On Mon, 15 Oct 2001, Tomcat wrote:

> wah kayaknya peraturannya terlalu ketat deh. terus terang berat. gimana jika
> mahasiswa itu masuk pagi sambil kerja malam. (like me). terus kalo dituntut
> harus 70% dari kehadiran. wah wah wah....

Hm.... 70% sudah keberatan, justru itu suatu peraturan kadang kalau
diterapkan akan menyebabkan permasalah seperti ini 8-) (dosen juga punya
aturan bahwa kehadirannya minimal sekian prosen, nah kalau dia jawab.. ya
saya keberatan kenapa harus sekian prosen, seingat saya dosen minimal
harus 80% dari jumlah tatap muka).

> kalo menurut aku sih kehadiran itu penting. tapi yang lebih penting gimana
> mahasiswa bisa ngerti dan menguasai materi yang diberikan dosen walaupun dia
> ngak bisa menghadiri kelas. jadi ngak monoton dinilai dari kehadiran.
> apalagi misalnya pelajaran itu berkaitan dengan 'skill' tertentu . aku yakin
> koq, mahasiswa yg IP-nya pas-pasan itu ngak semuanya jelek kualitasnya. ini
> bisa mulai dibuktikan jika penilaian itu ngak harus dinilai dari absen,
> absen dan absen lagi... ya tho... gimana nih bu margianti ...???

Ini mirip apa yg seperti saya ucapkan.  Kehadiran dosen itu penting,
tetapi lebih penting kalau kita mempermasalahkan bagaimana caranya
mahasiswa bisa aktif belajar walaupun ada dosen atau tidak ada dosen.

Bila kita terlalu fokus pada kehadiran dosen/mahasiswa, maka artinya kita
akan terjebak kepada masalah yg sama, dan buntut-buntutnya akan menjadi
"yang penting hadir"...8-)

IMW


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke