-----Original Message----- From: Elextra Komputer Makassar [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, November 28, 2001 10:37 PM To: Undisclosed-Recipient:@livpsintav1.aig.com; Subject: > Ai > Kasus Pentium 4 Importance: Low Dear all, Hari ini kami menerima kasus yang menarik. Rekanan kami mengirimkan satu unit CPU Pentium 4 / 1.3GHz ke Elextra untuk diperiksa dengan keluhan komputer selalu_hang_dan_overheat. Kotak CPU tiba dalam keadaan lengkap dengan spesifikasi : . Processor Intel Pentium 4 / 1.3GHz / 423-pin . RDRAM 128MB PC-800 (2x 64MB) . Mainboard ASUS P4T-CM w/ Audio AC '97 . VGA TNT Riva 32MB . Harddisk Maxtor 40GB / 5400Rpm . FDD Panasonic . Casing Codegen PS 300W ATX 12V . Umur pemakaian +/- 1 minggu. Casing CPU segera dibuka untuk melihat kondisi fisik processor, mainboard, memori, harddisk dan konfigurasi kabel. It's all OK, jadi kami segera melepaskan kabel data dan kabel power supply ke harddisk (kemungkinan besar komputer yang diuji akan sering direset - sebaiknya harddisk jangan dinyalakan). Jadi kami bisa mulai mencolokkan kabel power supply. Pengujian awal dilakukan dengan menekan tombol CPU sambil merasakan aliran udara keluar dari exhaust power supply. OK. Ada aliran udara yang cukup kencang dari bagian belakang casing dan ada sistem POST beep. So, kesimpulan awal : power supply bekerja normal. CPU segera di-soft boot kemudian masuk ke menu Power Management ASUS. Di sini segera kelihatan ada yang tidak normal, karena dalam waktu kurang dari 10 detik, temperatur processor sudah mencapai 55 derajat Celcius dan tidak sampai satu menit akhirnya mencapai temperatur 110_derajat_Celcius. Komputer hang... Yang anehnya, ketika kami menyentuh HSF processor - sama sekali tidak ada panas - dan kipas berputar dengan normal pada kisaran 3500Rpm. Hal pertama yang sempat terpikir di benak kami adalah sensor hardware monitor melaporkan fake temperature atau bug pada BIOS mainboard - karena hal ini pernah terjadi beberapa kali di masa lalu. CPU segera dimatikan, sambil menunggu suhu processor mendingin, kami mencari informasi tentang update BIOS mainboard ASUS P4T-CM di website asus.com. Tapi belum ada revisi BIOS untuk mainboard ASUS tipe ini. Kelihatannya para insinyur ASUS cukup yakin dengan BIOS P4T-CM versi 1001 <g> So, akhirnya kami memutuskan untuk mengeluarkan mainboard dari casing dan melakukan uji-komponen satu per satu. Ketika akan melepaskan kait pengaman HSF processor, terdengan bunyi detak yang aneh - seperti longgar. Kami segera sadar bahwa HSF_tidak_melekat_pada_processor. Dan memang benar, ketika HSF diangkat - samasekali tidak ada thermal paste yang melekat pada bagian bawah HSF padahal thermal paste dioles secara merata di atas core processor <ironic> <g>. Mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi? Karena processor P4 menggunakan HSF yang besar, maka setiap mainboard P4 membutuhkan retention-mechanism unik yang mampu menahan berat HSF tersebut - berupa dua buah "pondasi plastik" yang "dipakukan" ke mainboard (khusus pada mainboard Intel, retention-mechanism "dipakukan" langsung ke dasar casing dengan menggunakan empat baut panjang) sedangkan pada mainboard ASUS menggunakan empat buah "paku" plastik melekat pada mainboard yang harus ditekan hingga rata dengan retention-mechanism. Rupanya, teknisi yang merakit CPU tersebut "lupa" meratakan keempat paku plastik tersebut sehingga mengganjal HSF - akibatnya HSF "melayang" beberapa mili di atas core processor. Suatu kesalahan sepele yang berakibat sangat fatal, karena HSF sama sekali tidak menyentuh core processor dan kedua rentention-mechanism tidak melekat dengan baik pada mainboard sehingga HSF dapat terlepas dan jatuh. Setelah meratakan keempat paku tersebut, kami segera memasang processor dan memasang kembali ke dalam casing. Ketika dinyalakan, temperature processor stabil pada suhu 40 derajat celcius selama 15 menit. Dan untuk memastikan - kami memasang kembali harddisk dan menginstal software ASUS Probe. Pengamatan kami selama empat jam sambil menjalankan aplikasi Office, Winamp dan NAV - ASUS Probe menunjukkan temperatur processor berkisar 35-39 derajat Celcius sedangkan suhu tertinggi 47 derajat Celcius ketika menjalankan game Unreal Tournament selama satu jam - tanpa pernah hang sekalipun! Suatu hal yang luar biasa, mengingat processor ini pernah "mengalami masa-masa sulit" <g> 120 derajat Celcius... siapa tahan :) --- Related Article : Archive http://groups.yahoo.com/group/elextra INTEL vs AMD - Siapa yang paling COOL ? Selama tiga tahun terakhir ini, sudah menjadi keharusan bagi setiap produk processor untuk dilengkapi dengan Heatsink Fan (HSF) yang memadai. Alasannya cukup sederhana, peningkatan kecepatan frekwensi processor saat ini sudah mencapai Giga Hertz bukan hanya sekedar Mega Hertz lagi, menghasilkan suhu panas 50-80 W. Untuk menghilangkan panas tersebut dibutuhkan solusi-solusi pendinginan yang lumayan njelimet. Alat pendingin yang digunakan harus melekat pada processor - karena jika terlepas atau tidak melekat, maka panas tidak akan bisa disalurkan akan mengakibatkan temperatur processor menjadi naik dan berakibat fatal... processor tewas. Berikut ini adalah skenario kerusakan processor karena suhu panas : a. Kebanyakan orang tidak merakit komputernya sendiri. Bahkan sebagian besar tidak pernah berpikir untuk bersusah-payah membuka tutup casing komputernya untuk sekedar melihat-lihat isinya. Kebanyakan pemakai komputer seperti itu biasanya membeli komputer satu set lengkap dari kota besar, misalnya Jakarta atau Surabaya. Dalam hal ini, komputer tersebut harus dikirimkan mulai dari toko di pulau Jawa sampai ke tempat tujuan di Makassar oleh jasa ekspedisi atau dibawa sendiri. Tidak jarang, komponen-komponen di dalam CPU, al. Heatsink Fan terlepas selama dalam pengiriman - karena terbanting atau jatuh sewaktu diangkut. Hasilnya adalah monitor hanya menampilkan layar hitam ketika dinyalakan. Dalam beberapa kasus ringan, masalah ini bisa ditangani dengan mudah - cukup dengan memasang kembali HSF, tapi... kadang-kadang (kalo lagi apes) processor langsung tewas ketika sistem pertama kali dinyalakan - sehingga dibutuhkan penggantian processor, yang mana mengakibatkan kerepotan ketika komplain kembali ke penjual - karena kerusakan semacam ini sebenarnya tidak termasuk dalam klausul garansi. b. Maniak komputer yang berani mengadakan percobaan dengan komputernya. Banyak dari mereka yang mencoba "memaksakan" kecepatan processor mereka dengan cara overclocking. Orang-orang ini sepenuhnya sadar kenyataan bahwa pendinginan CPU merupakan hal yang sangat-sangat penting. Untuk itu mereka tidak segan-segan mengeluarkan uangnya untuk membeli HSF yang besar dan mahal. Tapi... HSF besar memiliki satu masalah besar.. biasanya HSF seperti itu sangat berat. Jika mekanisme penguncian pada motherboard tidak kokoh dan akhirnya patah, maka HSF besar dan berat tersebut dapat jatuh c. Dan akhirnya, kasus yang paling umum yaitu kerusakan kipas. Banyak HSF murah menggunakan bearing murahan untuk putaran kipas. Semakin lama digunakan semakin banyak debu yang terkumpul pada bearing sehingga akhirnya kipas menjadi macet - akibatnya tidak ada aliran udara sama sekali pada heatsink. Tidak lama kemudian suhu processor mencapai temperatur di mana tidak mungkin untuk beroperasi dengan normal dan akhirnya.. tewas. Bulan lalu, Tomshardware.com mengadakan pengujian terhadap 4 processor yang beredar di pasaran : 1. Intel Pentium 4 / 2 GHz 2. Intel Pentium III / 1 GHz 3. AMD Athlon 1.4 GHz ('Thunderbird' core) 4. AMD AthlonMP 1.2 GHz Lihat gambar di: http://www4.tomshardware.com/cpu/01q3/010917/heatvideo-01.html Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana prosesor-prosesor terbaru Intel dan AMD menghadapi masalah suhu panas diakibatkan skenario terburuk yang mungkin terjadi, yaitu : Heatsink Fan yang terlepas secara tiba-tiba... Dalam pengujian, semua processor menggunakan platform terbaru : 1. Intel Pentium 4 / 2 GHz dgn motherboard ASUS P4T (Socket-423/i850 chipset) 2. Intel Pentium III / 1 GHz dgn motherboard ASUS CUSL2 (Socket-370/i815EP chipset) 3. AMD Athlon 1.4 GHz dgn motherboard Siemens D1289 (Socket-468/VIA KT266 chipset) 4. AthlonMP 1.2 GHz dgn motherboard Siemens D1289 (Socket-468/VIA KT266 chipset) Kedua processor Athlon menggunakan motherboard Siemens D1289 yang sudah dilengkapi dengan logic untuk menangani thermal diode "Palomino" - yang dikembangkan khusus untuk processor ini. Keempat sistem dinyalakan secara normal, kemudian menjalankan Quake III Arena, demo NV15, dan akhirnya... Heatsink Fan dilepaskan... HASIL TEST : ------------------- 1. Intel Pentium 4 / 2 GHz - HSF dilepas : Sistem menjadi lambat. Lihat gambar di: http://www4.tomshardware.com/cpu/01q3/010917/heatvideo-02.html Setelah HSF dilepaskan, Quake 3 Arena tiba-tiba menjadi lambat secara signifikan, tapi sistem tetap beroperasi secara penuh. Suhu permukaan processor Pentium 4 hanya berkisar 29 derajat Celcius. Setelah HSF dipasang kembali, performa sistem naik kembali pada tingkat yang normal. Hal ini menunjukkan bahwa Pentium 4 memiliki desain thermal yang sempurna. Prosesor tidak mengalami kerusakan apa pun bahkan anda tidak akan kehilangan data sama sekali, karena sistem tetap beroperasi. Core Pentium 4 dilengkapi dengan sebuah unit monitor suhu (thermal monitor) yang secara permanen mengukur suhu processor. Jika temperatur processor telah mencapai titik suhu tertentu, maka unit thermal akan menurunkan kecepatan Pentium 4 hingga mencapai temperatur yang aman. Solusi seperti ini patut dihargai dan membuktikan bahwa ide Intel untuk melengkapi Pentium 4 dengan fasilitas penurun kecepatan bukan ide buruk. Bisa dikatakan hampir mustahil untuk "menggoreng" sebuah processor Pentium 4. Tambahan lagi, Pentium 4 akan tetap beroperasi sekalipun terjadi masalah suhu panas dan HSF terlepas. Perlu juga disebutkan, bahwa desain spesifikasi HSF Intel - hampir tidak menyisakan kemungkinan HSF terlepas. Metode yang menjamin HSF Pentium 4 akan terpasang dengan kokoh. 2. Intel Pentium III / 1 GHz - HSF dilepas : Sistem hang, processor selamat. Lihat gambar di: http://www4.tomshardware.com/cpu/01q3/010917/heatvideo-03.html Beberapa detik setelah HSF dilepaskan - sistem menjadi hang. Tapi, setelah HSF dipasang kembali dan sistem di-reboot, Pentium III akan kembali beroperasi dengan normal. Processor Intel ini juga dilengkapi dengan sebuah thermal diode dan unit thermal monitor. Sekalipun unit ini tidak secanggih yang ditemukan pada Pentium 4, namun sudah cukup untuk menjamin Pentium III akan segera berhenti beroperasi setelah suhu naik mencapai temperatur tertentu. Sistem anda mungkin akan menjadi hang dan anda mungkin akan kehilangan data, tapi sistem hardware anda tidak akan rusak. Intel telah melengkapi prosesornya dengan perlindungan panas yang sederhana ini selama hampir dua tahun belakangan ini. 3. AMD Athlon 1.4 GHz - HSF dilepas : Sistem crash, prosesor mati. Lihat gambar di: http://www4.tomshardware.com/cpu/01q3/010917/heatvideo-03.html#amd_athlon_14 _ghz_thunderbird_system_crash_death_of_processor Pada processor Athlon 1.4 GHz, melepaskan HSF merupakan tindakan yang sangat fatal. Dalam sekejap Athlon 1400 tewas kepanasan. Tidak membutuhkan waktu lama sebelum core processor mencapai suhu ekstrim 370 derajat Celcius. Jika anda tidak segera mencabut kabel listrik pada casing, motherboard juga akan rusak dan ada resiko terjadi kebakaran. AMD tidak melengkapi Athlon Thunderbird dengan perlindungan panas - sama sekali. Jika HSF terlepas, maka pemilik komputer akan mengalami kerugian yang lumayan. Dia akan membutuhkan sebuah processor baru dan mungkin sebuah motherboard baru juga. Para pemilik Athlon (Thunderbird) harus selalu memeriksa bahwa HSF processor terpasang melekat dengan aman 100%. Jangan hanya melihat HSF sekedar terpasang pada kait Socket-A, ada beberapa kasus ketika kait Socket-A akhirnya patah karena berat HSF. 4. AMD AthlonMP 1.2 GHz - HSF dilepas : Sistem crash, Thermal-diode gagal, processor mati. Lihat gambar di: http://www4.tomshardware.com/cpu/01q3/010917/heatvideo-04.html Seperti pada processor Mobile AMD Athlon4, processor AthlonMP juga berbasis core terbaru "Palomino" yang juga digunakan pada processor AthlonXP. Core ini dilengkapi dengan sebuah diode-thermal yang dibutuhkan processor Mobile Athlon4 untuk menurunkan kecepatan frekwensinya. Untuk itu dibutuhkan sebuah motherboard yang mampu membaca diode-thermal tersebut agar bisa melindungi processor Athlon terbaru. Tomshardware menggunakan sebuah motherboard yang spesifik untuk Palomino : Siemens D1289 dengan chipset KT266. Pihak Siemens telah meyakinkan Tomshardware bahwa sirkuit perlindungan panas bekerja dengan bagus pada motherboard mereka. Setahu kami, sampai saat ini hanya ASUS A7V266 yang dilengkapi dengan sirkuit perlindungan panas. Setengah detik setelah HSF dilepaskan dari processor Palomino-Athlon, sistem crash. Tim penguji Tomshardware menyaksikan adegan horror - asap menggumpal dari core processor yang kepanasan. Hasil pengukuran temperatur menunjukkan apa yang ditakutkan. Tidak ada semikonduktor yang bertahan pada suhu 300 derajat Celcius. Palomino tewas. Tim penguji Tomshardware segera menelpon Siemens. Para insinyur Siemens mengatakan bahwa apa yang baru terjadi memang wajar - karena thermal diode Palomino tidak mampu bereaksi cukup cepat. Diode tersebut hanya mampu menurunkan suhu 1 derajat per detik, yang mungkin cukup memadai untuk kasus kipas yang menurun kecepatannya. Tapi jika HSF terlepas - sudah dapat dipastikan processor Athlon akan langsung tewas dalam sekejap dan mungkin juga merusak motherboard. Tim penguji Tomshardware berspekulasi bahwa thermal diode sejak awal memang sudah dimasukkan ke dalam core Palomino karena Mobile Athlon4. Sebuah processor mobile (untuk notebook) membutuhkan sebuah pelindung thermal dan logik penurun kecepatan. Bagaimanapun juga, AMD tidak pernah memperhitungkan bagaimana manajemen perlindungan panas menangani kasus HSF yang rusak total atau terlepas tiba-tiba. KESIMPULAN: ------------------- Tidak dapat dibantah bahwa Intel memberikan solusi perlindungan yang lebih baik jika berurusan dengan masalah panas. Pentium 4 mempunyai perlindungan panas yang sempurna - tidak ada kehilangan data dan kerusakan hardware. Bahkan Pentium III Coppermine yang sudah berusia dua tahun dapat menangani masalah panas ini dengan baik - sistem crash tapi hardware selamat. AMD harus berbenah diri. Kedua processor Athlon, yang baru dan yang tua - tewas sekejap dalam pengujian. Skenario dalam pengujian ini bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi - dapat terjadi kapan saja. Tomshardware.com merekomendasikan para pemilik processor Athlon atau Duron rutin melakukan pemeriksaan posisi dan kinerja HSF setidaknya minimal sebulan sekali - untuk menghindari resiko processor dan motherboard berasap. Pengujian-pengujian di atas dilakukan di lab Tomshardware di Munich, Jerman dan keseluruhan pengujian direkam dalam digital video 2:20 menit yang dapat didownload di : http://www12.tomshardware.com/images/THG_CPU_Cooling.zip atau di : http://www.streamgate.de/filer_test/tomshardware/THG_CPU_Cooling.zip (File THG_CPU_Cooling.zip sebesar 9MB). Untuk dapat memutar file format digital MPEG4 diperlukan DivX-MPEG4 codec yang dapat di download pada : http://www.divxvid.net/files/divx4-full.exe (File divx4-full.exe sebesar 700kb). Source: Hot Spot - How Modern Processors Cope With Heat Emergencies By: Thomas Pabst & Frank V�lkel visit http://www.tomshardware.com Warmest Regards, J. Wandy Effendi / Hendrik Wijaya _________________________________________________ ELEXTRA KOMPUTER MAKASSAR Jl. Lanto Dg. Pasewang 39 Makassar - Sulsel 90142 Tel / Fax : [0411] 851 955 * Contacts : Wandy / HENDRiK E-mail Marketing : [EMAIL PROTECTED] E-mail Support & Teknis : [EMAIL PROTECTED] E-Groups Home : http://www.yahoogroups.com/group/elextra ������������������������������������������������� =-*-==-*-==-*-==-*-==-*-==-*-==-*-= Untuk bergabung dan menerima kiriman email dengan topik menarik lainnya tentang komputer dan internet, kirimkan email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Untuk melihat arsip, klik : http://groups.yahoo.com/group/elextra =-*-==-*-==-*-==-*-==-*-==-*-==-*-= ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Universal Inkjet Refill Kit $29.95 Refill any ink cartridge for less! Includes black and color ink. http://us.click.yahoo.com/gwUrIA/MkNDAA/ySSFAA/9rHolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] ______________________________________________________________________ Sebuah petuah bijak menyatakan bahwa: "Komunikasi yang baik membuat orang selalu bisa berada di mana saja" "Bila manusia tak memberikan manfaat bagi sesama, maka apa lagi yang diharapkan darinya?" Ingin memberi nilai pada Milis Anugerah-I ? http://www.searchindonesia.com/cgi-bin/links/rate.cgi?ID=36764 Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
