On Mon, 1 May 2000, adjie wrote: > mungkin ada diantara rekan-2 yang sedang melakukan Kuliah/riset baik > untuk studi S2/S3 di dalam dan di luar negri gimana sich caranya > membuat hasil riset dan tesis, mulai dari bahan mentah, process, > testing sampai akhirnya menjadi sebuah tulisan atau hasil riset yang Dokumentasi itu sangat beragam tekniknya.. (ada buku khusus untuk hal ini..he.h) > ini sangat saya rasakan, selama ini saya selalu mengerjakan sesuatu > tanpa membuat dokumentasi, yang jelas karena saya ngga tahu saya harus > gimana membuat dokumentasi riset riset saya secara ilmiah atau karena > saya "malas". Biasanya kebiasaan "mendokumentasi" (termasuk kultur) mempengaruhi hal ini. Bekerja di lingkungan orang Jerman yang tergolong masyarakat "pendokumen" (nggak heran peta Jakarta, dll dibuat orang Jerman). Sedikit banyak mempengaruhi. Rupanya kebiasaan dokumentasi ini ditanamkan sejak SD (bayangin.. aja). Anak SD rata-rata punya "ORDNER" (map besar) yang menyimpan Urkunde (sertfiikat piagam). Di samping itu, juga rata-rata di sini segala sesuatunya serba tertulis. Jadi nggak heran di setiap rumah orang Jerman selalu ada "tumpukan ordner" minimal 3-5 8-) Kebiasaan ini yang mempengarhui cara kerja dokumentasi. Di samping itu metoda pengelolaan dokumentasi akan berpengaruh. Nah untuk itu makanya saya sering bilang "WORD" atau format wordprocessing bukanlah format yang tepat bila kita ingin membuat "DOKUMENTASI" yang baik. Jadi kalau ada orang bilang "standard persh-nya untuk dokumen" pakai "Word" saya cuma tersenyum dan berfikir... (anda belum menyadari problem anda..h.e.he.h). Pada perusahaan yang memiliki sistem dokumentasi yang baik biasanya mereka memiliki "Document processing system" yang mendukung proses pengarsipan dsb. (di Jerman lumayan banyak persh yang menjual software ini..) > Kebutuhan ini saya rasa pasti bakal di alami oleh perusahaan-2 yang > bergerak begitu dinamis, untuk itulah melalui milis ini saya berharap > ada yang mau membantu, gimana cara terbaik melakukan riset, Kalau saya biasanya berusaha mencatat apa yang ada di pikiran se"cepat" mungkin (artinya apa yang ada langsung saya ketik). Untuk itu saya biasaynya menginginkan tool yang "simple" (pico, joe, atau editor apa saja). Pada dasarnya saya mencatat, karena tergolong cepat lupa. Format file yang biasanya saya pakai sedapat mungkin "non proprietary" dan standard. Sehingga memudahkan saya kalau ingin mengolah lebih lanjut (misal kalau bibliography, saya akan cenderung pakai BibTEX aja..deh..). Saran saya kalau mau mendokumentasi sesuatu -- JANGAN PAKAI FORMAT PROPRIETARY karena faktor usia dan ketergantungan. Memang kadan orang mengabaikan masalah format ini, tapi lihat saja.. berapa banyak data, dokumen yang jadi tidak bisa dibaca setelah 4 tahun kemudian karena software dan platform). Kalau untuk program ada beberapa teknik untuk mendokumentasi (literate programming dsb), atau liat paper ini : http://www.rvs.uni-bielefeld.de/publications/abstracts.html#LogToMan IMW * Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
