Title: Message
 
 
 
Suratmini/Ami
Internal Collection Management
Gedung Tifa Lt.7
Jl.Kuningan Barat No.26
Tlp.  ( 021) 5220515 Ext 5924
Fax. ( 021) 5223941
Hp. 0855 804 7773
 
 
-----Original Message-----
From: Sita Rochmi
Sent: Monday, July 04, 2005 8:06 AM
To: All Cell - RJ - SA ICM
Subject: Lupakan Mitos Mentega, Kecap & Odol!

Semoga bermanfaat

==============================

Lupakan Mitos Mentega, Kecap & Odol!

Luka bakar tak boleh diperlakukan sembarangan. Termasuk dalam kategori ini, luka terbakar api, tersiram air panas, tersiram bahan kimia (asam atau basa kuat), maupun terlindas setrika.
Apa pun jenisnya, pertolongan pertama dan utama adalah siram dengan air. Jangan tunggu ini-itu. Meskipun sudah tidak kontak dengan sumber panas, jaringan yang luka masih menyimpan panas. Semakin lama ditunda, proses perusakan jaringan semakin lama berlangsung.

Jika mungkin, letakkan bagian yang luka di dalam air mengalir. Jika tidak tersedia, setidaknya rendam di dalam air sampai rasa perihnya hilang. Jangan gunakan air es. Menurut panduan pertolongan pertama dari Mayo Clinic, penggunaan es langsung pada luka bakar malah bisa menyebabkan "luka dingin" (frost bite), akibat perubahan suhu yang terlalu rendah.

Sambil menunggu pertolongan dokter, untuk meringankan nyeri korban bisa diberi obat antinyeri macam parasetamol. Bagaimanapun kondisi luka, tetap pegang aturan kedokteran, do no harm. Jangan menambah bahaya. Lupakan mitos tentang olesan mentega, kecap, atau odol. Yang paling penting, hindarkan luka dari kotoran, lalat, dan segala penyebab infeksi.

Mengoleskan mentega bukan hanya tidak membantu penyembuhan luka, tapi juga menambah penderitaan. Di rumah sakit, mentega akan membuat korban meringis kesakitan saat proses pembersihan luka. Pada luka bakar yang melepuh, jangan sekali-kali mengelupaskan bagian lepuh. Jika tersedia, tutupi luka secara longgar dengan kasa steril. Selama masa perawatan, penutup luka harus sering-sering diganti untuk menghindari infeksi.

Pada luka bakar serius, korban bisa mengalami shock. Ini terjadi karena sebagian volume cairan dikirim ke daerah yang luka, sehingga volume darah ke otak dan jantung menurun drastis. Karena itu, selain pertolongan pada luka, korban juga harus dibuat tenang. Risiko shock ini perlu diwaspadai jika luas luka lebih dari 20% dari luas permukaan tubuh. Sebagai gambaran, 20% luas permukaan tubuh kira-kira setara dengan luas permukaan dada plus perut, atau paha plus betis.

Shock bisa dicegah dengan membaringkan penderita dengan kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. Jika penderita sadar dan dapat menelan, beri ia banyak minum dan segera bawa ke rumah sakit. Upaya berikutnya, mutlak urusan dokter.
Sesuai dengan maksudnya, pertolongan pertama memang lebih ditujukan untuk mencegah datangnya bahaya lebih lanjut.

 

 

sita..

 


Upgrade Your Email - Click here!

Note: This email has been scanned by Indosat VirusWall Systems

Kirim email ke