Saya pakai keduanya, OOo dan KOffice, sesuai kebutuhan. Masalahnya, banyak barang bagus di tangan yg salah, Oracle. Jadi kaggak karuan masa depannya.
On 02/10/2010, Eko Prasetiyo <[email protected]> wrote: > On 9/29/10, medwinz <[email protected]> wrote: >> 2010/9/29 IsraMiraj <[email protected]>: >>> >>> Di"belakang" Novell ada Microsoft... :-D >>> >>> [Bener gak..?? :-P ] >>> >>> >>> . >>> Sent dari Baskom BlackBerry® & Menyan Kuat INDOSAT >> >> >> Heh.....? >> Kalau mau tahu perjanjian Novell dan Microsoft silakan baca sendiri mas >> :-) >> [0] >> Juga ada tinjauannya di groklaw silakan dipelajari [1] >> >> Dulu sempat ramai mengenai XML formatnya MS yang oleh pengembang go-oo >> dibuat patchnya supaya OpenOffice bisa membukanya. Akhirnya sekarang >> semua distribusi memaketkan patch itu di OpenOffice yang diship >> bersama distribusi. Jadi untuk apa dulu semua protes kalau >> ujung-ujungnya dipakai juga :-D >> >> Saya gak tahu bagaimana hubungan Novell dan Microsoft tapi pendapat >> pribadi saya mungkin bisa digambarkan di paragraf di bawah. >> >> Saya bukan orang Novell apalagi Microsoft, dan tidak pernah menerima >> uang dari mereka. Tapi yang namanya pengembang open source harus >> terpenuhi kebutuhan dasarnya supaya bisa hidup dan terus berkarya. >> Akibatnya model pengembangan open source sekarang mengalami sedikit >> perubahan, pengembang tidak lagi cukup hanya mengandalkan waktu >> luangnya untuk berkarya di open source tetapi harus bekerja penuh >> waktu. Untuk bekerja penuh waktu tentu harus ada yang menggaji, hal >> ini yang dilakukan oleh Google, IBM, Novell, Red Hat dll. Orang-orang >> ini bekerja di project open source seperti KDE, Gnome, Kernel, dll dan >> seringkali tidak berkantor di perusahaan yang membayarnya. >> >> Andrew Morton yang hebat itu pegawai Google tapi kerjaannya ngembangin >> kernel. Padahal bisnis Google adalah search engine (well, they are >> expanding now). Jadi apa untungnya untuk Google? >> >> Saya secara pribadi tidak anti Microsoft dan software-software >> proprietary lain. Gunakanlah sesuai kebutuhan, kalau memang sudah bisa >> dipenuhi dengan open source cukup menggunakan versi GNU-GPL/FOSS >> tetapi kalau memang kebutuhannya mengharuskan penggunaan software >> proprietary (misalkan tidak ada substitusinya di FOSS) ya gunakanlah >> dengan bijak. >> >> O iya MacOS, Symbian dan bahkan Blackberry yang anda gunakan itu >> proprietary. Untuk kasus Blackberry bahkan sedikit "lebih kejam" >> karena kita dipaksa menyerahkan privacy email kita ke RIM ;-P >> >> [0] >> http://www.sec.gov/Archives/edgar/data/758004/000075800406000109/novl-8k_110706.htm >> [1] http://groklaw.net/article.php?story=20061107194320461 >> >> salam, >> -- >> medwinz >> http://medwinz.blogsome.com >> http://en.opensuse.org/User:Medwin >> [email protected] >> openSUSE community member >> ______________________________________________ >> --- >> Info Milis : http://opensuse.or.id/milis >> Keluar dari Milis : Kirim email ke [email protected] >> Manajemen Keanggotaan : >> http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org >> > > sekedar bertanya nih. klo ad yg krg puas dgn OOo knp milih fork? knp > ga bantu/beri perhatian lebih ke KOffice? krn menurut saya KOffice > adlh Office suite yg mirip OOo. Tp mmg masih byk kekurangannya > dibanding OOo. > -- > (^-^)v > ______________________________________________ > --- > Info Milis : http://opensuse.or.id/milis > Keluar dari Milis : Kirim email ke [email protected] > Manajemen Keanggotaan : > http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org > -- Sent from my mobile device ______________________________________________ --- Info Milis : http://opensuse.or.id/milis Keluar dari Milis : Kirim email ke [email protected] Manajemen Keanggotaan : http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org
