : +62 (21) 576 1001 > >> > Fax : +62 (21) 576 1002 > >> > > >> > > > >----------------------------------------------------------------- > >Unsubscribe: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] > >isi e-mail "unsubscribe itb" > >atau dng mengirim email ke relayer itb-net di tempat masing masing > >----------------------------------------------------------------- > > > > > > Berlangganan : kirim email ke:[EMAIL PROTECTED], dengan isi > surat : subscribe islam > Berhenti Berlangganan :kirim email ke : [EMAIL PROTECTED], > dengan isi surat : unsubscribe islam > > * Gunadarma Mailing List -------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Berhenti : 'unsubscribe' ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
