On Fri, 6 Jun 2003, Yudina wrote:

> kayaknya yang memaksa buat bukannya MHSnya deh...tapi emang aturan
> Labnya tuh... Laporan2 di Lab dibuat oleh MHS kan supaya MHS bisa
> ikutan praktikum di Lab buat memenuhi syarat SKS. dan biasanya MHSnya
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

> bikin Laporannya nitip ke temen terus tinggal bayar ke temennya
> itu....(ini pengalaman wkt jadi Praktikan) and biasanya di Lab,
> asisten tinggal bikin tanda samadengan(=) untuk semua laporan yang
> sama persis cuma beda nama, NPM doang loh ( ini pengalaman waktu jadi
> asisten)

Ini suatu cerminan kebelum dewasaan para mahasiswa 8-).  Kebetulan saya
sering menemani Profesor saya menguji mahasiswa (ujian oral), saya sebagai
saksi dan pencatat jalannya ujian.

Kalau saya melihat pola pertanyaan dan jawaban, semuanya ada di daftar
pertanyaan di site Profesor saya, Kalau para mahasiswa itu hanya sekedar
"mencari lulus" maka dia dapat dg mudah, mendonlot pertanyaan, latihan,
catatan ujian (Prufungprotokol istilahnya), menghafal, dan ujian.

Lha selama saya jadi saksi pertanyaannya itu-itu aja.  TApi yg dilakuakn
para mahasiswa tidak seperti itu, mereka tidak ingin sekedar lulus saja.
Tapi bener-bener paham. JAdi biasanya yg mereka lakukan, 3 bulan
"bertapa" dg materi dari kisi-kisi, dan lalu ujian.

Beda kalo memang mahaisswa hanya mengejar yg penting "memenuhi syarat SKS,
lulus, dsb", tanpa perlu paham, mengerti dsb

IMW


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke