At 09:28 12/07/00 +0700, you wrote:
>Quoting idban secandri at 09:10 12/07/00 +0700 :
> >bahasa yang dipake memang gak karuan, yang penting pointnya disana saya
> hanya mencoba mempublish code2 saya akhirnya coder PHP diketahui juga
> exist di dot id bukan hanya sebagai pemakai , setahu saya baru satu yang
> getol kasak kusuk memperjuangkan php ( khususnya yang pake dot id )
>
>Oh ya ? Salut donk :). Tapi kalo pake bahasa Indonesia,
>bakal lebih kerasa lagi keunikan site ini.
dan user luar tidak mengeri apa yang kita bicarakan coba liat
http://www.phpexe.com/ yang full pake tulisan China. gimana programmer
internasional membacanya, atau mengerti dengan apa yang dibicarakan pada
site tersebut?
>Hehe, sebenernya aku cuman mau cari temen sesusahan aja sih :).
>Abisan, bikin sita bahasa Indonesia susah bener. Kalo site
>aku diinggrisin, kayaknya gampang deh scan sana scan sini,
>tulis sumbernya. Waktunya nggak akan banyak dibanding nulis
>dari strach.
>
> >soal bahasa, saya ndak ingin nanti jadi nya kayak
> http://www.phpinfo.net baru masuk langsung keluar karena bahasanya pake
> bahasa prancis ( kudu pake babel fish )
>
>Waktu tes TOEFL kan structure-ku nyaris bener semua [listening nyaris
>salah semua --red]. Aku pikir, memang programmer udah terbiasa
>dengan permainan sintaks. Semestinya programmer gampang belajar
>sintaks berbagai bahasa asing. Paling belajar kosa katanya aja yang
>bikin lieur :). Sama budaya pemakaian bahasa. Sampe sekarang aku
>cuman bisa baca bahasa Perancis yang technical aja. Sastra sih, udah
>nyoba. Baca Sartre, "Le Mur". Satu bab aja nggak tamat-tamat.
>Dasar programmer.
mas saya ndak punya pendidikan formal ttg inggris/toefl kuliah aja ndak
tamat, ijazah cuma SMU doank juga otak saya rada ceteq :) yang saya
pointkan terjadi komunikasi dua arah, orang yang kita ajak bicara mengerti
dan saya mengerti, saya ambil prinsip ini karena tidak semua orang memiliki
biaya untuk kursus toefl atau mengenyam pendidikan yang layak, jika kita
masih takut takut dengan apa yang kita bisa gimana bisa maju, toh dengan
sedikit sedikit kita bisa memperpaiki toefl kita dengan latihan berbicara /
koresponden dengan orang asing. dulu saya cuma bisa bilang yes / no / cancle
untuk yang pernah bekerja langsung dengan saya, mereka mengerti betul saya
memiliki bahasa yang ngaco ( saya akui itu ) tapi ndak masalah karena
mereka mengerti maksud dan tujuannya. Jika memang toefl diperlukan untuk
melakukan komunikasi saya kurang sreg, menurut saya teofl tidak begitu
diperlukan jika kedua belah pihak mengerti akan maksud dan tujuan ttg apa
yang dibicarakan.
beruntung mas kuncoro bisa bahasa prancis, ato inggris, saya inggrisnya
masih ceteq :) malah kadang kudu buka kamus untuk mengerti apa yang di
tulis pada suatu situs / email.
jika dilihat lihat dari pengalaman yang ada, situs situs berbahasa lokal (
entah indo, prancis, jerman, china, ato bahkan rusia yang extrem lagi
mereka pake font czar ) kurang begitu tenar di kalangan international (
CMIIW ) saya contonnya untuk melihat situs2 luar yang lokalan menggunakan
babel fish untuk menterjemahkan ke bahasa inggris, jika bahasa mrk tidak
ada dalam listing babel fish saya tidak akan pernah menggunjungi site site
tersebut lagi.
--
Doubt whom you will, but never yourself.
http://php.klik.or.id -- latest info == idPHPUG!
------------[ MasterWEB - www.master.web.id ] -------------
Moderator : [EMAIL PROTECTED]
Berlangganan : [EMAIL PROTECTED]
Stop Berlangganan : [EMAIL PROTECTED]
-----------------------------------------------------------