E-Mail Pembunuh dari San Francisco Yahoo meluncurkan Zimbra Desktop. Tak perlu membuka Internet untuk menjenguk e-mail.
Teknologi Informasi Majalah Tempo, Edisi. 24/XXXVII/04 - 10 Agustus 2008 Server: Zimbra Server (www.zimbra.com) gratis atau silakan membayar US $25 (sekitar Rp 225 ribu) jika merasa perlu layanan konsultasi lewat telepon. Harga Microsoft Exchange Server minimal US$ 699 (sekitar Rp 4,3 juta). Klien: Zimbra Desktop gratis di www.zimbra.com. Harga Outlook (2007) US$ 110 (sekitar Rp 900 ribu). Kompatibilitas Zimbra Desktop berjalan di atas sistem operasi Windows, Linux atau Mac. Outlook hanya berjalan di sistem operasi Windows Kapasitas Zimbra dapat menampung dokumen dalam jumlah tak terbatas. Outlook cuma 2 GB. Mesin pencari Hm, pernah mencoba mencari dokumen dalam kotak surat Outlook yang berisi multigiga data? Keamanan Zimbra dilengkapi antivirus/antispam yang terintegrasi. Untuk Outlook, sila beli sendiri. Integrasi Zimlet pada Zimbra lebih interaktif dengan sistem lain dibanding fitur SmartTags Microsoft. JATUH cinta pada pandangan pertama. Inilah kisah Vavai Masim Sugianto ketika bertemu dengan Zimbra, sebuah program aplikasi surat elektronik buatan Yahoo. Dandanannya berkelas: tak ketinggalan zaman seperti Microsoft Outlook, dan penampilannya bersahabat, seramah Yahoo! Mail. Satu lagi hal yang membuat Vavai sepenuhnya takluk pada Zimbra: fiturnya lebih lengkap daripada aplikasi sejenis. Gratis pula. Yahoo meluncurkan Zimbra pekan lalu. Inilah buah pertama dari akuisisi Yahoo terhadap Zimbra, perusahaan pembuat aplikasi pengelola surat elektronik yang berkantor di San Francisco, senilai US$ 350 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun pada September lalu. Nah, pekan lalu, Yahoo meluncurkan Zimbra Desktop versi Beta 3. Masih versi Beta 3—artinya masih uji coba—Zimbra yang bisa dijalankan di sistem Windows, Linux, dan Mac ini sudah dipuji orang. "Kalau berharap ada pembunuh Outlook, tunggu sampai versi jadi Zimbra keluar," kata David Chartier, penulis teknologi informasi di Ars Technica. Kekuatannya memang sudah tera-sa. Zimbra bisa menyediakan akses ke e-mail, kalender, buku alamat, dan dokumen tanpa perlu koneksi ke jaringan, berkat teknologi Web 2.0 Ajax. Jika ingin tahu nikmatnya fitur ini, silakan buka Yahoo! Mail, Gmail, atau e-mail kantor via browser saat komputer tak tersambung ke Internet. Boro-boro bisa membaca e-mail, masuk ke Internet saja tak bisa. Nah, Zimbra bisa dibuka saat tak ada koneksi ke Internet. Isinya bisa diubah sesukanya. Ketika koneksi Internet tersedia kembali, semua perubahan yang dibuat ketika offline—menulis, membalas, menghapus, mengedit, atau memindahkan pesan, janji, daftar alamat, dan dokumen—akan disinkronisasi dengan server Zimbra. Ini tak cuma bisa dilakukan terhadap dokumen e-mail biasa, tapi juga e-mail kelas berat yang di dalamnya terkandung dokumen hasil bikinan pengolah kata (word processor) atau pengolah tabel (spreadsheet). Memang bukan cuma Zimbra yang bisa begitu. Microsoft dan Google juga memiliki pengelola surat elektronik dalam desktop yang bekerja offline seperti Zimbra. Microsoft dengan Windows Live Mail dan Google melalui Gears. Tapi Live Mail hanya berjalan pada sistem operasi Windows. Sudah begitu, dokumen atau datanya tetap harus diakses melalui Internet. Gears bahkan belum bisa dibandingkan dengan Zimbra karena produk Google ini belum sepenuhnya bisa diakses offline. Zimbra juga menjanjikan keamanan yang lebih baik ketimbang Outlook atau Thunderbird karena menyertakan program antivirus dan anti-spam. Jika Anda "bita-mania", ini dia: Zimbra memberikan kapasitas penampungan surat elektronik tak terbatas, sementara Outlook hanya menampung dua gigabita. Soal kompatibilitas, Zimbra Desktop jauh lebih unggul daripada Outlook. Sementara Zimbra bisa dipasang pada komputer dengan sistem operasi Windows, Linux, atau Mac, Outlook harus berjalan pada Windows. Cuma Thunderbird yang bisa terpasang pada ketiga sistem operasi itu. "Overall, kinerja Zimbra jauh lebih powerful ketimbang Outlook atau Thunderbird," kata Vavai, yang bekerja sebagai karyawan bidang teknologi di Jakarta. Untuk fitur semewah itu, Zimbra tersedia gratis. Itu pula buhul penghubung Vavai dengan Zimbra. Alkisah, dua tahun lalu, perusahaannya meminta semua komputer memakai sistem operasi Linux. Windows bajakan diharamkan. Ia pun kebagian tugas mencari berbagai aplikasi untuk sistem tersebut, dari aplikasi perkantoran hingga e-mail. Kriterianya: kinerjanya bagus, penampilannya bersahabat, dan tentu saja gratis. Untuk server e-mail, ia sudah mencoba banyak aplikasi, termasuk Postfix dan Qmail. Ia baru puas ketika bertemu dengan Zimbra. Kala itu, Zimbra Server masih versi 4.0—kini 5.0. Nah, perusahaannya pun untung besar. Bayangkan, harga aplikasi serupa untuk server, seperti Microsoft Exchange Server, minimal US$ 699 atau sekitar Rp 6,3 juta. Versi kliennya pun cuma-cuma. Itu berbeda dengan aplikasi Outlook 2007, yang harus dibeli dengan harga sekitar Rp 1 juta. Zimbra versi Open Source ini legal di bawah lisensi Yahoo Public. Sebenarnya Zimbra Server menyediakan pilihan berbayar dengan harga mulai Rp 225 ribu. Beda yang gratis dan yang bayar bukan pada fiturnya, melainkan pada layanan pascajualnya. Pemakai versi premium bisa berkonsultasi lewat telepon kalau ada masalah dengan kantor layanan Zimbra. Zimbra premium juga bisa dipasang di telepon seluler pintar seperti Blackberry, Nokia seri E, iPhone, atau ponsel dengan sistem operasi Windows lainnya. Tapi fasilitas ini bisa berjalan hanya buat pelanggan Yahoo Mail Plus yang membayar US$ 20 per tahun. Alhasil, ini sesungguhnya tak terlalu penting buat Vavai. Bagi Vavai, semua itu dolar yang dibuang sia-sia. Dia membuktikan bahwa aplikasi ini bisa dijalankan tanpa masalah, hingga tak memerlukan dukungan konsultasi melalui telepon. Lagi pula pengguna gratisan bisa bertanya dalam forum Zimbra. Kadung jatuh cinta dan sadar bahwa aplikasi e-mail seperti ini penting buat orang di Indonesia, ia pun mendirikan komunitas Zimbra Indonesia. Jumlah peminat Zimbra pun terus meningkat, dengan melihat data pengunjung di situs zimbra.web.id. Angka peningkatan orang yang melek Zimbra ini penting. "Soalnya, kelemahan Zimbra di Indonesia saat ini hanya karena tak banyak orang yang tahu," kata Vavai. Tapi Zimbra pun tak sempurna. Ukurannya, misalnya, lumayan gemuk. Berkas Zimbra berukuran 38 megabita untuk sistem operasi Windows, 34 megabita untuk Mac OS X, dan 44 megabita buat Linux. Jelas, Zimbra kalah ramping dibandingkan dengan Thunderbird, yang sama-sama gratis. Peminat Thunderbird hanya perlu mengunduh 6,4 megabita buat Windows, 19 megabita Mac OS X, dan 11 megabita Linux. Aneka keunggulan Zimbra dinilai semakin menunjukkan fokus Yahoo sebagai penyedia jasa surat elektronik. Ini membuktikan bahwa Yahoo memilih bersaing dengan Microsoft ketimbang menjual sahamnya kepada raksasa sistem operasi itu. Hingga kini, Yahoo memiliki 263 juta pendaftar surat elektronik. "Zimbra semakin memperkuat posisi Yahoo," ucap Jerry Yang, Direktur Utama Yahoo Inc. Jerry mengatakan Yahoo masih mengandalkan layanan surat elektronik di masa depan. Itulah mengapa mereka tidak segan merogoh kocek US$ 350 juta untuk membeli Zimbra. Ini seperti membeli mutiara. Dalam setahun, Zimbra telah menambah pendapatan Yahoo US$ 35 juta. Yahoo mulai memodifikasi Zimbra dengan meluncurkan versi uji coba Collaboration Suite 5.0 pada Februari lalu. Pengelola surat elektronik buat server ini berhadapan langsung dengan Microsoft Exchange Server. Ada pula pesaing lain yang berbasis Open Source, seperti Qmail atau Postfix. Phil Wainewright, analis dari ZDNet, menilai Yahoo telah melakukan langkah cerdik untuk bersaing dengan Microsoft. Zimbra bisa memenuhi kebutuhan integrasi surat elektronik berbasis Internet dan jaringan lokal yang semakin mendesak. "Di sinilah Zimbra akan menjadi pembunuh Exchange," kata Phil. Microsoft belum bereaksi atas langkah kuda Yahoo meluncurkan Zimbra ini. Tapi sejumlah analis menganggap Zimbra masih harus bekerja keras agar bisa membalap pendahulunya, terutama dalam hal dokumentasi dalam jaringan. Michael Silver, Wakil Presiden Gartner—perusahaan riset teknologi informasi—mengatakan Microsoft tetap mendominasi layanan dokumen online ini. "Sekarang hampir semuanya belum cukup matang untuk bersaing dengan Microsoft," ucap Silver. Menurut Silver, Microsoft bisa melenggang karena isu kompatibilitas. Berkas dalam format Microsoft Office tak bisa dibuka melalui Zimbra Desktop. Tapi tren pemakai Zimbra, menurut Silver, terus meningkat sehingga akan menyulitkan Microsoft dalam jangka panjang. Yandi M.R. -- Best Regards, Masim "Vavai" Sugianto /************************************************************/ Blog (ID) : http://www.vavai.com/blog/index.php Blog (EN) : http://www.vavai.net Community : http://www.opensuse.or.id Commercial : http://toko.vavai.biz Email : [EMAIL PROTECTED] /************************************************************/ _______________________________________________ milis mailing list [email protected] http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org
