Sehubungan dengan cost web design ...
Bravo untuk Sdr. Indra dari Cabe Rawit yang mengangkat topik (dan martabat
designer) ke milis ini. Saya pikir rasa bangga terhadap karya pribadi dan
perusahaan adalah suatu sikap yang kurang kita kembangkan sebagai designer
(atau seniman , pengrajin dsb). Kita terbiasa dengan apologize akan hasil
kerja kita, bersikap minder di depan klien seolah* pendapat merekalah yang
menjadi standar kualitas karya kita.
Di satu pihak, walaupun klien kita adalah mereka yang membantu naiknya asap
dapur, tetap saja dari segi profesional mereka tidak memiliki skill dan
intuisi yang kita miliki. Kadang* demi mendapatkan proyek / klien kita
mengorbankan nilai hasil karya kita. Setidaknya ada 2 efek negatif yang
sangat jelas : Pertama, kita tidak meng-educate klien kita mengenai nilai
suatu hasil karya seni (apakah itu lukisan, desain poster atau web design).
Kedua, kita tidak mendidik diri kita untuk menghargai hasil karya kita.
Beberapa tahun seorang rekan pernah diminta mendesign suatu web site
perusahaan besar di Melbourne. Perusahaan ini cukup terkenal di bidangnya
dan merupakan cabang dari induk perusahaan di Jerman. Rekan ini datang
kepada client lalu membicarakan kebutuhan, style dan jumlah halaman yang
diperlukan. Karena kami pada waktu itu masih mahasiswa multimedia, rekan
saya memutuskan harga sekitar AU$3000-- relatif rendah, tapi masih masuk
akal, karena dia mendapat kira* AU$25-30 perjam (harga yang wajar bagi
pemula di Melbourne). Dan kebetulan jumlah halamannya tidak terlalu banyak.
Kami lalu mengirimkan detail costing kepada client. Beberapa hari kemudian
client mengatakan batal karena dia baru saja menemukan sebuah perusahaan
yang sanggup melakukannya dengan harga AU$600. Kami berdua tentu saja sangat
upset, karena harganya jauh di bawah standar web design di Australia. Kami
memutuskan untuk tidak mengambil proyek tersebut, walaupun uangnya sendiri
AU$600 dipikir* cukup banyak apalagi untuk student seperti kami.
Saya rasa mungkin rekan* sekalian akan bereaksi berbeda* terhadap kasus
seperti di atas. Kami juga bukannya pernah dibilangin bego oleh teman* yang
lain ... tapi kami juga pernah mendapat feedback yang positif dari sesama
web designer yang sekarang menjadi rekan kerja kami.
Terus terang saya tidak begitu familiar dengan standar costing di Indonesia,
tapi pada prinsipnya saya hanya menggaungkan ulang apa yang Sdr. Indra sudah
ungkapkan dengan baik. Kalau kita mau menjadi profesional di negeri sendiri
dan di dunia (apa artinya web design kalau bukan di-expose secara
international?) kita harus bersikap sebagai profesional mulai dari sekarang.
Salam reformasi web design Indonesai,
-chris-
Belanja Komputer & PC Asesoris Diskon 40% hanya di www.fastncheap.com
Tempat Asik Hosting Indonesia www.neocyber.net
Dapatkan Paket-Paket Website www.dlanet.com
-------[ Master Web Indonesia - www.master.web.id ] -------
Moderator : [EMAIL PROTECTED]
Berlangganan : [EMAIL PROTECTED]
Stop Berlangganan : [EMAIL PROTECTED]
Arsip MailingList : [EMAIL PROTECTED]
-----------------------------------------------------------